Hajinya Orang Iran dan Kebangkitan Islam

Tausiah Bagi Jemaah Haji

Dalam beberapa kesempatan, Ayatullah Ali Khamenei menasihati para jemaah haji Iran untuk memperhatikan beberapa hal yang penting selama dan sesudah haji. Situs resmi khamenei.ir[8] membuat beberapa poin penting. Nasihat ini tidak hanya sebuah pesan dari seorang pemimpin spiritual Iran kepada jemaah hajinya, tapi dapat dilakukan oleh setiap jemaah haji.

  1. Menjadikan produk dalam negeri sebagai suvenir ibadah haji. Hal ini juga membantu memperkuat ekonomi dalam negeri. Ayatullah Khamenei juga berkata, “Saya, tidak menentang pembelian oleh-oleh, tapi mengapa berlebihan dalam berbelanja?” Ia menegaskan, “Sayang sekali jika ada jemaah haji di sana malah konsen pada belanja produk-produk yang sebenarnya bisa ditemukan di semua tempat.”[9]
  2. Dengan menghemat pengeluaran yang tidak terlalu penting selama perjalanan, kita dapat membantu umat muslim, khususnya sesama negara, dan negara lain yang membutuhkan bantuan. Tidak hanya itu, kita juga dianjurkan untuk mendorong jemaah haji dari negara lain untuk melakukan yang sama, mengajak mereka untuk berhemat sehingga dapat menolong yang lain.
  3. Sebisa mungkin menggunakan waktu selama masa haji untuk membaca doa, ziarah, dan ayat suci Quran. Ayatullah Khamenei mengatakan, “Janganlah lalai dari pemahaman maknawi ibadah haji.” Biasakan dan pertahankan membaca ayat suci Quran walau satu-dua baris pada setiap kesempatan. Kita juga harus mempersiapkan hati kita dalam memasuki jamuan Ilahi tersebut.
  4. Rahbar memperingatkan bahwa ibadah haji yang seharusnya menjadi pusat persatuan, justru dimanfaatkan untuk menciptakan perselisihan. Ayatullah Khamenei meminta untuk menghindari reaksi-reaksi yang tidak tepat atas tekanan dan penghinaan terhadap Syiah. “Lupakanlah (sejenak) pembelaan terhadap kebenaran; jangan mengikuti dan menjalankan rencana musuh untuk menabur pertikaian.”
  5. Ketika sedang melakukan manasik, berikanlah tempat dan kesempatan pada orang lain; berbuat baiklah; dan bersabarlah dalam menanggung kesulitan dan perilaku buruk (orang lain). Ayatullah Khamenei mencontohkan, “Ketika sedang berdesak-desakan saat tawaf, mungkin saja seseorang mendorong kita, karenanya balaslah dengan senyuman.”
  6. Jalinlah komunikasi dengan umat muslim dari negara lain sepenuh hati. Dalam berhubungan dengan jemaah haji yang lain, berpeganglah pada persamaan-persamaan yang ada dan berlakulah dengan penuh kasih sayang.
  7. Melalui perbuatan yang sesuai dengan adab islami, perkenalkan identitas negara kita. Dengan perbuatan seperti itu berarti kita telah menghormati sejarah bangsa sendiri. “Tunjukkanlah ajaran pendidikan islami yang telah kita terima,” ungkap Ayatullah Khamenei.
  8. Janganlah kehilangan kesempatan untuk mengumumkan dan menyatakan berlepas diri (barâ’at) dari para arogan dan Amerika (Serikat). Rahbar mengingatkan, “Dengan ini, mereka tahu bahwa umat Islam itu ada dan mampu.” Dengan menghadiri salat berjemaah dan kegiatan barâ’at, perkenalkanlah identitas kalian.
  9. Hadirilah setiap kesempatan salat berjemaah dan perkumpulan lainnya. Ayatullah Khamenei mengingatkan, “Salat berjemaahlah dengan tepat waktu. Belajarlah dari tempat-tempat suci tersebut.” Kerjakan amalan-amalan haji secara bersama-sama, sebagaimana ayat mengatakan: Berpeganglah pada tali Allah kalian semuanya (bersama-sama).
  10. Imam (Mahdi) tidak melupakan tempat-tempat seperti Arafat, Mina, dan haram suci selama masa haji dan selalulah berhubungan dengan alam maknawi tersebut. Lanjutkanlah tahajud dan ibadah-ibadah yang pernah dilakukan selama masa haji. “Ingatlah setiap memori tentang haji,” kata Ayatullah Khamenei.

Referensi:

[1] ^ Al-Majdi, Muhib (22 Februari 2012). “Sejarah Keji Agama Syiah Rafidhah”. arrahmah.com. Diakses 8 Oktober 2013. Situs arrahmah.com luput dari sejarah tahun 20 November 1979, ketika Juhayman Al-Otaybi, mantan murid Abdul Aziz Al-Baaz, dan para para salafi dari kota Najd melakukan serangan ke Kakbah dan menewaskan lebih dari 350 orang. Menyusul peristiwa tersebut, Ayatullah Khomeini tidak menyalahkan salafi atau Wahabi tapi mengatakan “inilah pekerjaan para penjahat imperialisme Amerika dan Zionis internasional.”

[2] ^ “Jumat Berdarah; Konspirasi Arab Saudi Menghancurkan Islam Orisinil”. ABNA. Diakses 8 Oktober 2013.

[3] ^ “Jumat Berdarah; Konspirasi Arab Saudi Menghancurkan Islam Orisinil”. ABNA. Diakses 8 Oktober 2013.

[4] ^ “1987 Mecca Incident”. Wikipedia. Diakses 8 Oktober 2013.

[5] ^ “Jumat Berdarah; Konspirasi Arab Saudi Menghancurkan Islam Orisinil”. ABNA. Diakses 8 Oktober 2013.

[6] ^ “According to official Saudi figures, 402 people died in the clash, including 275 Iranian pilgrims, 85 Saudi police, and 42 pilgrims from other countries.” Religious Radicalism and Politics in the Middle East. h. 190

[7] ^ “Jumat Berdarah; Konspirasi Arab Saudi Menghancurkan Islam Orisinil”. ABNA. Diakses 8 Oktober 2013.

[8] ^ “Hâji Irâni”. khamenei.ir. Diakses 9 Januari 2013.

[9] ^ “Pidato Rahbar di Depan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji”. khamenei.ir. 15 Januari 2003.


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

2 responses to “Hajinya Orang Iran dan Kebangkitan Islam”

  1. Avatar hikmahyahya

    Reblogged this on alwayshikmah and commented:
    Tulisan yg sangat bermanfaat.. khususnya karna kluarga saya sedang menunaikan ibadah haji tahun ini..

  2. Avatar toing
    toing

    ibadah haji selain pelaksanaan ibadah juga di jadikan sarana berpolitik,
    “kalo bener pendapat si komeni” tsb, timbul pertanyaan
    knapa saat haji wada Rasul saw tdk mengumumkan kepada umat yg semuanya sdg terkonsentrasi di mekkah berkumpul melaksanakan ibadah haji tentang siapa pengganti beliau sebagai pesan politik (pemimpin setelah beliau) dan keagamaan (imam sbg pokok keimanan) padah hal tsb merupakan hal yg teramat penting, ( kira kira rasul saw bertakiyah gak ya ? takiyah kan wajib ???)

    haji model baru agama saba dan fatimiyah sekarang di teruskan anak cucu warga kufah dan majusi “haji ke mekah bawa spanduk bawa senjata tajam membikin rusuh, teriak teriak diluar kata kata talbiyah. weleh weleh

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari islah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca