Saya tidak bisa mengerti apa yang ada di otak orang-orang ini untuk membuat kampanye satu hari khusus menggambar Nabi Muhammad saw. Mereka jelas bukan muslim, tidak mengetahui sejarah asli Nabi Muhammad saw. tapi ingin membuat gambar Nabi Muhammad dalam berbagai bentuk. Satu hal yang pasti, ini merupakan bentuk permusuhan dan kebencian terhadap Islam, Nabi Muhammad saw., dan umat muslim. Saya mencoba mencari informasi mengenai latar belakang kampanye bodoh ini.
Beberapa episode terakhir kartun “South Park” milik Comedy Central yang diciptakan oleh Trey Parker dan Matt Stone selalu menampilkan tokoh yang menggambarkan Nabi Muhammad. Tak pelak, blog muslim yang bernama Revolution Muslim mengecam pembuat kartun dengan mengatakan, “Kami telah memperingati Matt dan Trey bahwa mereka melakukan hal bodoh dan mungkin akan berakhir seperti Theo Van Gogh jika menyiarkannya.” Van Gogh merupakan pembuat film asal Belanda yang tewas ditembak pada tahun 2004 setelah membuat film tentang perlakuan wanita di masyarakat muslim. “Ini bukan ancaman, tapi peringatan akan realitas yang mungkin saja terjadi pada mereka.” (Lihat: Muslim group warns ‘South Park’…)
Comedy Central pun mengubah episode kontroversial itu demi keamanan sang pembuat kartun. “Comedy Central memutuskan untuk menyensor episode. Ini merupakan hak mereka. Kami semua melayani kehendak mereka.” (Lihat: …Comedy Central censored ‘South Park’ for safety reasons)
Selain pihak kontra, tentu saja ada pihak pro yang mendukung para pembuat kartun. Bermacam-macam komentar yang saya lihat, mulai dari kebebasan kartunis sampai komentar “kalau tidak suka ‘South Park’ jangan tinggal di AS.” Tapi memang tidak pernah masuk akal jika mereka harus memasukkan figur suci agama lain. Apa hubungannya bagi mereka? Apa kepentingannya dan manfaat untuk mereka dengan memasukkan tokoh Nabi Muhammad saw.?
Salah satu pihak pro adalah Molly Norris, seniman asal Seattle. Dia mendeklarasikan “Everybody Draw Muhammad Day” pada tanggal 20 Mei 2010. Dia menciptakan poster tentang kampanye konyol itu dengan menggambar cangkir kopi, kotak pasta, tomat dan semuanya itu dianggap sebagai Nabi Muhammad.
Dalam wawancara di sebuah radio, Norris mengatakan bahwa dia mengumumkan hari itu karena “sebagai seorang kartunis, saya merasa memiliki hasrat dengan apa yang terjadi.” (Lihat: Creators of ‘Everybody Draw Muhammad Day’ drop gag…). Tapi anehnya, kegemaran dan hasrat dia berkurang. Kalau kita mengunjungi situs pribadinya (http://www.mollynorris.com/), terlihat poster tersebut dicoret-coret sendiri dan menyatakan, “I did not ‘launch’ an Everybody Draw Mohammed Day.” Tentu saja, dia terlihat ketakutan meski tidak menyangkal bahwa dia juga mengatakan, “I made this cartoon…”
Norris tidak sendirian, banyak juga yang mendukungnya di Facebook dengan membuat event (penakut akan menghapus dirinya sebagai admin) dan page (lebih aman karena tidak menampilkan admin). Seperti biasa, page tandingan pun muncul dengan nama AGAINST “Everybody Draw Mohammed Day!”
Jika kalian muslim dan nonmuslim yang menghargai agama lain, kunjungi page ini (Everybody Draw Mohammed Day!), lihat bagian kiri bawah, Report Page (Laporkan Halaman), dengan alasan Racist/hate speech. Kita lihat, apakah Facebook kembali menunjukkan ketidakadilannya?! Kalian juga bisa melakukan apapun untuk menentang hari konyol tersebut baik dengan cara menulis di blog, komentar, atau upload video. Berikut ini video resmi menjawab Draw Muhammad Day:
Hal lain yang perlu kita sadari, kami tetap mempunyai harga diri dan tidak akan melupakan agama kami! Kami menghormati keyakinan kalian meski kami tidak pernah takut. Sami Zaatari membuat grup respon bernama Honour The Prophet Muhammad Campaign!
Pertengahan bulan ini, rumah seorang kartunis Swedia yang pernah menggambar Nabi Muhammad saw. dilempari bom molotov. What do you think? I think that was awesome! Melihat kelakukan beberapa orang Barat dan mereka yang melecehkan Islam, kadang saya setuju dengan aksi yang mereka sebut sebagai terorisme. Terorisme menurut media Barat tentunya. Apakah melecehkan agama lain bukan terorisme dan pelanggaran HAM?!
Bukankah Islam agama kasih-sayang? Oh iya, tentu saja. Tapi kami juga keras terhadap orang-orang yang melawan agama ini. Kami memang lembut, tapi tidak lembek. “…keras terhadap orang-orang kafir, tapi berkasih sayang sesama mereka…” (QS. 48: 29) Kami memang keras dan akan memerangi orang yang melawan kami. Tapi tidak brutal membabi-buta. Kami punya aturan. “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. 2: 190)
Kadang kami ingin seperti nabi-nabi terdahulu, Musa, Luth, atau Nuh as. yang sudah tidak tahan dengan kelakukan umat mereka. Ingin segera rasanya menimpakan langit kepada mereka yang mengolok-olok agama ini. Tapi kami punya Nabi Muhammad saw., yang telah menutup ajaran Moses dan Jesus Christ. Beliau mengerti betul mengapa orang-orang memusuhinya. Mereka, yang memusuhi beliau, hanyalah orang-orang yang tidak tahu.
Catatan: Thanks to SyechJufry ZahraHabsye for this first-time information.








Tinggalkan Balasan ke whyfillah Batalkan balasan