Ahlusunah yang Berjuang Bersama Syiah

Ahlusunah yang Berjuang Bersama Syiah

Usman adalah seorang muslim ahlusunah. Tapi dia juga berjuang bersama kelompok militan Syiah: Hizbullah. Bagi Usman, semua itu bukanlah masalah.ย “Lebanon adalah negara saya. Saya membela tanah air. Saya ingin bergabung denganย kelompok perjuangan dan Hizbullah datang memberikan ideologi perlawanan (muqawamah),” kata Usman. Seluruh keluarganya adalah suni, tetapi mereka juga mendukung Hizbullah. “Kami tidak membicarakan isu sektarian.”

Persainganย sektarian yang merusak beberapa wilayah Timur Tengahโ€”seperti Suriah, Irak, Yaman, dan Libiaโ€”menjadi kalahย penting jika dibandingkan dengan nasionalisme rakyat Lebanon. Wilayah perbatasanย dengan Suriah merupakan wilayah pegunungan yang didominasi muslim suni.

Siang bekerja sebagai tukang ledeng, Usman mengisi malam harinya sebagai seorang prajurit di Saraya al-Muqawama (Brigade Perlawanan), sebuahย sayap militer Hizbullah yang dibentuk khusus untuk para pejuang Lebanon yang tidak dapat begitu saja masukย ke dalam Hizbullah karena keyakinannya.ย Dengan membentuk Saraya, pejuang Lebanon ahlusunah maupun Syiah dapatย melawan musuh bersama di Israel maupun Suriah.ย Bahkan bukan hanya muslim suni, kaum Kristiani juga bergabungย ke dalam Saraya.

Sami Ramadan

“Saraya al-Muqawama dibentuk untuk orang-orang non-ekstrimis,” kata Sami Ramadan, seorang perekrut suni. “Hizbullah berisikan orang-orangย religius. Tapi karena masyarakatย Lebanon bermacam-macam, kenapaย hanya Hizbullah kelompok yang dapat berjuang? Karenanyaย Hizbullah membentuk brigade ini agar semua orang bisa bergabung.”ย Senapan serbu (assault rifle) milik Usman yang diberikan oleh Hizbullah selalu dibawanya ke mana-mana. Usmanย selalu siap untuk membela tanah airnyaย dari para terorisย lokal atau bergabung dengan kelompok militer Syiah memerangi musuh di negara tetangga, Suriah.

Di Suriah, pejuang Saraya tidak bertempur di garis terdepan. Mereka membantu logistik dan menjadiย unit-unit kecil yang menyatu dengan berbagai kelompok masyarakat. Mereka mempermudahย Hizbullah untuk masuk ke wilayah suni dan Kristiani tanpa harus menghadapi risiko benturan agama.ย Seorang pejabat Hizbullah mengatakan bahwa kehadiran Saraya untuk memastikan bahwa berbagai kelompok di Suriah merasaย aman bersama Hizbullah. “Kami tidakย meremehkan musuh. Kami memiliki orang-orang khusus yang berjuang di Suriah. Saraya bukan pejuang di medan tempur.”

Baik ahlusunah, Kristen, dan berbagai kelompok lain di Saraya dilatih dalam kamp-kamp yang sama bersama muslim Syiah. Merekaย menerima pelatihan militer yang sama. Tapi setelah menyelesaikanย pelatihan, mereka akan menggunakanย nama dan seragama yang berbeda. Mereka baru bergabung di bawah bendera Hizbullah di saatย pertempuran.ย Ketika ribuan tentara Hizbullah berjuang di Suriah, mayoritas pejuang Saraya berada diย benteng pertahanan. Usman menanti panggilan menuju Suriah, meski tugasย utamanya adalah mempertahankanย wilayahnya dari desa-desa tetangga yang mendukung ISIS. “Aku ingin memerangi mereka sebelum mereka datang ke sini. Sudah menjadi tugasku untuk melawan terorisme di manapun.”

http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/lebanese-actors-and-hezbollah-militants-perform-during-the-news-photo/107817265

Meski mereka yang direkrut mendapat pelatihan militer yang sama, tapiย pejuang sesungguhnya menerima pelatihan ideologi yang berbeda. Ideologi Hizbullah berfokus pada ajaran Islam Syiah, sementara Saraya fokus pada musuh Zionis dan para takfiri, atau kelompok yang mudah mengkafirkan orang lain.

Hamza Akl Hamieh, pemimpin Brigade Benteng Lebanon di wilayah Baalbek, mengatakan para pejuangย pejuang suni Lebanon bertarung juga di Suriah bersama Hizbullah dengan mengenakan seragam mereka. Hamiehย merupakan mantan kepala Pergerakan Amal, sebuah partai politik Syiah bersenjata yang pernahย bersitegang dengan Hizbullah. Hamiehย merupakan tokoh terkenal di balik pembajakan enam pesawat selama periode 1979 dan 1982. Bergabungย dengan Hizbullah, dia membentuk Brigade Benteng agarย muslimย suni di wilayah Baalbek dapat berjuang di Suriah.

“Warga di sini adalah para pedagang yang berhubungan dengan pemerintah. Sehingga muslim suni di sini sepakat untuk memerangi ISIS,” kata Hamieh. “Di sinilah urusan hidup dan mati.”

Baalbek merupakan Situs Warisan Duniaย UNESCO yang terletak di Lembah Bekaa, sebuah kota kuno bangsa Fenesia yang pernah menjadi pusat kekuatan Hizbullah. Di era perang tahun 2006, Israel beberapa kali menyerang daerah tersebut, membunuh puluhan warga dan memaksa penduduk lainnya untuk pergi.

Banyak warga memuji Hizbullah yang berhasil membebaskan negara dari penjajahan Israel. Ideologi perlawanan di Baalbek hadir bersamaan dengan kemunculan Hizbullah.ย Meski demikian, tidak semua muslim suni di wilayah tersebut terpikat dengan Hizbullah atau yakinย bahwa Saraya memilikiย tujuan yang sama. Syekh Abd al-Hakim, seorang imam di masjid Hebarieh, mengatakan, “Kami khawatir (Hizbullah)ย memberi uang kepada para pemuda suni untuk merekrut mereka bergabung dengan Saraya al-Muqawama dan meyakinkan mereka bahwa mereka sedang berjuang melawan Israel, namun sebenarnya mereka memerangi kami. Kami sudah melawan Israel sebelum Hizbullah ada.”

Usman dan Ramadan mengakui bahwa merekaย dibayar atas jasanya di Saraya al-Muqawama. Tapi mereka tidak menerima gaji bulanan sebagaimana para pejuang Hizbullah. Target perjuangan mereka adalah para pendukung ISIS dan kelompok ekstrimis ahlusunahย lainnya.ย Tahun 2014, jumlah muslim ahlusunah yang bergabung ke dalam Saraya semakin meningkat. “Kami menyaksikan sendiri perilaku barbarisme ISIS di wilayah perbatasan. Lebih mudah bagi kami untuk melawan musuh di rumahnya sendiri, daripadaย mereka mendatangi rumah kami,” kata Sami Ramadan yakin.

Saduran: Masi, Alessandria (4 November 2015). “Christian, Sunni And Shia: Meet Hezbollah’s Non-Denominational Military Branch Defending Lebanon, Fighting In Syria”. International Business Times.ย Diakses 5 November 2015.


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

Tinggalkan komentar