Nasib Wanita di Amerika

Baik, beberapa tahun yang lalu saya membaca di koran tentang seorang pria yang memukul pacarnya dan membawanya ke rumah sakit. Pada saat yang sama, ia menyiksa dan membunuh kelinci peliharaan wanita itu. Pria ini mendapat hukuman 6 bulan dan denda 6.000 dolar. Untuk kasus kelinci, ia mendapat hukuman 6 tahun dan denda 60.000 dolar. Kehormatan, penghargaan, kebebasan? Bagi saya, kehormatan, penghargaan dan kebebasan milik kelinci, bukan perempuan. Subhanallah, kelinci lebih sering dijadikan makan siang. Makan siang kita lebih memiliki hak daripada kita?

Sampai akhir ini, tidak ada hukum di Amerika yang melindungi seorang wanita dari pengintaian dan tidak ilegal bagi seorang pria untuk memukul istrinya. Namun di beberapa negara bagian, jika wanita takut tuntutan, mereka tidak akan melakukan apa-apa. Akankah Anda  menuntut [ke pengadilan] jika tahu bahwa dia akan memukul Anda lagi nantinya? Jika Anda memaksa menuntutnya, pukulan berikutnya bisa fatal. Tapi mereka berani-beraninya membicarakan umat muslim—Amerika, perbaiki masalah kalian dulu! Ketika kita menunjukkan rasa menghargai diri sendiri, kita akan mendapatkan penghargaan yang pantas, tidak perlu menunggu. Kita harus menunjukkan dengan jelas dan tegas bahwa kita wanita dengan harga diri, bahwa kita wanita muslim. Jika demikian, mereka akan menjawab, meskipun kebudayaan dan praktiknya bukan milik mereka.

Berjilbab, Menghargai Diri Sendiri

Suatu hari, saya sedang bekerja dan seorang pria memperkenalkan dirinya. Dia mengulurkan tangannya pada saya. Dengan sopan saya katakan, “Maaf, agama saya melarang untuk berjabat tangan dengan pria.” Jawaban dia ke saya, “Ibu saya bilang bahwa suatu hari nanti saya akan berjabat tangan dengan seorang wanita, dan dia akan menolak. Akhirnya saya bertemu wanita itu.”

Di waktu lain, saya sedang berada di pasar dan pria Amerika tua mendatangi saya. Dia menyentakkan bagian belakang kepala saya, dan ketika saya berbalik, dia mengatakan, “Semoga Tuhan memberkati kamu untuk hal ini. Sangat cantik melihat seorang wanita yang menghargai dirinya sendiri.”

Hal pentingnya adalah kita akan dilihat sebagai diri kita sendiri saat ini. Kenapa beberapa pria Amerika terkejut ketika mendengar bahwa seorang wanita harus menutup dirinya? Hal itu karena mereka tidak bisa menunjukkan citra-diri mereka dengan memamerkan wanita layaknya piala. Kenapa banyak wanita yang menentang gagasan hijab? Hal ini karena mereka akan kehilangan rasa percaya diri yang dimiliki karena menganggap kecantikan adalah kunci citra-diri. Tidak ada kecantikan, tidak ada rasa percaya diri. Tidak ada kecantikan, tidak ada nilai. Akan ada di mana Cindy Crawford atau Sharon Stone jika mereka harus bersandar selain pada penampilan mereka? Jangan biarkan diri kita jatuh pada perangkap yang mereka siapkan!

Setelah semua ini, izinkan saya untuk mengatakan alasan mengapa saya menulis semua ini. Tumbuh dewasa sebagai non-muslim di Barat, saya memiliki perhatian lebih terhadap agama Islam sebelum saya pindah agama. Hal terberat bagi saya adalah menyerahkan apa yang saya anggap sebagai “kebebasan”. Tapi akhirnya saya sadar bahwa hanya dengan menaati peraturan Allah, saya mampu mengenali bahwa “kebebasan” ini hanyalah sebuah permainan—sebuah obat yang digunakan untuk membuat kita tertidur.

Kenapa Pakai Jilbab?

Biarkan saya jelaskan sedikit. Beberapa orang mempertanyakan kenapa perempuan harus menutup [dengan jilbab] atau kenapa wanita muslimah tidak bisa menikah dengan lelaki nonmuslim. Pertama, fakta kehidupan bahwa kita tidak sedang ada di surga. (Sepertinya kita belum sadari hal ini). Tapi fakta yang menyedihkan adalah kita berharap segalanya sempurna. Kita berharap lelaki dan perempuan berbuat layaknya malaikat dan kita akan marah atau frustrasi karena mereka sebenarnya tidak. Hal pertama yang setiap muslim harus sadari adalah bahwa ada sebuah kekuatan mutlak (Allah) yang menjalankan alam semesta. Kita mungkin tidak setuju dengan keputusan yang Dia buat atau rencana yang Dia ciptakan, tapi kalau kita menyadari bahwa Dia lebih unggul, kita harus tahu bahwa pilihan-Nya didasari atas sebab atau faktor yang tidak kita sadari. Kekuatan-Nya menjadikan pilihan-Nya benar dan pilihan kita salah, karena kealpaan kita.

Saya akan berikan contoh kecil. Saya bukan dokter medis. Tapi ketika saya merasa sakit, saya pergi ke seorang dokter. Dia mengatakan—Anda sakit kanker. Dia menentukan perawatan radiasi. Dia memberikan penjelasan mendasar atas apa yang terjadi dan bagaimana radiasi bekerja untuk membunuhnya. Tapi pada akhirnya, saya tidak punya pilihan kecuali percaya bahwa ia lebih tahu daripada saya tentang hal ini dan saya membiarkan dia melakukan apa yang dibutuhkan untuk menghilangkan kanker; pilihan lain adalah saya mengambil risiko atas dasar pemahaman saya yang tidak sempurna—sebuah perbuatan yang telah membunuh begitu banyak pasien kanker.

Ketika hal ini berhubungan dengan Allah, saya tidak bisa menjelaskan kenapa laki-laki diciptakan menjadi makhluk yang [mudah] dipicu oleh rangsangan visual seksual. Saya pun tidak bisa menjelaskan kenapa perempuan kurang sadar terhadap fenomena ini. Saya juga tidak bisa menjelaskan mengapa perempuan cenderung mengikuti lelaki yang ia cintai meskipun hidup di era kebebasan seperti ini. (Tahukah Anda sebagian besar kejahatan dilakukan oleh wanita, entah bagaimana, berhubungan dengan menghibur laki-laki yang mereka cintai?). Kita mungkin tidak suka dengan realitas ini—tapi kita tidak bisa menyangkal keberadaannya, menyembunyikannya, dan mengatakan bahwa hal itu tidak ada. Mereka (yang tidak mau atau tidak bisa mengontrol dirinya) harus memperbaiki apa yang salah dalam diri mereka atau hal itu bukan tanggung jawab kita [perempuan] untuk melindungi setiap lelaki dari dirinya sendiri. Kenyataan yang menyedihkan adalah kita harus melindungi diri kita sendiri karena tidak ada orang yang akan melindungi kita.

Wanita muslim menutup dengan jilbab sebagai cara untuk dikenali dan juga sebagai perlindungan—Allah menyebutkan hal ini dalam surah Al-Ahzab ayat 59). Saat ini, bagaimana menutupi diri sendiri akan melindungi kita? Tentu saja karena akan meningkatkan rasa hormat yang kita berikan pada laki-laki. Sebagai seorang non-muslim, saya berurusan dengan isu-isu pelecehan seksual dan perilaku tidak sopan. Ketika saya memakai jilbab, tidak ada yang berubah kecuali fakta bahwa saya sekarang tertutup dengan jilbab. Untuk beberapa alasan, lelaki memperlakukan saya dengan berbeda. Mereka melihat tanda “dilarang melintasi” begitu jelas. Tidak ada ambiguitas. Kalian tahu, ketika seorang wanita mengenakan pakaian bercirikan Barat, laki-laki menjadi ragu—apakah dia bersedia? Apakah dia “suka bermain”? Apakah dia wanita yang dihormati? Mereka tidak tahu. Tidak ada yang memperingatkan laki-laki dengan jelas, tapi hijab menyatakan dengan keras dan jelas, “Inilah wanita yang terhormat yang tidak suka bermain.” Jadi, memakai jilbab sebenarnya membantu saya untuk kemajuan dalam karir sebagai seorang profesor perguruan tinggi tanpa masalah seperti ini. Saya bahkan menjadi wakil untuk penelitian di konvensi nasional. Jilbab saya mengizinkan mereka untuk melihat keunggulan intelektual saya karena mereka tidak diberi akses untuk keunggulan fisik saya. Sebagai seorang nonmuslim, begitu banyak hari berlalu dengan tangisan ketika saya pulang ke rumah karena semua komentar “nakal” dan sindiran kotor.

Pada awalnya seperti tidak adil kalau saya harus melakukan cara ekstrim seperti ini untuk melindungi diri sendiri, tapi saya tidak melihat cara lain lagi, tidak melihat cara ini sebagai cara ekstrim untuk menghindari jalan di sebuah lorong gelap di kota New York jam dua pagi—melambai-lambaikan uang tunai seribu dolar. Saya akui bahwa saya menanggung sejumlah tanggung jawab untuk menjadi bijak dan melindungi diri sendiri. Kalau saya tidak peduli dengan diri sendiri, siapa lagi? Saya harus hati-hati dan bijak. Saya tidak bisa menganggap semua lelaki di luar sana memiliki pengendalian diri yang sempurna. Demi Tuhan, saya tidak punya, lalu kenapa saya harus berharap dari orang lain?

Kenapa Menikahi Sesama Muslim?

Masalah lain yang mengganggu kami adalah kita hanya dibolehkan menikah dengan pria muslim. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, lebih alami bagi seorang wanita untuk mengikuti pria daripada pria mengikuti seorang wanita. Suka atau tidak, inilah realitanya. Allah bisa saja membuatnya berbeda, tapi pada suatu saat nanti kita mengerti bahwa pasti ada alasan untuk hal ini. Mungkin untuk menjaga harmoni di keluarga, seseorang harus tunduk secara natural daripada yang lainnya—yang lebih kuat—secara umum ialah laki-laki—kenapa? Saya tidak tahu; yang satu harus begitu—kenapa bukan pria?

Bahkan filosof feminis paling intelek menyadari bahwa pria dan wanita berpikir, bertindak dan bahkan berkomunikasi dengan cara yang berbeda. Sekali lagi—inilah kenyataannya. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana kita melindungi diri sendiri—(bertahan, itu tujuan akhirnya, kan? Kita ingin bertahan di dunia ini dan bahkan melebihinya, jika bisa, agar kita bisa pindah ke hal yang lebih besar, segalanya lebih baik—bernama surga). Salah satu cara yang kita lakukan adalah dengan tidak menempatkan diri kita dalam situasi yang akan menyebabkan kita bermasalah di masa depan. Dalam hal  ini, Allah telah melakukannya untuk kita. Allah ingin melindungi agama kita. Jadi karena Kearifan-Nya yang Tak Terbatas, Dia telah melarang wanita mengizinkan hatinya untuk “ditolak pikirannya”. Dia harus bersama pria muslim (jangan salah paham karena ada banyak pria muslim yang buruk—tetapi harus pintar—kita harus memilih yang terbaik—bukan sampah kita sendiri). Jika kita melakukannya, maka masalah tersebut paling tidak akan berkurang, jika tidak hilang. Inilah karunia dari Allah. Dia telah memberikan kita atas kearifan-Nya, dan melarang bagi kita apa-apa yang akan melukai kita.

Saya telah berada di lingkungan muslim kira-kira 13 tahun; cukup lama untuk melihat wantia menikahi non-muslim—sedikit dari mereka—dan saya belum melihat satu hubungan pun yang bertahan, atau bahkan seorang dari pria yang berpindah atau menerima praktik agama istrinya (meskipun saya yakin ada, tapi pengecualian tidak pernah mengubah aturan). Dalam jangka panjang, biasanya menyebabkan bencana (pada awalanya mereka gula dan bunga—tapi bulan madu berakhir dengan tragis bagi wanita). Saya harap saya dapat mengatakannya, tapi saya sedih untuk mengatakan satu-satunya yang tidak berakhir dengan perceraian adalah tetangga saya yang setiap minggunya didatangi polisi untuk membela dirinya dari pemukulan. Sedangkan di sisi lain—saya telah melihat sebagian besar wanita Kristiani dan Yahudi menikahi pria muslim berpindah atau setidaknya menerima agama dengan pikiran terbuka dan toleran.

Seperti yang saya katakan, mungkin kita tidak suka dengan kenyataan karena tidak sesuai dengan yang ingin kita lakukan, tapi inilah kehidupan dan kita harus jalani. Saya tidak suka mengunci pintu karena takut penjahat, tapi saya tidak menghindari melakukannya dengan protes. Itu akan menjadi hal bodoh dan berbahaya. Saya berusaha menjadi bijak dan berurusan dengan apa yang ada, bukan apa yang saya ingin ada. Hukum Allah adalah hukum untuk membantu kita berurusan dengan apa yang ada.

Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2010

Catatan: Beberapa kalimat diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa sehari-hari. Selamat Hari Kartini! :D

Last modified: 23 April 2010

Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

12 responses to “Pemuja Kecantikan, Pengagum Amerika”

  1. Avatar fathimah ulya

    bagusss

    1. Avatar Ali Reza

      Terima kasihhh

  2. Avatar dewi_zenith
    dewi_zenith

    Deep.

  3. Avatar fauzhi
    fauzhi

    sip tu postnya,.

    kalo bisa dikasih tau ke seluruh wanita muslim di manapun,.

  4. Avatar Wann Zueckerberg

    Serasa ada tragedi yg menimpa saya.Wanita calon istri saya pun sampai sekarang masih mengagung2kan kecantikannya yang padahal saya lebih menuntut ketaatannya sebagai muslimah,kecerdasan dan kehormatannya.
    Ironis ya..?!

  5. Avatar firouzeh
    firouzeh

    Assalamualaikum,
    Great article!
    Boleh minta naskah aslinya? Bukannya bermaksut tidak sopan, tapi beberapa kalimat hasil terjemahan Anda sdikit membingungkan, stidaknya utk sy.
    Terima kasih banyak. :)
    Wassalam.

    1. Avatar Ali Reza

      Waalaikumsalam…

      Maaf Mbak, buru-buru nerjemahinnya ngejar tanggal 21 April :D Beberapa udah saya ganti, semoga pesannya tetep ketangkep. Terima kasih kritikannya..

  6. Avatar kie
    kie

    wawww!
    ijin share ya… ^_^

  7. Avatar dien
    dien

    Ijin Share ya…

  8. Avatar adorablemind

    assalamu’alaikum
    postingannya bagus sekali.Saya sangat setuju dan sudah lama mendiskusikan hal ini dengan teman-teman saya.Apalagi saya baru tamat SMA dan akan lanjut keperguruan tinggi diluar daerah yang pergaulannya sudah mulai bebas.Banyak kakak kelas saya yang sewaktu sma memakai jilbab,namun begitu kuliah langsung dilepas untuk mengikuti mode.Naudzubillah.
    Semoga warga muslim diIndonesia semakin diberi pencerahan.

    1. Avatar Ali Reza

      Waalaikumsalam.

      Faktanya memang banyak alasan orang pakai jilbab. Enggak enak sama orang tua karena disuruh, tuntutan sekolah/kampus, “mau-enggak-mau” alias terpaksa. Jadinya gampang lepas juga.

      Amin, terima kasih.

  9. Avatar syafiq
    syafiq

    TOOOPPP
    ane share aaahhh

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari islah

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca