Sejarah Asal Mula Azan Menurut Sunnī dan Syiah

Madrasah dan rumah muslim Syiah di Madura dibakar dan dijarah. Penyebabnya? Salah seorang yang dianggap kiai mengatakan, “Azan mereka (Syiah) itu ditambah-tambahi kalimat hayya ‘alā khair al-‘amal dan asyhadu anna ‘aliyyan waliullāh.” Benarkah azan Syiah demikian? Apakah hayya ‘alā khair al-‘amal buatan Syiah? Sebelum kita kupas kalimat azan Syiah, kita perlu mengetahui dulu sejarah pensyariatan azan.

Berasal dari bahasa Arab, ażān berarti memperdengarkan atau pemberitahuan. Sedangkan secara istilah ia merupakan gabungan zikir tertentu untuk mengumumkan waktu salat wajib. Ada beberapa bagian dalam azan: dimulai dengan kebesaran dan keesaan Allah, kerasulan Nabi Muhammad ﷺ, ajakan kepada salat dan kemenangan, dan diakhiri dengan seruan yang pertama tadi.

Dua mazhab besar dalam Islam—ahlusunah dan Syiah—ternyata punya riwayat sejarah yang berbeda tentang asal mula panggilan agung tersebut. Berikut penjelasan singkatnya.

Setelah hijrah ke Madinah, jumlah umat Islam semakin bertambah. Ada yang tinggal jauh dari masjid, ada pula yang sibuk dalam pekerjaannya. Nabi ﷺ sangat memperhatikan perkara salat. Itulah yang membuat beliau bersedih dan bingung tentang cara mengumpulkan orang untuk salat. Ada beberapa riwayat dalam Ṣaḥīḥ Bukhārī, Ṣaḥīḥ Muslim, Sunan Abū Dāwud, dan Sunan Ibnu Mājah yang mengisahkan kisah perintah azan.

Suatu hari, kaum muslimin sedang berkumpul menunggu waktu salat. Mereka lalu membahas persoalan siapa yang bisa memberi tahu waktu salat. Seseorang berkata, “Gunakan lonceng (nāqūs) seperti lonceng kaum Nasrani.” Ada lagi yang berkata, “Pakai saja tanduk (qarn) seperti kaum Yahudi,” yaitu shofar. Ada juga yang berkata, “Kibarkan bendera (rāyah) agar orang melihat dan memberitahukan yang lain.” Namun semua usulan ditolak.

Embed from Getty Images

Seorang sahabat bernama ‘Abdullāh bin Zaid bin ‘Abdi Rabbih masih memikirkan keinginan nabi tersebut. Sampai-sampai dia memimpikannya. Dalam mimpinya dia bertemu seseorang yang mengajarkan cara azan. Keesokan harinya, ‘Abdullāh langsung mendatangi nabi dan menceritakan mimpinya itu. Nabi ﷺ mengatakan mimpi itu benar.

Ternyata, Khalifah ‘Umar bin Khaṭṭāb juga memimpikan hal sama namun menyembunyikannya selama 20 hari. Itu sebabnya, ‘Umar lalu berkata, “Sebaiknya ada satu orang yang bertugas memanggil orang salat.” Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Wahai Bilāl, berdirilah. Perhatikan apa yang diperintahkan ‘Abdullāh lalu laksanakan.” Kemudian disyariatkanlah azan pertama kali pada tahun pertama hijriah.

Beda lagi dengan Syiah. Menurut mereka, azan disyariatkan Allah Swt. dan diajarkan kepada Rasulullah ﷺ melalui malaikat Jibril. Karena Allah Swt. memerintahkan salat, azan menjadi satu paket dengannya. Dalam kitab Syiah seperti Al-Kāfī dan Wasā’il ada beberapa riwayat yang mengisahkan asal muasal azan.

Semua berawal saat Rasulullah ﷺ melakukan Isra (perjalanan naik) ke langit. Kemudian Nabi saw. tiba di Baitulmakmur, sebuah tempat ibadah bagi penduduk langit. Mirip dengan Ka’bah bagi penduduk bumi. Ketika masuk waktu salat, Jibril melantunkan azan dan membaca ikamah. Rasulullah ﷺ pun kemudian maju sehingga para malaikat dan nabi bersaf-saf di belakang nabi.

Malaikat Jibril a.s. bukan satu dua kali membawakan wahyu kepada Nabi ﷺ. Riwayat lain menyebutkan kalau Jibril a.s. juga pernah turun untuk mewahyukan azan dan ikamah kepada Nabi saw. Rasulullah yang sedang bersama ‘Ali berkata, “Wahai ‘Alī, engkau mendengarnya?” ‘Alī menjawab, “Tentu.” Beliau berkata, “Engkau menghafalnya?” ‘Alī menjawab, “Ya.” Beliau ﷺ berkata, “Panggillah Bilāl dan ajarkanlah kepadanya.”


Meski punya sejarah asal mula yang berbeda, kedua mazhab punya hal yang disepakati. Seorang penyeru azan (muazin) harus muslim berakal, orangnya amanah atau adil, dan punya suara yang lantang dan merdu. Tapi yang lebih penting lagi sebenarnya, baik ahlusunah maupun Syiah sepakat kalau pengikut kedua mazhab harus segera memenuhi panggilan azan ketika mendengarnya!

⚠ Artikel ini telah dipersingkat dari artikel asli yang disusun pada tahun 2012. Artikel ini terakhir diperbarui pada bulan November 2021.


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

78 tanggapan atas “Sejarah Asal Mula Azan Menurut Sunnī dan Syiah”

  1. freddy Avatar
    freddy

    Emang asbun tuh si abdushomad,bukan cari solusi malah bikin panas.
    bagaimanapun yg dibakar dan dijarah adalah hak milik tetangganya sendiri.jadi pembakaran dan penjarahan yg dilakukan mereka tidak termasuk perbuatan sesat dan bisa diampuni?pantesan koruptor bs melenggang bebas?
    trims atas ilmunya mas Eja.

  2. hamba allah Avatar
    hamba allah

    wauuu
    sampe rusuh gitu di daerah itu yaaa

    thanks infonya yaaa

    ane juga sekedar sharing aja nih
    di Iran aja sesama muslim ga ada yg sampe rusuh, semua aman aman aja, aamiin

  3. AKMAL Avatar
    AKMAL

    AH, UMAT ISLAM BAGAI RUMPUT KERING GAMPANG TERPROVOKASI. PADAHAL YG PENTING PERBUATAN KITA APAKAH PALING BAIK. ALKISAH DI AKHIRAT ORANG ORANG TIDAK DILIHAT KTP NYA TAPI CATATANNYA SEBANYAK MANA PERBUATAN YG BAIK. MARILAH SDR SEIMAN PERBANYAK PERBUATAN YG BAIK…MINIMAL TDK MENGGANGGU ORANGLAH.

  4. ammar dalil gisting Avatar
    ammar dalil gisting

    Sangat brmanfaat sekali ustd,…. smg tulisan2 antum ini dpt mnjadi pencerah bg para pecinta kebenaran….! Amin

  5. muhammad kamal Avatar
    muhammad kamal

    pembahasan yg singkat tp mengena. Sangat bermanfaat

  6. ferick Avatar
    ferick

    andaikan ulama2 di MUI Pusat dan Daerah memaparkan dan mensosialisasikan artikel ini, insyaAllah tdk akan terjadi kejadian spt di Sampang Madura…

  7. sanusi irfan. Avatar
    sanusi irfan.

    kenapa kaum Sunni akan di-SYI’AH-KAN??silahkan bagi penganut syi’ah CARI SASARAN YG BELUM MUSLIM,misal kaum Animesme di Papua..silahkan DI-SYI’AH-KAN.Saya angkat TOPI karena SALUT BILA KAUM SYI’AH INDONESIA BERHASIL MEN-SYI’AH-KAN MEREKA.Ini yang dilakukan penganut Syi’ah di Indonesia MEN-sYI’AHKAN KAUMJ sUNNI.Pantas mereka marah dan dibakar pesantrennya seperti di Madura.saya Serukan TAHU DIRILAH KALIAN…,DAKWAH BOLEH..TAPI ADA ATURAN MAINNYA.JANGAN KALIAN SEPERTI KAUM NASRANI YANG AKAN MENG-KRESTEN-KAN ISLAM,akan tetapi penganut syi’ah MEN-SYIAH-KAN KAUM SUNNI,APA BEDA KALIAN DENGAN KAUM NASRANI, SAMA MODUS TAPI BEDA SASARAN.

    1. Ali Reza Avatar

      Maaf lho, status minoritas itu “kebanggaan”. Syiah itu mazhab dan bukan dagangan biar orang-orang pada beli. Lagi pula klaim dakwah itu bukan hanya milik golongan, mazhab, atau agama tertentu. Dulu mayoritas orang di nusantara ini bukan Islam, Mas, Hindu. Lalu namanya apa? Diislamisasi? Disunisasikan? Atau apa?

      Baca: Mazhab Minoritas, Tidak Menarik?

    2. ferick Avatar
      ferick

      tau dr mana mas sanusi kl syiah ingin mensyiahkan sunni? dan apakah dakwah cuma boleh dilakukan org2 sunni? knp org2 sunni yg mayoritas begitu “alergi dan benci” thd syiah yg minoritas bahkan sdr seiman sendiri yg sama2 memiliki Tuhan dan Nabi yg sama? sy pun dulu sunni, tp tdk ada tuh sdr2 syiah yg memaksakan sy utk berpindah ke mazhab syiah… utk kasus sampang, bukankah ketua MUI Sampang sendiri yg memberikan pernyataan provokatif bahwa syiah itu sesat dan membahayakan? dia lupa kl sesat artinya kafir, kl kafir bkn muslim/mukmin, tp org2 bermazhab syiah bersyahadat dan mereka bisa pergi ke baitullah utk berhaji, dan hanya org2 Islam yg boleh pergi ke baitullah bukan?

    3. Tasripin Adiwijaya Avatar
      Tasripin Adiwijaya

      Akhi Sanusi Irfan, dakwah itu adalah Hak Azazi Manusia, Allah SWT yang punya Alam Semesta saja sudah memberikan Hak “Freedom of Choice”, tapi ingat ada konsekwensi logisnya dan Syiah berdebat dengan siapapun tanpa ada embel-embel apapun dan saya dan jajaran keluarga semua adalah terlahir dari Ahli Sunnah Waljamaah, namun ketika aku berumur 10 tahun, keluargaku yang sedang menadakan tahlilan di Mesjid diserang oleh Kelompok yang anti tahlilan atau yang biasa disebut melakukan (bid’ah dholalah) diserang dengan senjata tajam, namun keluargaku semuanya jago silat Cimandean, sehingga yang babak belur dan berdarah-darah, cuma ga mati saja, sehingga keluargaku harus mendekam di hotel prodeo semalam saja karena tidak terbukti salah. Nah! dari peristiwa inilah, dalam mind setku, Islam kho seperti itu tidak terlihat sebagai RAHMATAN LILALAMIN atau SEBAIK-BAIKNYA UMAT YANG DIDATANGKAN ALLAH KEPADA MANUSIA, sehingga ketika di Jakarta aku melakukan pengembaraan dari Pengajian Muhamdiyah, Membaca Literatur Ahmadiyah, Buku-buku tentang DI/TII, LDII via dua sahabatku yang kecempung ke LDII, tapi tidak ada yang memuaskan alam pikiranku terakhir ada buku yang dilarang oleh KEJAGUNG buku I’DUL FITRI tulisan Isa Bugis, setelah aku baca malah aku tertarik untuk mendalaminya itu sekitar tahun 1978 s/d 1996 dan aku menemukan Preman yang mengobok-obok Islam itu adalah Muawiyah dan aku tahu bapaknya adalah Abu Sofyan yang sepanjang hidupnya baik harta dan jiwanya diperuntukkan untuk menghancurkan Islam, namun di menyerah total ketika Futuh Mekah (Namun masih dipertanyakan ke Islamannya???), sempatku baca bahwa dia juga adalah salah satu sekretaris Nabi. Sayang seribu sayan 3 (tiga) guruku yang memperkenalkannya KO ketika berdebat dengan Mazhab ahlul bayt dan aku tantang untuk diskusi dirumahku selama 3 (tiga) bulan untuk setiap 2 mingguan (Setiap Sabtu pagi) Gurunya salah seorang Dozen Pasca Sarjana dan Namanya sepertinya baru Syiah setelah dewasa, karena nama itu takkan pernah dipakai oleh Penganut Syiah. Semula aku dan kawan-kawan dari Kerukut untuk menyatakan Ajaran Syiah adalah NEPOTISME, namun setelah mendengar beberapa Nash yang menjadi andalannya dan kami juga memahaminya, seperti :

      1. Al Azhab 33, Ini tidak termasuk istri Nabi, kenapa karena bila Istri dicerai suaminya, maka dia akan kembali ke Kabilahnya atau kepada keluarganya,
      2. Al Baqarah 124 dan Luqman 13 (Ini benar-benar merupakan saringan untuk menjadi Penerus Rosulullah) dan ditafsir Nurul Qur’an diperjelas lagi.
      Rujukan kepada Nurul Qur’an, oleh Allamah Kamal Faqih Imani hal 333, QS 2: 124, Jilid 1 dari 20 jilid. Dari Ibnu Mas’ud meriwayatkan dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda ; “ Aku tidak memberikan janjiKu (Imamah) kepada keturunanmu yang zalim (si zalim) ” Ibrahim berkata: ‘ Siapakah orang-orang yang zalim yang janji-Mu tidak meliputi keturunanku?’ Allah berfirman : ‘ Siapa saja yang bersujud di hadapan berhala, berarti meninggalkanKu dan Aku tidak mengangkatnya sebagai seorang Imam.
      3. Al Maidah 67, teguran untuk menyampaikan wasiat sebagai siapa penerus Rosul.
      4, As-Syuro 23, BARTER Rosul dengan Umat Islam, beliau menyampaikan Rislah Islam ke Umat, namun juga beliau titip kepada Umat agar memberikan kasih Sayang kepada keluarganya yang sangat dekat (Isim muta’adi – superlative, diantaranya Fatimah, Ali, Hasan dan Husein), namun pada kenyataannya semuanya disakiti oleh Para Sahabat yang paling teridolakan ribuan tahun, tapi menjadikan umat ini Carut-Marut dipenghujung kehidupan Umat Islam dan semua Para Wasyi Rosul terbunuh dengan Racun yang dilakukan oleh Bani Umayyah dan Abasiyyah dan dilanjutkan oleh Umat yang sudah terkontaminasi oleh cara pandang Guru Pandahulunya (Awalaun Shohibain) dan ini tak kan berhenti kecuali cicit terakhir muncul kepermukaan Dunia untuk membuktikan Bahwa Benar Bumi ini akan diwariskan kepada SOLIHUN, sementara sekarang ini diseluruh Dunia kecuali Iran dipimpin oleh Para Zalimin, Munafikin dan Kafirin (Ini bukan Fitnah, bacalah Qur’an secara cermat). Jangan Al Qur’an wa Sunati hanya dijadikan Yel-Yel basi yang tak bermakna, disentuhpun tidak apalagi diperdalam. BIla diperdalam secara benar, maka peristiwa Sampang Jilid 1 & 2, Pengahancuran Pesantren Syiah di Purwokerto, Bangil, Bom bunuh diri dipasar-pasr Syiah dan tempat ziarah Imam Husein di Karbala tak kan pernah terjadi. Karena Rosul sudah bersabda :
      “Berahlak baiklah kalian maka pintu sorga terbuka, dan berahlak buruklah kalian, pintu NERAKA itu sudah pasti”.
      “Janganlah kalian marah, janganlah kalian marah, janganlah kalian marah”
      FirmanNya :”Janganlah kalian melakukan kerusakan di Bumi”.
      Bila hal diatas tidak menjadi perhatian, apa bedanya dengan Yahudi yang diatas kepalanya diangkat Gunung Tursina, sebagai bagian ancaman Tuhan bila Kaum Yahudi tidak melaksankan PerintahNya yang sudah disampaikan kepada Musa dan Harun dan demikian juga Muhammad dan Ali yang dudah Rosul amanatkan kepada Umat bahwa dirinya dan Ali bagaikan Harun dan Musa, namun Umat tidak menggubrisnya, karena sudah terkontaminasi oleh pendahulunya pasca Rosul wafat.

      At Taubah 122, sebagai koreksi atas hadist Rosul yang dipersipsakan oleh Umat salah, tapi dengan mengacu kepada ayat yang dimaksud, maka teori dan fakta lapangan berkesesuaian alias tidak kontradiktif
      Al Maarij 1-3, pembuktian atas permintaan azab kepada Allah SWT, karena tidak percaya, bahwa Penerus Rosul adalah ke Imam Ali, percis kaya bani Israel protes ke Musa kenapa Risalah dari Yahweh (Tuhannya Musa) dietruskan ke Harun (Sebagai Nabi), tapi Ali bukan Nabi hanya Washi penerus Rosul s/d Muhammad Al Mahdi Al Muntazhor (Imam ke12).
      An Nisa 59. Sebagai Perintah dari Allah SWT untuk taat kepada Pemimpin yang akan menjaga Al Qur’an dan Sunnah sebagaimana mestinya dan diamalkan oleh Si Pemimpin tersebut, sehingga dia adalah pantas menjadi Panutan Umat, bukan bajingan-bajingan berdarah dingin yang haus harta, tahta dan wanit (Pelajarilah sejarah secara benar) dan saya sebagai Pecinta Soekarno tak kan pernah lupa JAS MERAH (dalam arti positip bukan negatif – Darah tertumpah karena Komunis), yaitu Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah.
      An-Nisa 93, Mukmin membeunuh mukmin – Hadiahnya adalah Neraka JAHANAM forever. Jadi Renungkanlah Khalifah-khalifah yang telah meracun dan memenggal kepala Husein, mungkinkah An-Nisa 93 dianulir oleh hadist Palsu yang disispkan atas nama Rosul “IJTIHAD BENAR PAHALA 2 (DUA), IJTIHAD SALAH PAHALA 1 (SATU)”.
      Sementara Rosul sudah meberikan kaidah umum untuk menyaring Hadist yang muncul dengan ucapannya yang sederhana tapi mematikan “SEBENAR-BENAR HADIST ADALAH AL-QUR’AN” Pahamkah wahai mukmin Sejati akan ucapan Rosul tersebut, janganlah kalian sesumbar dengan murahnya untuk mengkafirkan Syiah, walaupun antum masih berkeras juga silahkan HUJATLAH KAMI SETIAP SAAT DAN INSYA ALLAH AMALAN ANTUM AKAN PINDAH KEPADA YANG DIHUJAT. Insya Allah, Adallah (Keadilan Allah SWT, itu sngat mengagumkan sekali. Salam Kasih

    4. Abu Haladi Avatar
      Abu Haladi

      Islam macam ini sama aja kaya Zionis Yahudi yang ada di Palestina, bisanya ngusir orang padahal Bumi dan Langit kan milik Allah SWT, masing-masing kita kan hanya punya Hak Guna Bangunan. Allah SWT saja menetapkan Freedom of Choice dengan segala konsekwensinya, iya ga. Mau jadi Firaun-Firaun abad Modern, pakai Sunnah sipakah Islam Anarkis, apakah Rosul mengajarkan itu? engga lah yau, tapi itu Sunnah Para Sahabat yang ga pernah taat kepada Sunnah Rosul, maka lahirlah Islam Anarkis dan bukan Rahmatan Lil alaamin, tapi tuf sidduuu fil ardi – engkau rusak alam atas perintah HAWAHU/Egoisme Syatanic. Salam

    5. Abu Haladi Avatar
      Abu Haladi

      ……..APA BEDA KALIAN DENGAN KAUM NASRANI, SAMA MODUS TAPI BEDA SASARAN…….Nah!! Kejahatan yang dilakukan PARA SAHABAT Rosul sama dengan Kejahatan yang ada di Nashoro…..Islam Awal setelah Imam Ali terbunuh, Imam Hasan terbunuh dengan racun yang disajikan Istrinya atas perintah Muawiyah si Khalifah Dhalimin dengan janji akan menikahkan dirinya dengan Yajid silaknatullah, namun setelah gugur Imam Hasan, Muawiyah ingkar janji karena dia takut anaknya diracun juga. Akhirnya sang penghianat istri Hasan, menjadi sarafi/agak ogel katanya. Karena Allah SWT telah menetapkan sebagai Realisasi al Azhab 33, 14 Maksumim dan bertindak sebagai Washi Nabi sebanyak 12 Khalifah/Amir seperti yang dituliskan dalam Shahih Buchori wa Muslim dan dilalahnya, surat dan ayat yang mengungkapkan tentang “Pemimpin” hanya ada 12 saja, yaitu :

      1. QS 9:12,
      2. QS 21:73,
      3. QS 28:5,
      4. QS 28:41,
      5. QS 32:24,
      6. QS 2:124,
      7. QS 11:17,
      8. QS 25:74,
      9. QS 46:12,
      10. QS17:71,
      11. QS 15:79,
      12. QS 36:12
      Nah, kalau sudah begini bagaimana????? Jadi benarlah Syiah adalah Islam Original atau x an abaikan info yang jelas dari qur’an ini dan tetaplah antum dipojok sana sebagai Sunni Sejati yang tak tergoyahkan dengan segala Konsekwensinya yang harus dipertanggung jawabkan di pengadilan Yaumul Qiyamah. Salam

  8. Taufiq Haddad Avatar
    Taufiq Haddad

    Bung Sanusi harusnya tidak berkoar-koar tanpa bukti? Kalau pun bukti ada, tetap itu disebut sebagian, bisa sebagian kecil, bisa sebagian besar. Tidak bisa atas dasar sebagian, lalu menghukum keseluruhan. Ini generalisasi. Saya sepakat, harusnya ada rasa saling hormat menghormati antar mazhab mengenai pendapatnya masing-masing.

    Persoalan selanjutnya, apakah berdakwah hanyalah miliki sekelompok tertentu? Saya kira tidak? Persoalan cara, saya kira itu masalah etika berdakwah

    Pernyataan anda juga sangat berbahaya, mengafirmasi sebuah tindakan kriminal, dengan mengatakan tindakan pembakaran itu pantas dilakukan terhadap masjid dan pesantren Syiah. Sementara anda sendiri belum berusaha mencoba memahami apakah persoalan mazhab yang menjadi masalahnya, ataukah persoalan lain? Faktanya persoalan mazhaba hanya dijadikan alasan untuk kepentingan kelompok lain (bias kepentingan). Saya selalu percaya, dalam banyak waktu, perbedaan agama dan keyakinan, hanyalah dipakai untuk kepentingan kelompok tertentu.

  9. mustafa kamal gus Avatar

    Aliran dalam islam yg pailing banyak adalah sekte-sekte Syiah dan sempalannya

    1. Ali Reza Avatar

      Agama di dunia yg paling banyak sekte dan sempalannya? Islam?

    2. Abu Haladi Avatar
      Abu Haladi

      Antum Salah di Suni sempalannya lebih banyak catatan Malaysia sudah mencapai 57 dan catatanku dengan nama-namanya ada 33 plus 9 yang ada di bandung jadi sudah 42 sekte dan Insya Allah akan bertambah terus, kenapa karena Umat sudah bagaikan Domba-Domba yang sudah kehilangan Pengembalanya dan Umat diserahkan sepenuhnya untuk memahami al Qur’an dan Sunnah masing-masing dan jelas akan mudah diterkam oleh musang-musang berbulu domba untuk membawa kekandangnya sesuai Rumput yang akan diberikannya dan akhirnya jadilah Islam Anarkis dan itu tak mungkin bisa diatasi. Ini adalah hasil penolakan wasiat yang akan disampaikan Rosul agar Umat tidak TERSESAT, namun wasiat itu “BATAL”, maka konsekwensi LOGISNYA adalah KESESATAN ini akan dibuktikan semakin Runyamnya untuk mengatasi Umat Ini. Percaya atau tidak, mari kita perhatikan kedepannya. Salam

    3. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Kamal Gus antum bagaikan Katak dalam Tempurung, kalau antum selalu buka Google Insya Allah akan mengetahui, bahwa sempalan yang sudah tercatat oleh teman-teman di Malaysia sudah ada 57 aliran sesat Islam (Memang Sih didalam daftar itu termasuk Syiah, tapi bagiku itu ga masalah dan di indonesia berdasarkan catatan dari Joran dan Televisi sudah ada 31 Sekte, malah Islam Sesat Eden, yang sudah ditahan dan dilepas akan tetap bertahan) dan justru di Indonesia inilah yang mudah diterkam Islam-Islam sesat (Tapi tidak termasuk Syiah tentunya), kenapa karena Umat sudah tidak terikat dan terkait dengan Ulamanya yang Kompeten alias Komprehensif, yang ada kalau mau ditelusuri secara rinci, mereka yang tampil ada yang bekas Penjahat, Mantan Narkobais yang insap, orang-orang yang pandai bicara (Orator) yang tekun baca, bisa jadi Motivator atas nama Islam dll, bukan Guru-guru yang spesifik sejak muda dan tua menghabiskan waktunya dipemahaman ad-din, sehingga Ilmunya bisa dipertanggung jawabkan dunia-akhirat dan dibuktikan dulu oleh mereka dan Masyarakat mengakuinya. Bila antum baca buku Mizanul Hikmah Jilid 1 & 2, maka akan keilhatan sekali keringnya Isi al hadist Shahih-Buchori dan Muslim..
      Selamat menikmati Ilmu aba ana dan ga pernah tertantang pola pikir sepanjang hidup antum. Bravo, quo vadis!!!!!!

  10. Haidar Avatar
    Haidar

    coba tuliskan sanad dari hadits yang sampe kepada Rasul kalo di masa rasul ada adzan seperti yang dilakukan oleh kaum syi’ah sekarang,. kalo tidak nyambung ke rosul berarti haditsnya Palsu, kalaupun nyambung harus diteliti dulu setiap rawinya, apakah yang termasuk sering bikin hadits palsu atau tidak…

    1. ferick Avatar
      ferick

      baca lg diatas :
      Demikianlah terjemahan hayya ‘alâ khair al-’amal. Di antara hadis yang menjelaskan tentang kalimat tersebut dalam azan termuat dalam Sunan Al-Baihaqî (jil. 1, hal. 424), salah satunya:

      حاتم بن إسماعيل عن جعفر بن محمد عن أبيه أن علي بن الحسين كان يقول في أذانه إذا قال حي على الفلاح قال حي على خير العمل ويقول هو الأذان الأول

      Hatim bin Ismail dari Jafar bin Muhammad dari ayahnya, sesungguhnya Ali bin Husain dalam azannya setelah mengucap hayya ‘ala al-falâh dilanjutkan dengan hayya ‘alâ khair al-’amal. Ia berkata, “Demikianlah al-adzân al-awwal.”

      “Azan pada awalnya” yang dimaksud adalah azan pada zaman rasul. Selain dari cucu nabi, Ali bin Husain, hadis juga diriwayatkan berasal dari Ibnu Umar dan Sahal bin Hunaif.

      kl dr Ali bin Husain ya sdh pasti dr bapaknya Husain bin Ali dr kakeknya Ali bin Abi Thalib dr Muhammad Rasulullah SAW

    2. Abu Haladi Avatar
      Abu Haladi

      Azan “Assholatu hoirumminan naun” Produk Umar untuk menggantikan aslinya “Hayya alla khoirul amal”, jadi mana yang Sunnah?? dan “Penyaksian kepada Kepemimpinan Ali” adalah sebagai deklarasi Pernyataan Amanat Rosul di Godirkum untuk Penetapan Imam Ali sebagai Penjaga Risalah Rosul, karena Nabi sudah berakhir pada dirinya dan Ali bukanlah Mantan Penyembah Berhala Pahami al Baqarah 124 dan Luqman 13 secara cermat dan benar. Salam

    3. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Kho, jauh-jauh nanya ke Syiah di Sunni ” Ash Sholatu khoirumminanaun” dan sholat takanuf, siapa yang ngajarin dan secara logika “Takkatuf” alternatifnya banyak, untuk permainan logika, mari saya kasih contoh :
      Imam Ja’far Shodik bin Baqir bin Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib (Imam ke 6 Syiah ) punya murid Imam Malik (cikal bakal Mazhab Maliki) dan Hanafi (Cikal Bakal Mazhab Hanafi), sementara Sholat Imam Ja’far dan Malik, irsal (Sikap ini hanya 1 alternatif – Lurus disamping kiri kanan dan tidak mungkin diluar sikap tersebut), tapi Hanafi takatuf ketika sholat, nah disini siapa yang nyeleneh dan tahukah antum siapa yang merubah sikap seperti ini, tidak lain adalah sahabat yang paling beken dan sok tahu, yang diajarin lebih pintar dari yang ngajarin, siap toh yang dimaksud ? banyak bacalah antum, insya Allah antum akan menemukan KEBENARAN YANG HAKIKI BUKAN YAN FATAMORGANA.

  11. iyong Avatar
    iyong

    saling menyalahkan syiah dan sunni sama-sama akan menghancurkan islam sebab itu tidak membangun islam tapi malah menhancurkan islam, sebaiknya ummat islam saling menyayangi. sunni jangan merasa paling benar dan syiah juga jangan merasa paling benar, ayo kita amalkan islam dalam segala kehidupan ini, agar betul nyata bahwa islam itu rahmatan lil alamiin

  12. iskandar muda Avatar
    iskandar muda

    wah klo saya masih ikut agama kakek saya Islam Ahlus sunnah wal jama’ah, karena dalam mazhab ahlus sunnah waljama’ah juga banyak waliyyullah, seperti wali songo dan para wali yang ada di pulau lain selain jawa

  13. rangga Avatar
    rangga

    siapa yg bilang syiah itu tidak sesat silahkan balas komentar saya…!!!
    perbedaan cukup jelas>>
    syiah itu ialah agam susupan yahudi…banyak persamaan didalamnya!!!
    1.syiah menganggap jibril salah memberikan wahyu kepada Rasulullah SAW???seharusnya kepada ali bin abi thalib !!!!ertanyaanya bagaiman mungkin malaikat Allah bisa salah sedangkan malaikat diciptakan dengan kemampuan yg luar biasa

    1. Ali Reza Avatar

      Berarti malaikat yg suci melakukan kesalahan selama 32 tahun? Itu keyakinan Anda yg dituduhkan kepada Syiah?

    2. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Antum ga melihat fakta lapangan, ketahuilah yang akan menghancurkan Islam adalah Salafi/Wahabi bukan Syiah, Insya Allah, Syiah tidak akan berulah, karena gurunya sudah memberikan Pandangan Yang Jitu walau tidak diucap disini, tapi nun jau disana di Irak, tempat si Pembengis Sadam Husein Pembunuh terbesar Syiah, Ayatullah Ali Sistani berunjar untuk Penganut Syiah, Yaitu :

      1. Walaupun Pengikut Kami banyak terbunuh oleh Sunni, kami tidak akan melakukan balas dendam, karena mereka (Sunni) adalah saudara kami juga,.
      2. Bila UUD dasar dibuat oleh Penjajajh (al Kuffar), maka akan kami tolak, namun bila UUD dibuat dan disetujui oleh seluruh Komunitas yang ada di Irak, maka kami akan mendukungnya.
      3. Bila saya terbunuh, maka jangan ada satu orangpun melakukan Balas Dendam atas kematian ini.

      Dari ucapan ini, maka Islam yang kami yakini adalah Defensive (Lu Jual, Gua Beli – Itupun bila punya Kapasitas dan direstui oleh Para Ulama Marja), bukan OFFENSIVE (Gua JUal gua paksa Lu beli – tidak akan pernah terjadi, kami akan pakai Sunnah Rosul – sebatas menyampaikan yang paling argumentative – selebihnya terserah antum, ikut silahkan, ga ikut – gua ga masalah – itu rannah Illahi – bukan urusan gue), tapi gue dengan keyakinan ini jauh lebih sempurna, karena gua ikut baris Kafilah – Cinta – Bukan Terorist Anarkist, yang selama ini terpampang dalam Papan Iklan yang paling Suram – Ikhwan Sampang 1 & 2, sudah tidak dinilai sebagai Manusia sebagai mana mestinya, memeberi minum anjing kehausan saja seorang PELACUR di jaman Nabi Isa, bisa dihantarkan KESURGA. och, dimana hati seorang Mukmin Sejati Indonesia memperlakukan Insan-insan yang tak berdaya karena kemiskinan dan tak punya kekuatan kecuali KEKUATAN dari ALLAH SWT, yang sekarang dan sampai Kiamat sedsang dan selalu memperhatikan Sepak Terjang dan PERI LAKU PARA MUKMININ SEJATI yang sdang berrulah????????????.

    3. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Yah, jelaslah Gua Syiah ALI yang dilindungi oleh 14 Maksumim dari Muhammad SAW s/d Muhammad al Mahdi al Muntazhar dan Eluh adalah Syiah Muawiyah yang dilindungi oleh 14 Dhalimin dari Muawiyyah bin Abi Sofyan s/d Ibrahim—–mereka adalah pembunuh keluarga Muhammad, dari Imam Hasan, Imam Zainal Abidin, Imam Baqir melalui Genocide dengan Racun. Puaskan Bravo, bergabunglah dengan Bandit-Bandit yang senilai dengan Para Penjahat Romawi melalui Konsili Nicea untuk mendeklarasikan Monotheis menjadi Trinitas dan Sebagian besar Muslim Meniadakan Deklarasi Gadir Kum melalui Kekuasaan, Pedang dan darah Pemegang Risalah Rosul yang Suci tergantikan Oleh Orang-orang Kotor yang tidak memenuhi al Baqarah 124 dan Luqman 13, An-Nisa 59 dan An-Nisa 93 dilanggar tanpa terasa seolah-olah, merekalah dalam KEBENARAN SEJATI???????????????????.

  14. rangga Avatar
    rangga

    lanjut lagi!!!
    berarti disini secara tidak langsung syiah menyalahkan Allah!!!bagaimana mungkin Allah SWT bisa salah?????

  15. rangga Avatar
    rangga

    lanjut lagi ya untuk semua saudara2ku yg dirahmati Allah!!!
    Kemiripan Dua Saudara Kembar, Syiah dan Yahudi
    Lahir dari Yahudi, menjadikan Syiah dan Yahudi memiliki banyak persamaan. Di antaranya:
    1. Yahudi telah mengubah-ubah Taurat, begitu pula Syiah, mereka punya Al-Qur’an hasil kerajinan tangan mereka yakni “Mushaf Fathimah” yang tebalnya 3 kali Al-Qur’an kaum Muslimin. Mereka menganggap ayat Al-Qur’an yang diturunkan berjumlah 17.000 ayat, dan menuduh sahabat menghapus sepuluh ribu ayat lebih.
    2. Yahudi menuduh Maryam yang suci berzina (QS. Maryam: 28), Syiah melakukan hal yang sama terhadap istri Rasulullah r ‘Aisyah—radhiallahu ‘anha—sebagaimana yang diungkapkan Al-Qummi (pembesar Syiah) dalam Tafsir Al-Qummi (II/34).
    3. Yahudi mengatakan, “Kami tidak akan disentuh oleh api neraka melainkan hanya beberapa hari saja.” (QS. Al-Baqarah: 80). Syiah lebih dahsyat lagi dengan mengatakan, “Api neraka telah diharamkan membakar setiap orang Syiah”, sebagaimana tercantum dalam kitab mereka yang dianggap suci Fashl Kitab (hal.157).
    4. Yahudi meyakini, Allah mengetahui sesuatu setelah terjadinya sesuatu itu padahal Allah tadinya tidak tahu, begitu juga dengan Syiah. Orang-orang Syiah menyebutnya sebagai akidah al bada’.
    Abu Abdillah berkata, “Seseorang belum dianggap beribadah kepada Allah sedikit pun, hingga ia mengakui adanya sifat bada’ bagi Allah.” (Ushulul Kafi fi Kitabit Tauhid: 1/331).
    Bayangkan, mereka menisbahkan kebodohan kepada Allah yang telah berfirman,
    “Katakanlah, “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib kecuali Allah.” (QS. An-Naml: 65).
    Sementara di sisi lain, mereka berkeyakinan bahwa para imam mereka mengetahui segala ilmu pengetahuan dan tak ada sedikit pun yang samar baginya.
    Al Kulaini, seorang ulama paling terpercaya di kalangan Syiah berkata di dalam bukunya, “Bab bahwa para imam mengetahui ilmu yang telah dan akan terjadi, dan tidak ada sesuatu apa pun yang tersembunyi bagi mereka.” (Al Kafi: 1/261).
    5. Yahudi berkata “Tidak layak (tidak sah) kerajaan itu melainkan di tangan keluarga Daud.” Syiah berkata, ”Tidak layak Imamah itu melainkan pada Ali dan keturunannya.”
    6. Yahudi menghalalkan darah setiap muslim. Demikian pula Syiah, mereka menghalalkan darah Ahlussunnah/Sunni.
    7. Yahudi tidak menetapkan adanya jihad hingga Allah mengutus Dajjal. Syiah Rafidhah mengatakan,”Tidak ada jihad hingga Allah mengutus Imam Mahdi datang.”
    8. Orang-orang Yahudi memberikan kepemimpinan kepada anak keturunan Nabi Harun u, bukan keturunan Nabi Musa u. Demikian pula orang-orang Syiah, mereka memberikan kepemimpinan kepada keturunan Al Husein t, bukan Al Hasan t.
    Dalam riwayat orang-orang Syiah disebutkan, dari Hisyam bin Salim, dia berkata, “Aku berkata kepada Ash-Shadiq Ja’far bin Muhammad—‘alaihimas salam, manakah yang lebih utama Al Hasan atau Al Husein?” Maka dia berkata, “Al Hasan lebih utama dari Husein.” Aku berkata, “Lalu bagaimana bisa imamah setelah Al Husein ditampuk keturunan Al Husein, bukan keturunan Al Hasan?” Maka Ja’far berkata, “Sesungguhnya Allah—Tabaraka wa Ta’ala—menyukai jika sunnah Musa dan Harun berlaku kepada Al Hasan dan Al Husein—‘alaihimas salam. Apakah engkau tidak melihat bahwasanya Musa dan Harun itu keduanya adalah nabi? Demikian pula Al Hasan dan Al Husein, keduanya adalah imam. Tapi, Allah U menjadikan nubuwwah bagi keturunan Harun, bukan Musa, walaupun Musa lebih afdhal dari Harun—‘alaihimas salam.
    9. Syiah Imamiyah menetapkan 12 imam mereka untuk menyerupai jumlah pemimpin dari kalangan Bani Israil, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al Maidah: 12.
    10. Orang-orang Yahudi membenci Jibril. Mereka mengatakan bahwa Jibril adalah musuh kita dari kalangan malaikat. Adapun Syiah berkata, Jibril telah keliru dalam menyampaikan wahyu kepada Rasulullah r. Mereka juga berkata, “Sesungguhnya Jibril u telah berkhianat ketika menyampaikan wahyu kepada Muhammad r, padahal sepantasnya dan yang lebih berhak adalah Ali bin Abi Thalib t.”
    Inilah Syiah, bagaimana bisa mereka menuduh Jibrilu berkhianat, padahal Allah I telah menyifatinya dengan al amin (yang dapat dipercaya) dalam firman-Nya, “Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al Amin (Jibril).” (QS. As-Syu’ara: 193).
    11. Yahudi sangat keras memusuhi kaum Muslimin, firman Allah I, artinya: “Pasti kamu akan dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah: 82).
    Demikian pula dengan orang-orang Syiah, sangat memusuhi ahlus sunnah waljamaah, bahkan menganggap mereka sebagai najis.
    12. Yahudi dan Syiah, keduanya tidak bersifat adil dalam memberikan kecintaan dan kebencian. Di satu sisi, Yahudi bersifat ghuluw terhadap sebagian nabi dan orang-orang shaleh mereka. Mereka menempatkannya sebagai sembahan yang diagungkan. Seperti perkataan mereka yang dikutip dalam al Qur’an, “’Uzair anak Allah.” (Qs. At-Taubah: 30). Namun di sisi lain, mereka mencela sebagian nabi dan menuduh mereka sebagai penjahat. Demikian pula dengan Syiah, Anda melihat mereka berlebih-lebihan mengagungkan Ali t dan sebagian keturunan beliau, bahkan menempatkan mereka sebagai sembahan dan berkeyakinan bahwa Allah I bersatu dalam dzat mereka. Namun di sisi lain, mereka mencela sahabat dan kaum Muslimin. Menuduh mereka munafik dan kafir.

    Meski banyak memiliki persamaan, Yahudi dan Nasrani telah selangkah lebih maju dari Syiah dalam hal etika. Ketika orang-orang Yahudi ditanya, “Siapa penganut terbaik agama kalian?” Mereka menjawab, “Sahabat-sahabat Musa.” Orang-orang Nashrani pun ditanya dengan pertanyaan yang sama, jawaban mereka, “ Para penolong ‘Isa.” Dan ketika orang-orang Syiah ditanya, “Siapa pengikut paling durhaka dari agama kalian?” Mereka menjawab, “Sahabat-sahabat Muhammad.”

    Bagi mereka firman Allah I, artinya: “Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Kitab (Taurat)? Mereka percaya kepada Jibt dan Thagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir, bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah. Dan barangsiapa dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan mendapatkan penolong baginya.” (QS. An-Nisaa’: 51-52). Al Fikrah No. 20 Tahun X/28 Jumada al Akhirah 1430 H

    1. Ali Reza Avatar

      Selamat, Anda orang kesejuta yang meng-copy-paste tuduhan di atas.

    2. Aku Avatar
      Aku

      mantap bro…mayoritas islam ddunia adalah suni..
      “jika kamu ragu antara dua yang kamu tidak tau kebenaranya dan kesalahannya ikutin suara terbanyak ato DIAM SAJA”

    3. Ali Reza Avatar

      Anjuran siapa untuk mengikuti suara terbanyak?

    4. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Rangga, anda memang bagaikan KATAK dalam DRUM dan sudah tercekoki oleh bandit-bandit yang berpihak kepada Bani Umayyah dan Abassiyah, nah sebelum tahu yanh lebih rinci baca Adu Argumentasi antara Anak Abubakar (Muhammad bin Abubakar) dengan Muawiyah, siapa yang melakukan Coup d’tat itu sebenarnya :
      Berikut isi Surat tersebut:
      Surat Muhammad bin Abu Bakar kepada Mu’awiyah:
      Bismillahirrahmanirrahim.
      Dari Muhammad bin Abu Bakar.
      Kepada si tersesat Mu’awiyah bin Shakhr.
      Salam kepada penyerah diri dan yang taat kepada Allah!
      Amma ba’du, sesungguhnya Allah SWT, dengan keagungan dan kekuasaan-Nya, mencipta makhluk¬Nya tanpa main¬main. Tiada celah kelemahan dalam kekuatan¬Nya. Tidak berhajat Ia terhadap hamba¬Nya. Ia mencipta mereka untuk mengabdi kepada¬Nya
      Ia menjadikan mereka orang yang tersesat atau orang yang lurus, orang yang malang dan orang
      yang beruntung.

      Kemudian, dari antara mereka, Ia Yang Mahatahu memilih dan mengkhususkan Muhammad saw dengan pengetahuan ¬Nya. Ia jualah yang memilih Muhammad saw berdasarkan ilmu¬Nya sendiri untuk menyampaikan risalah¬Nya dan mengemban wahyu¬Nya. Ia mengutusnya sebagai Rasul dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
      Dan orang pertama yang menjawab dan mewakilinya, menaatinya, mengimaninya, membenarkannya, menyerahkan diri kepada Allah dan menerima Islam sebagai agamanya ¬adalah saudaranya dan misannya Ali bin Abi Thalib¬ yang membenarkan yang ghaib. Ali mengutamakannya dari semua kesayangannya, menjaganya pada setiap ketakutan, membantunya dengan dirinya sendiri pada saat¬saat mengerikan, memerangi perangnya, berdamai demi perdamaiannya, melindungi Rasul dengan jiwa raganya siang maupun malam, menemaninya pada saat¬saat yang menggetarkan, kelaparan serta dihinakan. Jelas tiada yang setara dengannya dalam berjihad, tiada yang dapat menandinginya di antara para pengikut dan tiada yang mendekatinya dalam amal perbuatannya
      Dan saya heran melihat engkau hendak menandinginya! Engkau adalah engkau! Sejak awal Ali unggul dalam setiap kebajikan, paling tulus dalam niat, keturunannya paling bagus, isterinya adalah wanita utama, dan pamannya (Ja’far) syahid di Perang Mu ’tah. Dan seorang pamannya lagi (Hamzah) adalah penghulu para syuhada perang Uhud, ayahnya adalah penyokong Rasul Allah saw dan isterinya
      Dan engkau adalah orang terlaknat, anak orang terkutuk. Tiada hentinya engkau dan ayahmu menghalangi jalan Rasul Allah saw. Kamu berdua berjihad untuk memadamkan nur Ilahi, dan kamu berdua melakukannya dengan menghasut dan menghimpun manusia, menggunakan kekayaan dan mempertengkarkan berbagai suku. Dalam keadaan demikian ayahmu mati. Dan
      engkau melanjutkan perbuatannya seperti itu pula.

      Dan saksi¬saksi perbuatan Anda adalah orang¬orang yang meminta-¬minta perlindungan Anda, yaitu dari kelompok musuh Rasul yang pemberontak, kelompok pemimpin¬pemimpin yang munafik dan pemecah belah dalam melawan Rasul Allah saw
      Sebaliknya sebagai saksi bagi Ali dengan keutamaannya yang terang dan keterdahuluannya (dalam Islam) adalah penolong¬penolongnya yang keutamaan mereka telah disebut dalam Al¬ Qur’an, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Dan mereka itu merupakan pasukan yang berada di sekitarnya dengan pedang¬pedang mereka dan siap menumpahkan darah mereka untuknya. Mereka melihat keutamaan pada dirinya yang patut ditaati, dan malapetaka bila mengingkarinya
      Maka mengapa, hai ahli neraka, engkau menyamakan dirimu dengan Ali, sedang dia adalah pewaris (warits ) dan pelaksana wasiat (Washi) Rasul Allah saw, ayah anak¬anak (Rasul), pengikut pertama dan yang terakhir menyaksikan Rasul, teman berbincang, penyimpan rahasia dan serikat Rasul dalam urusannya. Dan Rasul memberitahukan pekerjaan beliau kepadanya,
      sedang engkau adalah musuh dan anak dari musuh beliau.

      Tiada peduli keuntungan apa pun yang kau peroleh dari kefasikanmu di dunia ini dan bahkan Ibnu ’l¬Ash menghanyutkan engkau dalam kesesatanmu, akan tampak bahwa waktumu berakhir sudah dan kelicikanmu tidak akan ampuh lagi. Maka akan jadi jelas bagimu siapa yang akan memiliki masa depan yang mulia. Engkau tidak mempunyai harapan akan pertolongan Allah,
      yang tidak engkau pikirkan.

      Kepada¬Nya engkau berbuat licik. Allah menunggu untuk menghadangmu, tetapi kesombonganmu membuat engkau jauh dari Dia.
      Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk yang benar
      .Jawaban Mu’awiyah kepada Muhammad bin Abu Bakar:
      Dari Mu ’awiyah bin Abu Sufyan.
      Kepada Pencerca ayahnya sendiri, Muhammad bin Abu Bakar .
      Salam kepada yang taat kepada Allah.
      Telah sampai kepadaku suratmu, yang menyebut Allah Yang Mahakuasa dan Nabi pilihan¬Nya dengan kata¬kata yang engkau rangkaikan. Pandanganmu lemah. Engkau mencerca ayahmu. Engkau menyebut hak Ibnu Abi Thalib dan keterdahuluan serta kekerabatannya dengan Nabi Allah saw dan bantuan serta pertolongannya kepada Nabi pada tiap keadaan genting.
      Engkau juga berhujah dengan keutamaan orang lain dan bukan dengan keutamaanmu. Aneh,
      engkau malah mengalihkan keutamaanmu kepada orang lain.

      Di zaman Nabi saw, kami dan ayahmu telah melihat dan tidak memungkiri hak Ibnu Abi Thalib.
      Keutamaannya jauh di atas kami.

      Dan Allah SWT memilih dan mengutamakan Nabi sesuai janji¬Nya. Dan melalui Nabi Ia menyampaikan dakwah¬Nya dan memperoleh hujah¬Nya. Kemudian Allah mengambil Nabi ke sisi¬Nya
      Ayahmu dan Faruq¬nya (Umar ) adalah orang¬orang pertama yang merampas haknya (ibtazza). Hal ini diketahui umum.
      Kemudian mereka mengajak Ali membaiat Abu Bakar tetapi Ali menunda dan memperlambatnya. Mereka marah sekali dan bertindak kasar. Hasrat mereka bertambah besar. Akhirnya Ali membaiat Abu Bakar dan berdamai dengan mereka berdua.
      Mereka berdua tidak mengajak Ali dalam pemerintahan mereka. Tidak juga mereka menyampaikan kepadanya rahasia mereka, sampai mereka berdua meninggal dan berakhirlah kekuasaan mereka
      Kemudian bangkitlah orang ketiga, yaitu Utsman yang menuruti tuntunan mereka. Kau dan temanmu berbicara tentang kerusakan ¬kerusakan yang dilakukan Utsman agar orang¬-orang yang berdosa di propinsi ¬propinsi mengembangkan maksud¬ maksud buruk terhadapnya dan engkau bangkit melawannya. Engkau menunjukkan permusuhanmu kepadanya untuk mencapai keinginan-¬keinginanmu sendiri.
      Hai putra Abu Bakar, berhati¬hatilah atas apa yang engkau lakukan. Jangan menempatkan dirimu melebihi apa yang dapat engkau urusi. Engkau tidak akan dapat menemukan seseorang yang mempunyai kesabaran yang lebih besar dari gunung, yang tidak pernah menyerah kepada suatu peristiwa. Tak ada yang dapat menyamainya
      .
      Ayahmu bekerja sama dengan dia dan mengukuhkan kekuasaannya. Bila kamu katakan bahwa tindakanmu benar, (maka ketahuilah) ayahmulah yang mengambil alih kekuasaan ini dan kami menjadi sekutunya. Apabila ayahmu tidak melakukan hal ini, maka kami tidak akan sampai menentang anak Abu Thalib dan kami akan sudah menyerah kepadanya
      Tetapi kami melihat bahwa ayahmu memperlakukan dia seperti ini di hadapan kami, dan kami pun mengikutinya; maka cacat apa pun yang akan kau dapatkan, arahkanlah itu kepada ayahmu sendiri, atau berhentilah dari turut campur.
      Serapih-rapihnya menyimpan bangkai, maka akhirnya ketangkap juga siapa yang melakukan MAKAR AWAL terhadap Pemegang Risalah Muhammad SAW. Peny.
      Salam bagi dia yang kembali.

  16. rangga Avatar
    rangga

    mari kita renungkan wahai saudara2ku!!!
    syiah is not muslim!!!
    Allahu akbar!!!
    allahumashali ala sayyidina muhammad!!!!

    1. Sekar Wisesa Avatar
      Sekar Wisesa

      Wong shalawat yang benar saja ga bisa kok mengaku muslim yang sebenarnya..

    2. ja'far Avatar
      ja’far

      1 kali kami klarifikasi, beribu kebohongan kalian hadirkan lagi, ironi yang kronis.
      jadi, siapa disini yang mengada-adakan (kebohongan) *inspiring Qur’an : 16:105*

    3. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Shalawat antum itu batro alias melayang-layang ga bisa masuk ke langit, malu ach ngucapinnya, makanya kenal dulu Syiah pasti ngucap shalawatnya pasti benar “Allahumashalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad, nah ini yang nyampai ke sidratul muntaha”

  17. ja'far Avatar
    ja’far

    1 kali kami klarifikasi, beribu kebohongan kalian hadirkan lagi, ironi yang kronis.
    jadi, siapa disini yang mengada-adakan (kebohongan) *inspiring Qur’an : 16:105*

  18. bob Avatar
    bob

    Bagi kita orang Islam, mau dijelaskan bagaimana lagi tentang FAKTA keyakinan Syiah bahwa Allah SWT saja lemah dan pelupa, tidak seperti ketinggian dan kesucian imam2 mereka (yang berdasarkan kitab mereka Ushulul Kafi, mengetahui segala sesuatu, termasuk masa datang, hal2 gaib, tidak mungkin salah, menunggu datangnya kitab suci baru, dll), bukan merupakan ajaran sesat? (bertentangan dengan Alquran)? Itu belum termasuk yang lain ….

  19. bob Avatar
    bob

    O ya, jika ada orang yang membuka sesatnya inti-inti ajaran Syiah menurut kitab Syiah sendiri, sehingga jelaslah mana yang benar dan yang salah, para penganut Syiah biasanya berkata itu bohong … itu fitnah … dll, tanpa menghadirkan fakta yang mendukung penyangkalan mereka. Anda tahu kenapa? Karena jika fakta tentang ajaran Syiah mereka hadirkan apa adanya, akan semakin tampaklah begitu membingungkan dan menyimpangnya ajaran mereka dari Alquran dan hadist.
    Kalaulah hanya sebuah perkataan tanpa rujukan Alquran dan hadist, apalah maknanya …

    1. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Wawasan antum masih cetek, coba baca buku-buku :
      1. Mizanul Hikmah Jilidc 1&2,
      2. Najhul Balaghah.
      3. Madinah Balaghah.
      4. Tanyalah pada Ahlinya.
      5. The Hidden Truth,
      masna mungkin ucapan-uacapan Rosul bisa menyesatkan, malah setelah baca buku itu maka baca Hadist Buchori dan Muslim terasa gersang, bagaikan panasnya gurun. Boleh buktikan.

      Rujukan Qur’an, kalau maknanya sudah disumirkan, maka hasilnya menjadi Salafi/Wahabi yang membuat Umat jadi Fundamentalist-Terrosit, bagaimana ? ini bukan Fitnah tapi bukti di Lapangan dan fakta yang nyata. Contoh yang nyata lihat Asy-Syura 23, kenapa “Al-Qurba”, diterjemahkan “Dalam Kekerabatan”, kan ga nyambung dengan maksud sebenarnya, disitu kan nilainya trade off (Tukar Guling) – Gua kasih Lu sesuatu, Lu kasih sayang ke keluargaku, kalau diterjemahkankan seperti itu, maka kembali Umat Yang Cerdas dan proaktif akan bertanya, Siapa yang dimaksud Keluarga Muhammad dan bagimana kehidupannya, yang mayoritas “Keluar – Masuk Bui, tanpa melakukan Kesalahan apapun, yang ujung-ujungnya menghadapi kematian juga – alias Koit (80%) via RACUN”—- Bandit-banditnya ada;lah Bani Umayyah dan Abassiyah, kenapa demikian bacalah diskusi ini dan simpulkan siapa sebetulnya melakukan KEJAHATAN AWAL.
      Berikut isi Surat tersebut:
      Surat Muhammad bin Abu Bakar kepada Mu’awiyah:
      Bismillahirrahmanirrahim.
      Dari Muhammad bin Abu Bakar.
      Kepada si tersesat Mu’awiyah bin Shakhr.
      Salam kepada penyerah diri dan yang taat kepada Allah!
      Amma ba’du, sesungguhnya Allah SWT, dengan keagungan dan kekuasaan-Nya, mencipta makhluk¬Nya tanpa main¬main. Tiada celah kelemahan dalam kekuatan¬Nya. Tidak berhajat Ia terhadap hamba¬Nya. Ia mencipta mereka untuk mengabdi kepada¬Nya
      Ia menjadikan mereka orang yang tersesat atau orang yang lurus, orang yang malang dan orang
      yang beruntung.

      Kemudian, dari antara mereka, Ia Yang Mahatahu memilih dan mengkhususkan Muhammad saw dengan pengetahuan ¬Nya. Ia jualah yang memilih Muhammad saw berdasarkan ilmu¬Nya sendiri untuk menyampaikan risalah¬Nya dan mengemban wahyu¬Nya. Ia mengutusnya sebagai Rasul dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan
      Dan orang pertama yang menjawab dan mewakilinya, menaatinya, mengimaninya, membenarkannya, menyerahkan diri kepada Allah dan menerima Islam sebagai agamanya ¬adalah saudaranya dan misannya Ali bin Abi Thalib¬ yang membenarkan yang ghaib. Ali mengutamakannya dari semua kesayangannya, menjaganya pada setiap ketakutan, membantunya dengan dirinya sendiri pada saat¬saat mengerikan, memerangi perangnya, berdamai demi perdamaiannya, melindungi Rasul dengan jiwa raganya siang maupun malam, menemaninya pada saat¬saat yang menggetarkan, kelaparan serta dihinakan. Jelas tiada yang setara dengannya dalam berjihad, tiada yang dapat menandinginya di antara para pengikut dan tiada yang mendekatinya dalam amal perbuatannya
      Dan saya heran melihat engkau hendak menandinginya! Engkau adalah engkau! Sejak awal Ali unggul dalam setiap kebajikan, paling tulus dalam niat, keturunannya paling bagus, isterinya adalah wanita utama, dan pamannya (Ja’far) syahid di Perang Mu ’tah. Dan seorang pamannya lagi (Hamzah) adalah penghulu para syuhada perang Uhud, ayahnya adalah penyokong Rasul Allah saw dan isterinya
      Dan engkau adalah orang terlaknat, anak orang terkutuk. Tiada hentinya engkau dan ayahmu menghalangi jalan Rasul Allah saw. Kamu berdua berjihad untuk memadamkan nur Ilahi, dan kamu berdua melakukannya dengan menghasut dan menghimpun manusia, menggunakan kekayaan dan mempertengkarkan berbagai suku. Dalam keadaan demikian ayahmu mati. Dan
      engkau melanjutkan perbuatannya seperti itu pula.

      Dan saksi¬saksi perbuatan Anda adalah orang¬orang yang meminta-¬minta perlindungan Anda, yaitu dari kelompok musuh Rasul yang pemberontak, kelompok pemimpin¬pemimpin yang munafik dan pemecah belah dalam melawan Rasul Allah saw
      Sebaliknya sebagai saksi bagi Ali dengan keutamaannya yang terang dan keterdahuluannya (dalam Islam) adalah penolong¬penolongnya yang keutamaan mereka telah disebut dalam Al¬ Qur’an, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Dan mereka itu merupakan pasukan yang berada di sekitarnya dengan pedang¬pedang mereka dan siap menumpahkan darah mereka untuknya. Mereka melihat keutamaan pada dirinya yang patut ditaati, dan malapetaka bila mengingkarinya
      Maka mengapa, hai ahli neraka, engkau menyamakan dirimu dengan Ali, sedang dia adalah pewaris (warits ) dan pelaksana wasiat (Washi) Rasul Allah saw, ayah anak¬anak (Rasul), pengikut pertama dan yang terakhir menyaksikan Rasul, teman berbincang, penyimpan rahasia dan serikat Rasul dalam urusannya. Dan Rasul memberitahukan pekerjaan beliau kepadanya,
      sedang engkau adalah musuh dan anak dari musuh beliau.

      Tiada peduli keuntungan apa pun yang kau peroleh dari kefasikanmu di dunia ini dan bahkan Ibnu ’l¬Ash menghanyutkan engkau dalam kesesatanmu, akan tampak bahwa waktumu berakhir sudah dan kelicikanmu tidak akan ampuh lagi. Maka akan jadi jelas bagimu siapa yang akan memiliki masa depan yang mulia. Engkau tidak mempunyai harapan akan pertolongan Allah,
      yang tidak engkau pikirkan.

      Kepada¬Nya engkau berbuat licik. Allah menunggu untuk menghadangmu, tetapi kesombonganmu membuat engkau jauh dari Dia.
      Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk yang benar
      .Jawaban Mu’awiyah kepada Muhammad bin Abu Bakar:
      Dari Mu ’awiyah bin Abu Sufyan.
      Kepada Pencerca ayahnya sendiri, Muhammad bin Abu Bakar .
      Salam kepada yang taat kepada Allah.
      Telah sampai kepadaku suratmu, yang menyebut Allah Yang Mahakuasa dan Nabi pilihan¬Nya dengan kata¬kata yang engkau rangkaikan. Pandanganmu lemah. Engkau mencerca ayahmu. Engkau menyebut hak Ibnu Abi Thalib dan keterdahuluan serta kekerabatannya dengan Nabi Allah saw dan bantuan serta pertolongannya kepada Nabi pada tiap keadaan genting.
      Engkau juga berhujah dengan keutamaan orang lain dan bukan dengan keutamaanmu. Aneh,
      engkau malah mengalihkan keutamaanmu kepada orang lain.

      Di zaman Nabi saw, kami dan ayahmu telah melihat dan tidak memungkiri hak Ibnu Abi Thalib.
      Keutamaannya jauh di atas kami.

      Dan Allah SWT memilih dan mengutamakan Nabi sesuai janji¬Nya. Dan melalui Nabi Ia menyampaikan dakwah¬Nya dan memperoleh hujah¬Nya. Kemudian Allah mengambil Nabi ke sisi¬Nya
      Ayahmu dan Faruq¬nya (Umar ) adalah orang¬orang pertama yang merampas haknya (ibtazza). Hal ini diketahui umum.
      Kemudian mereka mengajak Ali membaiat Abu Bakar tetapi Ali menunda dan memperlambatnya. Mereka marah sekali dan bertindak kasar. Hasrat mereka bertambah besar. Akhirnya Ali membaiat Abu Bakar dan berdamai dengan mereka berdua.
      Mereka berdua tidak mengajak Ali dalam pemerintahan mereka. Tidak juga mereka menyampaikan kepadanya rahasia mereka, sampai mereka berdua meninggal dan berakhirlah kekuasaan mereka
      Kemudian bangkitlah orang ketiga, yaitu Utsman yang menuruti tuntunan mereka. Kau dan temanmu berbicara tentang kerusakan ¬kerusakan yang dilakukan Utsman agar orang¬-orang yang berdosa di propinsi ¬propinsi mengembangkan maksud¬ maksud buruk terhadapnya dan engkau bangkit melawannya. Engkau menunjukkan permusuhanmu kepadanya untuk mencapai keinginan-¬keinginanmu sendiri.
      Hai putra Abu Bakar, berhati¬hatilah atas apa yang engkau lakukan. Jangan menempatkan dirimu melebihi apa yang dapat engkau urusi. Engkau tidak akan dapat menemukan seseorang yang mempunyai kesabaran yang lebih besar dari gunung, yang tidak pernah menyerah kepada suatu peristiwa. Tak ada yang dapat menyamainya
      .
      Ayahmu bekerja sama dengan dia dan mengukuhkan kekuasaannya. Bila kamu katakan bahwa tindakanmu benar, (maka ketahuilah) ayahmulah yang mengambil alih kekuasaan ini dan kami menjadi sekutunya. Apabila ayahmu tidak melakukan hal ini, maka kami tidak akan sampai menentang anak Abu Thalib dan kami akan sudah menyerah kepadanya
      Tetapi kami melihat bahwa ayahmu memperlakukan dia seperti ini di hadapan kami, dan kami pun mengikutinya; maka cacat apa pun yang akan kau dapatkan, arahkanlah itu kepada ayahmu sendiri, atau berhentilah dari turut campur.
      Serapih-rapihnya menyimpan bangkai, maka akhirnya ketangkap juga siapa yang melakukan MAKAR AWAL terhadap Pemegang Risalah Muhammad SAW. Peny.
      Salam bagi dia yang kembali.

  20. Tasripin Adiwijaya Avatar
    Tasripin Adiwijaya

    Jawabanku sederhana saja :

    Al A’robu asyaddu qufron wanifaqo, Arab itu sekufur-kufurnya dan semunafik-munafik
    Baca Al Baqarah 124 dan Luqman 13,
    Rujukan kepada Nurul Qur’an, oleh Allamah Kamal Faqih Imani hal 333, QS 2: 124, Jilid 1 dari 20 jilid. Dari Ibnu Mas’ud meriwayatkan dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda ; “ Aku tidak memberikan janjiKu (Imamah) kepada keturunanmu yang zalim (si zalim) ” Ibrahim berkata: ‘ Siapakah orang-orang yang zalim yang janji-Mu tidak meliputi keturunanku?’ Allah berfirman : ‘ Siapa saja yang bersujud di hadapan berhala, berarti meninggalkanKu dan Aku tidak mengangkatnya sebagai seorang Imam.

    Islam terbagi 2 (dua), yaitu :

    Islam dibawah Naungan 14 Maksumim, yaitu :
    1. Muhammad saw
    2. Fatimah
    3. ALI BIN ABI THALIB
    4. HASAN AL MUJTABA
    5. HUSEIN ASY SYUHADA
    6. ALI ZAINAL ABIDIN AS-SAJJAD
    7. MUHAMMAD AL BAQIR
    8. JA’FAR SHODIK
    9. MUSA AL KAZIM
    10. ALI RIDHO
    11. MUHAMMAD AL-JAWAD
    12. ALI AL-HADI
    13. HASAN AL ASKARI
    14. MUHAMMAD AL MAHDI AL MUNTAZHAR,
    Diwakili oleh Islam Syiah Ali (Syiah).

    Islam dibawah Naungan 14 Dhalimin, yaitu :

    1. MUAWIYYAH BIN ABI SOFYAN
    2. YAJID 1
    3. MUAWIYYAH II
    4. MARWAN I
    5. ABDUL MALIK
    6. AL WALIDI
    7. SULAIMAN
    8. UMAR BIN ABDUL AZIS
    9. YAJID II
    10. HISYAM
    11. AL-WALID II
    12. YAJID III
    13. IBRAHIM
    14. MARWAN II

    Diulanjut oleh Bani Abasiyah dari 1. Abu Abas s/d 37. Muktasim, dilanjut ke Osmaniyah

    Dibawah Naungan Para Khalifah Pembunuh Zuriyat Rosul yaitu :
    Para Imam yang dibunuh oleh Bani Umayyah berkuasa sebagai Amiril Mukmini adalah
    1. Imam Hasan, 2. Imam Husein, 3. Imam Zainal Abidin, 4 Imam Baqir.

    Adapun Para Imam yang dibunuh dengan racun oleh Bani Abasiyah, walaupun masih sepupu dengan Rosul namun Ahlaknya lebih brutal dan Rusak, yaitu :

    1. Imam Ja’far Shodik, 2. JA’FAR SHODIK,3. MUSA AL KAZIM, 4.Imam ALI RIDHO, 5.MUHAMMAD AL-JAWAD, 6. Imam ALI AL-HADI, 7. Imam HASAN AL ASKARI

    Dibawaha naungan Para Dhalimin terhadap keluarga Rosul, lahirlah :

    1. Mazhab maliki, 2. Mazhab hanafi, 3. Mazhab syafe’i, 4. Mazhab hanbali ,
    Sempalan sunni ; Ahmadiyah

    Renungkan juga tulisan dibawah ini ;
    Menyembunyikan kebenaran tidak hanya yang berkaitan dengan Nabi SAW.orang – orang yang menyembunyikan kebenaran mengenai para penerus kebeneran (para imam ma’sum as) setelah nabi Muhammad saw pun, akan menerima siksa yang sama juga. Yaitu, orang – orang yang telah menyembunyikan seruan Rasulullah di Ghadir Khum dan menghapuskannya dalam sejarah dan kitab – kitab tafsir mereka serta menodai ayat – ayat al Quran (semisal Asy syura 23, al qurba yang seharusnya keluargaku, menjadi “dalam kekerabatan”, pengutip) dengan pembenaran mereka sendiri untuk menyesatkan kaum muslimin terhadap sekelompok orang tertentu selain para imam maksum, telah dipandang sebagai menyembunyikan kebenaran juga. Tafsir Nurul Quran jilid 2 dari 20, QS 2:174 – 176, hal 51.

    Inilah Ucapan Imam yang lahir dari KEBENARAN yang HAKIKI Imam Ali kW. :

    Sesungguhnya awal terjadinya fitnah adalah hawa nafsu yang dituruti, dan hukum (yang diada-adakan) yang bertentangan dengan kitab Allah. Sedang pelaksana hukumnya adalah seorang yang tidak berlandaskan kepada aturan agama Allah SWT *). Seandainya kebatilan itu kecampur dengan kebenaran, maka tidak akan samar lagi bagi orang yang mendatanginya. Dan seandainya kebenaran itu murni dari samarnya kebatilan, maka bungkamlah mulu-mulut penentangnya. Namun diambil sebagian dari kebenaran dan sebagian dari kebatilan, kemudian dicampur aduk antara keduanya, dan disitulah syeitan mulai memperdaya para pengikutnya. Dan hanya orang-orang yang mendapatkan petunjuk ke arah kebaikan dari Allah SWT yang akan selamat dari tipu dayanya. Hadist No. 7 dari 40 Hadist Imam Ali kW. (Buku Hadist 14 Maksumim @ 40 hadist = 540 Hadist, FATIH GüVEN).

    Karena disini tidak bisa dibuatkan gambarnya, maka saya jelaskan dengan ilustrasi sbb :
    Segitiga putih tegak keatas, sebagai Al Haq.
    Segitiga Hitam tegak kebawah dengan garis dasarnya sama disebut Al Bathil,
    karena adanya Hadist Palsu diyakini sebagai Asli, maka dengan sendirinya segitiga hitam yang terbalik bergerak keatas dan membentuklah DAVID STAR, yang artinya sipatpun sama seperti YAHUDI, merasa benar sendiri, aroganisme membahana, contoh sederhana di Indonesia adalah Peristiwa Sampang Jilid 1 & 2.

    Sementara Al Qur’an wa Sunati hanya sampai ditegorokannya saja dan aku bersumpah atas keyakinan ini, sebab kalau mereka tahu akan Hadist dan Nash, pastilah mereka tak kan pernah melakukannya, kecuali Sunnah Para Sahabat yang sudah melakukan pembangkangan kepada Rosul :

    1. Al Hadist : Berahlak baiklah kalian, maka pintu Surga terbuka dan berahlak buruklah kalian, maka NERAKA itu pasti.
    2. Janganlah kalian marah,janganlah kalian marah, janganlah kalian marah,

    FirmanNya : Janganlah kalian melakukan kerusakan di Bumi. Sadarkah kalian wahai Para Mukmin sejati atas Ucapanmu adakah al Qur’an dihatimu

    Adapun maksud dari pada segitiga al haq, adalah merupakan kumpulan hadist-hadist yang benar-benar dari rasulullah yang dinaungi oleh para maksumim (ada 14) disepanjang hidup mereka.
    Sedangkan segitiga bathil adalah sekumpulan hadist yang dinisbathkan kepada Rosulullah atau kumpulan hadist palsu yang diproduksi oleh Bani Umayyah dan dirawat oleh para dhalimin (ada 14), diteruskan oleh Bani Abasiyyah, Osmani dan sampailah kemayoritas umat saat ini.
    Bila umat meyakini bahwa yang bathil Penjelasan :
    Adapun maksud dari pada segitiga al haq, adalah merupakan kumpulan hadist-hadist yang benar-benar dari rasulullah yang dinaungi oleh para maksumim (ada 14) disepanjang hidup mereka.
    Sedangkan segitiga bathil adalah sekumpulan hadist yang dinisbathkan kepada rosulullah atau kumpulan hadist palsu yang diproduksi oleh bani umayyah dan dirawat oleh para dhalimin (ada 14), diteruskan oleh bani abasiyyah, Osmani dan sampailah kemayoritas umat saat ini.
    Bila umat meyakini bahwa yang bathil juga adalah dari rosulullah, maka dengan sendirinya dalam hati mereka sudah tertanam bintang david dan Insya Allah sipatpun akan menyamai seperti Yahudi, merasa benar sendiri, sipatpun anarkis dan dilapangan dengan mudah sekali terlihat aroganismenya dan ini akan berlangsung terus, malah kaum ulamanya tidak akan pernah mampu mengatasinya, karena satu sama lainnya tidak merasa dalam satu keyakinan yang komprehensif. Jalan masing-masing dan sepanjang hidupnya tidak terbimbing oleh ulama yang kompeten

    Note *) Tidak memenuhi Al Baqarah 124 dan Luqman 13, Peny.

  21. Tasripin Adiwijaya Avatar
    Tasripin Adiwijaya

    Untuk Para Mukmin sejati, pernahkah anda melihat Filmnya Muhtar untuk mengecoh tentara yang berpihak ke Imam Husein, dimana Ibnu Ziyad sebagai Gubernur Basrah, didepan tumpukan Perak dan Emas berdo’a khusu ke Allah SWT agar uang sogokannya mantap kena sasaran dan sekaligus mengintimidasi dengan janji “Money Politic”, kepada para istri prajurit yang akan melawan kroni-kroni Muawiyah sebagai balas dendam atas kematian Husein bin Ali bin Abi Thalib, dan ternyata berhasil dimana satu-persatu prajurit meninggalkan medan laga, sehingga Akil bin Muslim sebagai utusan Imam Husein dengan mudahnya dibunuh oleh tentara Ibnu Ziyad dan inilaha cuplikan dari sejarah tentang Para Sahabat dan istri Nabi (Aisyah) :
    Abubakar, merebut Tanah Fadak dan menghentikan Khumus kepada keluarga Rosul, ini berlawanan dengan al Qur’an.
    Umar bin Khatab menyergah Rosul untuk tidak berwasiat kepada Umat, ini sudah melawan al-Qur’an dan tidak menghormati Hak Rosul yang diperintahkan Allah Swt untuk memberikan wasiat kepada siapapun, bila ajal sudah mendekatinya dan saya yakin detik kematiannya tidak seperti manusia biasa, pasti dengan kesadaran penuh dan patuh terhadap perintahNya, namun sayang Umar bin Khatab, manusia genius???? yang melebihi Rosul, mampu mematahkan keinginan Rosul untuk berwasiat. Dan ini berlawanan dengan al-Qur’an dan hasilnya seperti yang Rosul ramalkan menuju kesesatan, buktinya semakin hari semakin runyam dan tak akan pernah berhenti. Ini adalah kensekwensi logis dari kegagalan memberikan wasiat dan harus terbukti, karena omongan Rosul tidak mungkin sama dengan omongan orang TELLER alias orang yang Nyabu dan Narkoba.

    Aisyah melawan Imam Ali, ini berlawanan dengan An-Nisa 59. Ini salah satu cuplikan dari buku “ Tanyalah pada AHLINYA”, oleh Dr Muhammad Tijanni al-Musawi, hal 175. Para sejarawan menyebutkan bahwa Aisyah adalah yang bertindak sebagai komandan umum. Dialah yang memimpin, memobolisasi dan memberikan komando-komando hingga Thalhah dan Zubairpun (dan dua orang ini dari 10 sahabat yang diramalkan Rosul masuk SORGA, katenye sih??? peny.) bertengkar tentang siapa yang akan menjadi imam shalat. Keduanya sangat berkeinginan untuk mengimami shalat pasukannya. Dia pulalah yang telah mengirim berbagai surat tulisannya sendiri yang ia kirim ke berbagai negeri Islam meminta bantuan mereka untuk memerangi Imam Ali bin Abi Thalib dan mengorbankan api semangat jahiliyah ke dalam jiwa-jiwa (haus perang) mereka.
    Dia bahkan merekrut dua puluh ribu atau lebih pasukan tempur dan orang-orang Arab yang tamak kedudukan untuk memerangi Amiril Mukminin dan menghancurkannya.
    Untuk tujuan itu, ia menyebarkan api fitnah bodoh ketengah-tengah umat agar mereka ikut bergabung demi membela kehormatan Ummul Mukminin dan membantunya. Para sejarawan mengatakan bahwa ketika para sahabat Aisyah mendatangi Usman bin Hunaif, Gubernur Basrah, mereka menawannya bersama tujuh puluh pejabatnya yang bertugas menjaga baitul mal. Mereka membawa Usman Hunain dan sejawatnya kepada Aisyah yang memerintahkan mereka untuk membunuhnya. Mereka menyembelih Usman dan tawanan lain secara massal layaknya menyembelih kambing. Bahkan dilaporkan ada empat ratus laki-laki dan mereka semua merupakan Muslim pertama yang kepala-kepalanya dipenggal dalam keadaan pasrah begitu saja pada nasib naas yang menimpa mereka tersebut.
    Usman bin Affan, tega mendigulkan (membuang) Abu Zar Ghifari ke Gurun Sahara yang Panas, hanya semata-mata dia selalu demo, semisal demo Century, dimana dana Baitul Maal dipakai tidak menurut sunnah Rosul tapi Sunnah Usman bin Affan, sementara kematian Usman sangat mengenaskan, bagaikan Preman Pasar dikeroyok umat dari Mesir dan sekelilingnya, sampai tewas. Penderitaan Abu Zar Ghifari di Gubuk Deritanya sampai tewas dan kain kafannyapun hanya cukup untuk menutupi wajah dan sebagian tubuhnya saja, karena sudah miskin sekali, sementara Usman hidup dalam kemewahan yang luar biasa dan dilanjutkan oleh kroni-kroninya, setelah kematian Ali bin Abi Thalib dan Hasan al Mujtaba, mati diracun istrinya sesuai keinginan Muawiyah bin Abi Sofyan. Dan Husein terpenggal kepalanya di Karbala. Renungkan An-Nisa 93 akankah ini dianulir oleh hadist tersebut diatas, camkan dan ambil kesimpulan. Setujukah kalian atas tulisanku ini, silahkan baca buku-buku Syiah, kalian ga kan menemukannya, aku percaya dengan hati nuraniku.
    Seorang Imam Non Syiah yang terlahir diluar jalur keluarga Rosul, mengeluarkan Fatwa agar umat tertidur dengan nyamannya, yaitu memberikan pernyataan Politis, karena dibawah Kekuasaan, Pedang dan Darah. Agar selamat di dunia (wallahu a’lam di akhirat) “Pemimpin adalah seseorang yang mengalahkan musuhnya (dalam hal ini, misalnya : Husein, tambahan peny.), baik dia itu (pemimpin itu) Mukmin atau Fasik ”. Note : Kalimat Mukmin, engga lah yaw, sebaiknya ditiadakan karena akan menasakh al Qur’an An-Nisa 93, disini bukan lagi fasiq tapi kafir dan jahanam hadiahnya forever. Baca yah dengan cermat dan teliti kebenarannya.
    Justru disini ada yang tidak terungkap, bahwa Rosul kalau beribadah sampai kakinya melepuh, tapi tidak ada informasi tentang berapa rakaat dan apa saja yang dibaca, kalau dengan Shalat Wajib dan Tahajud saja sih, ga sampai melepuhlah.
    Tapi aku setelah tahu bagaimana Ibadahnya para Imam dan memang mereka merujuk pastinya kepada Rosul dan dasarnya adalah FirmanNya, “Selamatkan Kelaurga dari Api Neraka”, maka jelaslah Ilmu Rosul akan meniti terlebih dahulu kepada Ali, Fatimah dan Cucu-cucunya Rosul”. Inilah agama yang paling Ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan Dunia Akhirat. Jadi jelaslah Kitabbullah wa Sunnati adalah produk Politis dari Bani Umayyah dan dilanjutkan oleh Khalifah berikutnya dan Umatpun bengong terbengong-bengong sampai Kiamat.
    (Note : Wahai Mukmin sejati, masih bisakah kalian berpikir waras, masih percayakah anda kepada Hadist “Ijtihad salah PAHALA satu dan Ijtihad benar PAHALA DUA” dan, bagaimana dengan An-Nisa 93. Apa kesimpulan anda dari kasus ini?). Aku bersumpah, paling-paling kalian ini pasti fitnah, tak mungkinlah. Tapi pernahkah, anda baca hadist Rosulullah sambil menunjuk kepintu rumah AISYAH, “Syeitan bertanduk akan keluar dari pintu itu”. (Bukankah hal tersebut diatas sebagai pembuktian dari ucapannya). Selamat merenung dan tetaplah anda pada keyakinan Anda dan sebaiknya tingkat ketakwaan kalian harus lebih baik dari Syiah yang Kafir ini (Sudahkah anda berplanning untuk membaca Al Qur’an dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya dan banyak-banyak bacalah dari semua sisi). Percayalah bahwa Ulama Syiah memperlakukan Al Kafi tidak sama seperti Ulama kalian memperlakukan Buchori wa Muslim menjadi harga mati. Dan banyak hadist-hadist yang berlawanan dengan al Qur’an ditelan bulat-bulat engga keselek aja udah lumayan. Dan dari pengembaraanku sejak 1978 s/d 1996 terus sampai saat ini, aku engga percaya hadist dibawah ini kecuali produk Para Dhalimin sebagai Khalifah :

    1. 10 Sahabat Nabi ke Surga, karena berlawanan dengan An-Nisa 59 dan dua diantaranya adalkah Zubeir bin Awwam dan Thalhah, dimana Imam Ali didalam Najhul Balaghahnya berunjar :
    Zubeir bin awwam, apabila disenangkan, adalah seorang Mukmin yang sebenarnya, tetapi apabila tidak disenangkan adalah dia seorang Kafir.
    Thalhah, adalah pengejawantahan kebanggaan dan kesombongan, yang apabila dijadikan Khalifah dia akan memasang cincin kekhalifahan dijari istrinya. Itulah mereka.
    Dengan Karakter seperti ini ga mungkinlah Rosul meramala mereka ke Surga, kan Rosul setiap ucapannya dibimbing oleh Wahyu (Baca FirmanNya).

    Jadi hadist “Ijtihad salah Pahala Satu dan Ijtuhad benar pahala dua”, itu adalah produk Penguasa Yang Dhalim Haus darah, tahta dan cinta hawa nafsu. Banyak bacalah agar tak tersesat.
    Ingat kekisruhan di Umat Islam adalah bukti logis dari ucapan Rosul yang akan memberikan wasiat kepada keluarga dan sahabat agar “Kalian tidak Tersesat”, namun dengan kehebatan Umar bin Khatab, manusia penuh inisiatip, inovatip walau menyalahi Sunnah menyergah Rosul untuk tidak meneruskan ucapannya, karena beliau sedang Merancu/Panas tinggi kali yeh, tapi kho bisa marah yah, KELUARLAH KALIAN SEMUA ga pantaslah kalian lakukan disini (YAITU KERIBUTAN YANG PRO DAN KONTRA UNTUK MENULISKAN WASIATNYA). Jadi kesimpulannya, haruslah TERSESAT, karena Ucapan Rosul ga sama dengan orang yang nyabu atau kena Narkoba, beliau adalah Guru dan Imam Agung yang segalanya terbimbing oleh Jibril dan tentunya atas perintah Tuhannya, bagiku kondisi ini hanya sebagai ukuran sejauh mana konsekwensinya aku bergabung dengan Khalifah Cinta Husein dan Keluarga Rosul. Salam

    1. Tasripin Adiwijaya Avatar
      Tasripin Adiwijaya

      Hadist yang dimaksud yang dikoreksi oleh At-Taubah 122, adalah : Perbedaan di Umatku menjadi Rahmat, hasilnya adalah :

      ” ” Tidaklah sepantasnya mukmin itu berangkat semuanya (untuk perang). Mengapa tidak pergi dari tiap golongan antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, dan supaya mereka memberikan peringatan kepada kaumnya apabila telah kembali kepada mereka (dari berperang)………………………………….”.
      Nah, dari kalimat ini jelas bahwa pada dasarnya manusia akan terbagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu :
      1 Menjadi Mujtahid, Ulama yang menguasai agama secara komprehensif dan dibuktikan oleh pengamalan dirinya sebelum diajarkan kepada Umat/Pengikutnya, atau dengan bahasa kerennya adalah : ” Seorang pakar Islam sejati yang memperhatikan semua peristiwa yang terjadi di dunia dan dampaknya terhadap kehidupan individu, sosial, moral, politik dan ekonomi umat Islam. Dengan visi kefakihan yang dimiliki, ia dapat memecahkan semua masalah yang dihadapi umat dan membimbing mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat (Dikutip dari” ALFABET ISLAM, Menyusuri Anak Tangga Kehambaan, pengarang : Ibrahim Amini).
      2 Menjadi Mukalid, orang awam sampai tingkat intelektualnya yang tertinggi yang tidak punya kompetensi dalam masalah Din/Agama, atau bahasa kerennya adalah : ”Mengikuti seorang fakih dan mengambil hukum darinya, jadi bagi orang-orang yang tidak memiliki spesialisasi di bidang ini harus merujuk kepada seorang fakih, karena merujuknya orang awam kepada para pakar di suatu bidang adalah hal yang manusiawi dan didukung akal. Diambil dari buku yang sama s.d.a, maka dia akan selalu terikat dan terkait dengan Ulama, sementara kita tidak pernah dekat dengan Ulama, (Boleh buktikan dilapangan). Yang dikatakan Umat adalah pengikut lintas bangsa, kalau pengikut hanya setempat, maka dapat dikatakan komunitas saja.
      Sehingga jelas perbedaan ini menjadi Rakhmat bukan berbeda pelaksanaan dalam masalah yang sama, karena bukti lapangan hanya membuahkan kericuhan dan inilah fakta dengan persepsinya yang berbeda.

  22. Tasripin Adiwijaya Avatar
    Tasripin Adiwijaya

    Akhi Rangga, tuduhanmu terbalik justru yang lahir extreemist justru dari kleompok yang menamakan Ahlu Sunnah (Sunnah sahabat bukan Sunnah Rosul), lihat Khalid bin Wali atas dukungan Zubeir untuk membunuh kelompok yang baru masuk Islam, tapi pernah melakukan kejahatan pada keluarganya, maka dibantailah olehnya dan sebagian tentara dari Anshar dan Muhajirin melarikan diri untuk melaporkan kepada Rosul, mendengar demikian Rosul langsung mengangkat tangan ke Langit, bahwa itu diluar tanggung jawab beliau dan An Nisa 93, pasti berlaku. Ratusan buku yang saya baca aku ga pernah menemukan kata Najis untuk Ahlu Sunnah, malah Ayatullah Ali Sistani, sebagai Ulama besar (Marja) “Mengucapkan bahwa walupun pengikutnya banyak berguguran karena pembunuhan, tidak akan melakukan balas dendam karena mereka (Sunni) adalah saudara kami”. Jadi bagaimana ada kata Najis, ini kemungkinan ada kata dalam hatinya (Rangga) untuk diucapkan ke Syiah, gitu kan?. Jadi An-Nisa 93 tidak berlaku karena Syiah Kafir?. Terus Firman Allah SWT, Janganlah kalian melakukan kerusakan di Bumi, mau dikemanakan atau kalian sedang nantang ajabNya. Nauzubillah min zalik.

    1. Rangga Seta Avatar
      Rangga Seta

      Pada ga sadar apa klo yg membawa islam ke indonesia itu syiah?coba cek sejarah ”Jejak Ajaran Syiah di Sulawesi” Yg di bawa oleh Sayid Jamaluddin Husain Al Kubra,orangtua Wali Songo Pertama Maulana Malik Ibrahim.

  23. Aku Avatar
    Aku

    emang kalian semua tau kenapa para ulama dunia mengatakan syiah itu sesat???
    kenapa syiah itu bukan islam?
    Apa Kalian tau perbedaan mendasar hantara syiah dan ahlul sunnah?
    Emang kalian tau perbuatan kaum mayoritas syiah di Iran terhadap minoritas sunni????
    Perbuatan pemerintah Suriah yang aliran syiah terhadap masyarakatnya yang sunni???
    truz apa yang terjadi antara masyarakat sunni di irak???

    makanya searching di internet GOBLOK jangan asal membela syiah klen!!!
    PELAJARI SEKALI LAGI GOBLOK , ASAL MUASAL SYIAH!!!

    ps ; YANG KOMEN KALO DI IRAN TIDAK ADA RUSUH ANTARA MAYORITAS SYIAN DENGAN MINORITAS SUNNI ASLI GOBLOK, TIDAK PERNAH NNTON BERITA,, NONTON JHA BOYBAND SANA!!!

    1. Ali Reza Avatar

      Apakah menjadi tidak goblok dan jenius seperti Anda hanya dengan searching di internet dan nonton berita yg kebanyakan dimanipulasi Barat? Kalau ada rezeki, datanglah langsung ke Iran.

    2. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Aku, yang Lemot, dari ucapan ini aja ana sudah bisa membaca, bahwa Anda hanya menjadikan Qur’an wa Sunati, hanyalah sebagai Yel-Yel basi yang tak bermana, apa-apa dan saya dengan Petualanagan dari 1978 s/d 1996, sudah mendapatkan jawaban yang lengkap. Di Shahih Buchori dan Muslim, bila kalian benar-benar baca, maka termaktub, bahwa ” Islam akan jaya sampai hari Kiamat dan kalian akan dipimpin oleh 12 Amir atau 12 Khalifah”, nah kalaulah benar “AKU” membaca hadist tersebut, maka Insan yang cerdas dan peduli kepada agamanya, maka sepontan akan bertanya, “Siapa gerangan mereka itu?” dan ana pastikan pasti ga bisa jawab, alias mati kutu, dan apa yang bisa dijawab oleh “AKU” dan baca di al Qur’an Surat dan Ayat yang menyinggung tentang KEPEMIMPINAN itu hanya 12, saja bukankah ini jumlahnya sudah sama dan ini past PROGRAM Allah SWT tersebar contoh Maksumnya Rosul dan Ahlul Baytnya tercantum di Al Azhab 33 (QS 33:33 —–Jumlahnya kan 12 Juga), lihatlah daftar dibawah ini :

      Code lainnya yang Allah SWT berikan untuk Manusia yang Cerdas, karena memang Allah SWT memberikan akal ini, bukan untuk mikir yang bukan-bukan atau percuma (Victor – Pikiran Kotor-Porno-Mikirin Ngentit Duit Umat, alias Uang Abadi Umat – Duit Mencetak Qur’an diembat), tapi yang berbobot yaitu :
      a. A’immatan
      1. QS 9:12
      2. QS 21 :73
      3. QS 28:5
      4. QS 28:41
      5. QS 32:24
      b. Imaman
      6. QS 2:124
      7. QS 11:17
      8. QS 25: 74
      9. QS 46:12
      c. Imamihim
      10. QS 17:71
      d. Imamin
      11. QS 15:79
      12. QS 36:12
      Jumlahnya juga 12, tidakkah ini merupakan simbol-simbol yang Allah SWT tayangan kepada manusia yang mau berpikir.
      Ini merujuk kepada Buku “konkordansi qur’an, PADUAN KATA DALAM MENCARI AYAT QUR’AN”, Oleh : Ali Audah di halaman 25 dan 280.
      Nah, masih banyak lagi kalau mau belajar nanti ana tambah, tapi kalau betah dengan DOKTRIN BUTA, percis kaya Nashoro sudah terkibuli oleh Yahudi, tapi mereka ga sadar dan demikian juga Mayoritas Muslim —Doktrin Muawiyah berhasil melanggengan maksudnya, sampai-sampai umatpun tidak menyadarinya, makanya bacalah buku-buku yang tak mungkin Pemerintah Melarangnya :
      1. Nahjul Balaghah.
      2. Madinah Balaghah.
      3. Mizanul Hikmah 1 & 2.
      4. The Hidden Truth, Mantan Wahabi yang punya semangat oleh gerakan Salafi yang dicetuskan oleh Jamaludin al Afgani, tapi pada akhirnya konversi ke Mazhab Ahlul Bayt.
      5. Bertanyalah pada Ahlinya, DR Tijani Musawi, Mantan Mazhab Maliki, dan dia sudah menulis buku 6 buah yang baru diterjemah baru 4 buku :c.
      a. Aku menemukan KEBENARAN.
      b. Aku bersama-sama orang yang benar.
      c. Agama Alternatif.
      c. Syiah hum ahlu sunnah.
      Bila anda sudah membaca ke 5 kitab diatas (Anda akan nangis darah – dan pasti anda tak akan memeaafkan diri sendiri -kalau memang kesadaran itu ada —tapi kalau sudah meyakinkan dir maka, pasti hidayah dari-Nyapun pasti terkunci).
      Wassalam

  24. Aku Avatar
    Aku

    setidaknya berusaha mencari informasi coy dari pada ngango diem ga ngelakuin apapun, hanya merespon kalo ada agresi sesaat, nah ntar malah ambil kesimpulan terlalu cepat..ya seperti blog inilah,,

    lagipula ente terlalu menganggap remeh saudara muslim kita ddunia maya…
    emg ente pikir cuman orang barat doang yang bisa masukin informasi di internet???
    emg ente pikir para ikhwan diluar sana gaptek apa??
    lagian makanya klo ente nonton searching ato nnton berita jangan sempit pikiran…
    gimana sih saudara satu ini???

  25. Aku Avatar
    Aku

    once again!!!
    empat pemimpin islam yang sah setelah Rasulullah SAW wafat,secara berurutan ialah Abu bakar , Umar , Utsman dan Ali..
    apakah ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya ini???

    1. Ali Reza Avatar

      Apakah kepemimpinan dan pengakuan akan hal tersebut bagian dari akidah dan keimanan menurut ahlusunah?

    2. Abu Ghifari Avatar
      Abu Ghifari

      Berarti Anda ga pernah baca hadist Muslim dan Buchori, bila baca pasti malulah, terlampau CETEK . Ali dimasukkan tuh baru dipenghujung abad….., sebelumnya hanya 3 saja, Abubakar, Umar dan Usman. Untuk mengukurnya gambang saja kumpulkan Professor, DOKTOR dan S2, dan rangkum dari 6 kitab Hadiist itu (Kitabbu Sittah) dan pisah-pisahkan dari Fatimah, Ali, Hasan dan Husein ada berapa ratus, pasti anda kecele, kalau demikian kesimpulanku gampang saja Rosul gagal didik Keluarganya, padahal al-Qur’an sudah tegaskan “Selamatkan diri kamu dan Keluargamu dari Api Neraka”, jadi ga mungkin kan. tapai temuan Team Investigasi menemukan/mendapatkan Pakta yang menyakitkan di Buchorio/Muslim aku baca ttg Ali, tapi yang nyergah Rosul ketika diajak sholat malam, dengan uacapannya :”Ya Rosul seandainya Allah menghendaki aku bangun, pastilah aku bangun, ketika mendengar ucapan ini, Rosul balik badan sambil, tangan kanannya nepuk paha kanannya mengucap, manusia pandai menyanggah”—–Walau ada di Buchori wa Muslim, aku yakin ini sisipan orang-orang yang punya PIKIRAN Jabariyah (Who knows, only God Knows, I let God give reward or finalty to him, to man spoken on behalf of the prophet).
      Ada lagi hadist, tentang “Siapa yang menyakiti Fatimah, maka sama saja menyakitiku, hadist ini muncul, karena ada rumor Imam Ali mau Kawin Lagi. Padahal sih umat lagi ngumpetin peristiwa marahnya Fatimah kepada Abubakar dan Umar, karena tanah Fadak yang diserahkan/diberikan Rosul disita untuk Negara, disini kesalahan Abubakar Multi-Mistaken :
      – Penyarahan Tnah Fadak ke Fatimah seolah-olah tanpa Ilmu tapi hanya Ego Muhammad (Mungkinkah demikian Wahai Mukmin Sejati?????).
      – Aneh, Abubakar minta ke saksian dari Pihak Fatimah, sementara hujjah dari Ali, Hasan, Husein dan Ummu Aima .istri NABI, tak satupun digubris (Padahal mereka sudah dijamin dengan Al Azhab 33, kecualai Ummu Aima).
      – Abubakar sedang membuat Hadist Ahad, tanpa ada yang lainnya yang berarti Rosul sudah menyimpang dari Quran, yaitu mendahulukan pengajaran ke orang lain tidak disampaikan kepada keluarga sendiri, bagaimana kalau begini, ga mungkin juga kan?.
      Kalau sudah begini siapa yang ngaco, masihkah kawan membela Sahabat, sementara kalian menginjak-injak hak Rosul tidak merasa, ini jauh lebih berbahaya dari bahayanya NARKOBA. Salam
      Nah, kalau sudah begini siAPA Salam

Tinggalkan Balasan ke Aku Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Saya Ali Reza!

Selamat datang di islah, ruang kecil untuk esai dan refleksi tentang warna-warni keragaman Islam yang saya pahami. Tempat berbagi makna, bukan sekadar menyusun kata, agar kita menemukan pemahaman yang hidup dan relevan sepanjang masa.

Let’s connect

“Saya berharap seluruh masa hidup ini saya jalani untuk mewujudkan persatuan kaum muslim dan kematian yang akan saya alami juga demi persatuan kaum muslim.”

— Ayatullah Ali Khamenei