Cinta Beda Mazhab: Kisah Sunni-Syiah yang Menyentuh Hati

Bukan karena perbedaan agama. Kisah cinta sepasang kekasih asal Pakistan ini berakhir karena penghalang yang cukup tinggi namun sebenarnya bukan mustahil untuk dilewati: beda mazhab. Itulah premis utama Hijaab Wali, novel karya dr. Ikram Hussain Abidi yang saya beli tahun 2005 dengan judul Cinta yang Terlambat.

Ceritanya tidak menawarkan cinta yang serba indah. Sebaliknya, kita diajak menyelami kenyataan bahwa keyakinan, keluarga, dan identitas sering kali menjadi ujian terbesar dalam sebuah hubungan. Jika diangkat ke layar lebar, kisah cinta ini tidak kalah dari Ayat-Ayat Cinta.

Cinta yang terhalang

Tokoh utama, Aariz Ali, adalah pemuda kaya yang jatuh hati kepada Komal, wanita Pakistan yang tumbuh di London. Mereka memiliki latar belakang keluarga yang sama-sama mapan dan berpendidikan. Namun, satu perbedaan menjadi penghalang yang sulit disatukan: mazhab yang mereka anut.

Penolakan dari kedua keluarga perlahan mengubah kisah romantis menjadi konflik emosional. Di tengah kebimbangan, Aariz tetap berusaha mempertahankan cintanya. Dia berkonsultasi dengan teman dan orang-orang yang pernah melakukan nikah beda mazhab.

Aariz mendapati kesan bahwa pernikahan beda mazhab akan melahirkan anak-anak yang kebingungan. Mulai dari perbedaan waktu berbuka puasa sampai masalah politik Islam. Begitu juga dengan bulan Muharam di saat keluarga suni mengenakan pakaian warna-warni dan bergembira, keluarga Syiah mengenakan pakaian hitam dan bersedih.

Tapi novel ini tidak menyajikan jawaban hitam putih. Justru di situlah kekuatannya. Pembaca diajak memahami bahwa persoalan tersebut jauh lebih rumit daripada sekadar memilih antara cinta atau keluarga.

Saat hidup berubah

Konflik mencapai titik yang semakin tragis ketika keluarga Aariz menjadi korban kekerasan sektarian. Ayahnya, pengusaha bermazhab minoritas, tewas dalam serangan bersenjata dan ibunya terluka. Kehilangan itu menghancurkan kondisi psikologis Aariz.

Pada saat yang sama, hubungan dengan Komal semakin retak. Rasa kecewa, penyesalan, dan kesalahpahaman membuat keduanya saling menjauh. Aariz terpuruk hingga kehilangan harapan hidup dan akhirnya harus menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kejiwaan.

Perjalanan tokoh ini memperlihatkan bahwa luka batin sering kali lebih sulit disembuhkan dibanding luka fisik. Ketika kehilangan keluarga, cinta, dan tujuan hidup dalam waktu yang hampir bersamaan, Aariz bukan hanya menghadapi kesedihan, tetapi juga kehilangan dirinya sendiri.

Cahaya Al-Qur’an

Salah satu bagian paling menyentuh dalam novel muncul ketika Aariz perlahan bangkit melalui kedekatannya dengan Al-Qur’an, kitab yang menyatukan dan sepakati sunni dan Syiah. Pesan yang disampaikan bukan sekadar tentang membaca kitab suci, melainkan memahami maknanya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui puisi yang menyentuh, penulis mengkritik kecenderungan sebagian umat Islam yang memuliakan Al-Qur’an secara simbolis. Disimpan rapi, dicium, dibaca dengan suara merdu, tetapi pesan moralnya jarang dipahami dan diamalkan.

Di titik ini, novel berubah dari kisah romansa menjadi kisah pencarian makna hidup.

Makna hijab

Tokoh Zeest Zahra yang akan dijodohkan untuk Aariz juga memiliki karakter yang menarik. Dia digambarkan sebagai wanita sederhana yang menjadi guru di sebuah sekolah Islam. Kehadirannya memperlihatkan bahwa hijab bukan hanya persoalan pakaian, tetapi juga cerminan keyakinan, keteguhan, dan cara seseorang memandang dirinya sendiri.

Novel bahkan menghadirkan diskusi mengenai hijab sebagai simbol kebebasan memilih, bukan sekadar kewajiban atau bentuk pengekangan. Sudut pandang ini membuat pembahasan terasa lebih luas daripada sekadar persoalan busana.

Pelajaran terakhir

Pada akhirnya, Hijaab Wali bukan novel yang mengajak pembaca menerima atau menolak pernikahan beda mazhab. Fokus utamanya justru berada pada nilai-nilai universal: kesabaran, kesetiaan, pengorbanan, serta pentingnya membangun cinta di atas fondasi iman dan akhlak.

Novel ini juga mengingatkan bahwa prasangka sering tumbuh dari ketidaktahuan. Kisah seperti ini, yakni keluarga yang tidak setuju pernikahan beda mazhab, tidak saja terjadi di Pakistan. Di Indonesia, shiaphobia atau ketakutan dan kebencian akan Syiah juga terjadi sebelum dan setelah pernikahan.

Semuanya hanya berasal dari ketidaktahuan. Imam Ali bin Abi Thalib berkata, “Manusia memusuhi apa yang tidak diketahuinya.” Kalimat ini menjadi penutup bagi sebuah kisah yang menunjukkan bahwa memahami orang lain sering kali lebih sulit daripada mencintainya.

Klik tombol di bawah ini untuk mengunduh novelnya!


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

5 responses to “Cinta Beda Mazhab: Kisah Sunni-Syiah yang Menyentuh Hati”

  1. Avatar ranrosea
    ranrosea

    Pinjeeem yaaa ja :D

  2. Avatar amalia
    amalia

    ja, gw pernah bikin referensinya di multiply,
    gila ne buku adem bener bacanya…

    nangis nangis gw

  3. Avatar arif

    saya kira stelah baca crita ttg kisah cinta seseorang yang berbeada madzhab,, bnyak pesan baru yg aku dptkan.. tpi terlepas itu semua, pada dasarnya semua madzhab itu mempunyai tujuan yang sama dalam mengembangkan ajaran islam, hanya caranya saja yg berbeda.. untuk itu kta boleh saja bertaqlid k salah satu mazhab yang kita anggap itu sesuai dengan hati kita, tpi kta juga harus membuka diri terhadap ajaran2 yang berbeda dari madzhab kita. ini bukan lagi zaman kaum mutakhirin, yg dmna menganggap bahwasanya madzhab nya lah yg paling benar,, mudah2an dengan adanya buku ini, kaum muslimin tidak menutup diri dengan perbedaan-perbedaan yg ada pada lingkungannya, selama itu tidak menyimpang dari sumber hukum islam yaitu Alquran dan Hadist.. trims….

  4. Avatar fajarembun

    luar biasa ceritanya…

  5. Avatar indah
    indah

    Subhanallah. Sinopsisnya aja sungguh indah. Membacanya membuat qalbu bergetar. Mudah2an masih ada di gramedia. Ada yang bisa kasih informasi novel ini? Saya tinggal dimedan. Makasih

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari islah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca