Misteri Hujan Darah Tahun 685 dan Tragedi Agung Karbala

Jalan-jalan Kufah dipenuhi isak tangis. Orang-orang yang sebelumnya mengirim surat kepada Imam Ḥusain bin ‘Alī a.s. kini berdiri sebagai penonton dari tragedi yang tidak mungkin dihapus dari sejarah Islam. Di hadapan mereka berdiri seorang wanita yang baru saja kehilangan saudara, keponakan, sepupu, dan sahabat terdekatnya di Karbala.

Wanita itu adalah Sayidah Zainab binti ‘Alī a.s.

Dengan keberanian yang melampaui ketakutan manusia biasa, beliau menyampaikan khutbah yang mengguncang hati penduduk Kufah. Zainab menyeru agar mereka menangis sebanyak-banyaknya, karena dosa pengkhianatan terhadap cucu Rasulullah ﷺ tidak akan mudah dilupakan.

“Demi Allah! Menangislah kalian karena kalian pantas melakukannya. Ya, banyaklah menangis dan sedikitlah tertawa sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan kelalaian membunuh imam zamannya. Noda ketidakadilan yang menumpahkan darah saudaraku ada di kening kalian dan tidak akan pernah bisa kalian bersihkan.”

Dalam sejumlah riwayat, Sayidah Zainab juga mengingatkan mereka tentang tanda luar biasa yang menyertai tragedi tersebut.

“Dengan membunuh Imam kalian, kalian memikul tanggung jawab atas kehinaan, kesedihan dan perilaku yang mengerikan. Mengapa kalian ragu setelah hujan darah turun dari langit? Ingatlah! Sungguh azab Allah di akhirat kelak akan lebih pedih dan keras…”

Luka Karbala

Peristiwa Karbala pada 10 Muharam 61 H bukan sekadar peperangan kecil di padang pasir Irak. Bagi jutaan muslim, khususnya pecinta ahlulbait, tragedi ini merupakan titik balik sejarah yang memperlihatkan pertarungan antara kekuasaan politik dan prinsip moral.

Imam Ḥusain as., cucu Nabi Muhammad ﷺ, menolak memberikan baiat kepada penguasa yang dianggap menyimpang dari nilai-nilai Islam. Keputusan itu membawanya bersama keluarga dan sahabat menuju Karbala, tempat mereka dikepung, kehausan, dan akhirnya dibantai.

Rasulullah ﷺ sendiri telah menyampaikan kedudukan istimewa Ḥasan dan Ḥusain dalam banyak hadis yang diterima oleh ulama sunnī maupun Syiah. “Ḥasan dan Ḥusain adalah penghulu para pemuda penghuni surga,” kata nabi. Karena itu, wafatnya Imam Ḥusain dipandang oleh banyak ulama sebagai salah satu tragedi terbesar dalam sejarah umat Islam.

Catatan Britania

Berabad-abad setelah peristiwa Karbala, penulis Hajis Hala dan Zaynab memperoleh cuplikan buku The Anglo-Saxon Chronicle dari seorang wartawan Teluk. Buku manuskrip sejarah Inggris kuno tersebut menyebutkan sebuah peristiwa pada entri tahun 685 M:

Pada tahun ini terjadi hujan darah di Britania; susu dan mentega berubah menjadi darah.

Catatan tersebut telah lama menjadi bahan diskusi para sejarawan Barat. Sebagian menafsirkannya sebagai fenomena alam yang kemudian digambarkan dengan bahasa simbolik khas abad pertengahan. Sebagian lainnya menghubungkannya dengan kejadian atmosfer tertentu yang menghasilkan hujan berwarna merah.

Namun bagi sebagian penulis muslim, terutama dalam tradisi kecintaan kepada ahlulbait, catatan ini menarik karena mengingatkan pada berbagai riwayat tentang “langit yang menangis darah” setelah syahadah Imam Ḥusain a.s.

Riwayat hujan darah

Dalam sejumlah kitab sejarah dan hadis Islam terdapat riwayat yang menyebutkan fenomena luar biasa setelah terbunuhnya Imam Ḥusain as. Tidak hanya penduduk langit yang menangisi Imam Husain, tapi juga langit seolah menangis untuknya dan hujan darah turun bagi orang yang dizalimi ini.

“Pada hari syahadahnya al-Ḥusain, langit hujan darah…” (Tsakhâir al-Uqba, hlm. 144, 145, 150; ash-Shawaiq al-Muhriqah, hlm. 116, 192)

“Tidak ada satupun batu yang diangkat kecuali di bawahnya terdapat darah…” (ash-Shawaiq al-Muhriqah, hlm. 116, 192; Tadzkirah al-Khawas, hlm. 284; Tafsir Ibnu Katsir, jil. 9, hlm. 162)

Kita sendiri tidak pernah tahu apakah yang turun benar-benar darah atau air berwarna merah yang menyerupai darah. Sebagian sejarawan modern memahaminya secara harfiah sebagai mukjizat atau tanda kosmis. Sebagian lainnya melihatnya sebagai ungkapan simbolik yang menggambarkan besarnya kesedihan umat atas wafatnya cucu Nabi.

Makna yang abadi

Terlepas dari bagaimana seseorang memandang riwayat hujan darah, satu hal yang sulit dibantah adalah besarnya pengaruh Karbala dalam sejarah manusia.

Imam Ḥusain as. gugur lebih dari 1.300 tahun lalu, namun namanya tetap disebut oleh jutaan orang setiap tahun. Pengorbanannya menjadi simbol perlawanan terhadap kezaliman, sedangkan Sayidah Zainab as. menjelma menjadi simbol keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Mungkin karena itulah Karbala tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia terus hidup dalam ingatan umat, dalam air mata para pecintanya, dan dalam pertanyaan yang selalu relevan hingga hari ini: di saat kebenaran dan kekuasaan bertemu di persimpangan sejarah, di pihak manakah manusia akan berdiri?


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

28 tanggapan atas “Misteri Hujan Darah Tahun 685 dan Tragedi Agung Karbala”

  1. comdzar Avatar
    comdzar

    benarlah akan kebenaran itu..

    1. Abin Avatar
      Abin

      saya baru tahu tragedi Karbala diiringi tangisan langit yg menumpahkan hujan darah.. terima kasih atas infonya dan sumber kitab2nya..

  2. silmi azhari Avatar
    silmi azhari

    langit serasa hidup ya. gimana ya, saya lsg geter2 wktu baca ini, terima kasih infonya, wass.

  3. Nining Avatar
    Nining

    trima kasih atas imformasi nya.

    Syukron katsiron.

  4. maya Avatar
    maya

    thanks y info’a

  5. erwin Avatar
    erwin

    udah emang dunia ini udh tua,smua kejadian mlai bermunculan

  6. ali Avatar

    wah, ternyata enggak hoax gan! di Situs Yale University ada gan! ” This year there was in Britain a bloody rain, and milk and butter were turned to blood.”

  7. MR_Jiplaxx Avatar

    baguslah lok bgt!!!

  8. sinta Avatar
    sinta

    apakah ini tanda-tanda akhir sebuah zaman??????????/

  9. sannaba Avatar
    sannaba

    kuasa Allah emang ga ad batasnya. . .
    tanpa manusia sadari itu adalah peringatan bagi umat2 yang belum bertaubat.

  10. Georgine Timbrell Avatar

    Wah, lengkap sekali mas informasi seputar lebarannya. Salam kenal juga dan selamat hari raya idul fitri.

  11. Muhammad Iqbal Avatar
    Muhammad Iqbal

    Allahummasholli ala Muhammad Wa ala ali Muhammad..

  12. wiro Avatar
    wiro

    Maaf mas reza ….

    Husayn ibn ‘Alī ibn Abī Ṭālib (Arabic: حسين بن علي بن أﺑﻲ طالب‎)‎ (3rd Sha‘bān 4 AH – 10th Muharram 61 AH; 8 January 626 AD – 10 October 680 AD) was the son of ‘Alī ibn Abī Ṭālib (wikipedia)

    Imam Husein wafatnya tahun 680 atau 685 yang benar ? beda 5 tahun lumayan banyak mas reza :D. Atau beda kalender ?

    Salam …

    1. Ali Reza Avatar

      Terima kasih! Waktu pertama kali mem-publish tulisan ini, saya sudah sadar adanya selisih tersebut. Tanpa maksud membela Hajis Hala dan Zaynab yang menyampaikan korelasi itu, tapi ada beberapa teori kemungkinan. Pertama, ada yg menyebut hari yg sekarang sebenarnya adalah lebih cepat atau maju satu hari sehingga setelah bertahun-tahun ada selisih yang lama. Kedua, selisih kalendar Hijriah dan Gregorian (yg jika sudah terlalu lama bisa terpaut bertahun-tahun). Ketiga, kekeliruan buku sejarah tersebut yg menceritakan sejarah masa lampau karena beberapa sejarawan bilang kalau bagian awal Anglo-Saxon Chronicle tidak selalu akurat tahun demi tahun. Keempat, tradisi informasi lisan yang terlambat dicatat. Kelima, kedua sejarah memang tidak terkait sama sekali tanpa menggugurkan atau merendahkan riwayat sejarah yg juga direkam kitab ulama muslim.

    2. boy Avatar
      boy

      hihihihihihi….pake rumus cocok kologi aja

  13. boy Avatar
    boy

    sungguh laknat Allah bagi mereka yg membunuh Pemuda penghulu surga ( Imam Husein) yg mulia dan terlaknat juga siapa siapa yg disebut syaidah Zainab dalam sumpah tersebut

    1. boy Avatar
      boy

      Ya, demi Allah menangislah kalian karena kalian pantas melakukannya. Ya, banyaklah menangis dan sedikitlah tertawa sebab kalian telah mencoreng diri kalian sendiri dengan “kelalaian membunuh imam zamannya. Noda ketidakadilan yang menumpahkan darah saudaraku ada di kening kalian dan tidak akan pernah bisa kalian bersihkan”.
      siapa sih penduduk kufah itu mas ?

    2. Ali Reza Avatar

      Pertama, ketetapan hati Imam Husain menuju Irak sudah dimulai dari Madinah jauh sebelum undangan. Kedua, kalau Anda bertanya tentang penduduk, Muawiyah bahkan lebih tahu tentang penduduk Kufah. Itu sebabnya, Muawiyah lebih memilih menguasai Kufah. Ketika ditanya Imam Husain, al-Farazdaq berkata, “Hati penduduk bersama imam, tapi pedang Umayyah mengarah pada imam.” Ini yg disebut pengecut. Lalu, sekarang siapa yg memuji Umayyah?

  14. boy Avatar
    boy

    siapa yg di sumpah dan dilaknat syaidah pasti akan dilaknat Allah….mas boleh saja menafsir sesuai keiginan dan memberikan alasan mendukung bagi penduduk kufah, namun laknat syaidah terucap dg jelas untuk siapa. krn syaidah berada disituasi itu pasti lebih tahu siapa yg paling pantas dilaknat…..he he he Alhamdulillah mas ana dak pernah dan Isya Allah dak akan pernah melaknat Para sahabat Nabi dan Ahlulbaitnya.

    1. Ali Reza Avatar

      Tunjukkan di mana kata-kata saya yg mendukung penduduk Kufah? Tunjukkan juga kata-kata saya yg melaknat sahabat? Justru yg saya katakan, setelah kepemimpinan Imam Ali as., Kufah dikuasai (pemerintahannya) oleh Muawiyah yg Anda anggap sahabat nabi. Baca dulu, baru komentar 😁

    2. Toing Avatar
      Toing

      Mas boy, setelah ane baca berbagai literatur ane dapetin bahwa imam Husein, Zainab dan keluarga Syaidina Husein yg ada dalam situasi tsb (tragedi karbala) tidak melaknat yazid? Tapi justru melaknat mengutuk bahkan menyumpah hal buruk bagi penduduk kufah, padahal keluarga imam Husein adalah keluarga yg sangat jujur tulus dan sangat berilmu jadi sangat mustahil mrk mengutuk hal buruk bagi org yg tidak bersalah

    3. toing Avatar
      toing

      siapa dilaknat sayidah zainab pasti celaka didunia (getok getok kepala sendiri, /hati panas menghitam penuh dengki ) dan celaka abadi di akhirat, tapi si apa yg dilaknat syiah akan mulia disisi Allah

  15. cavin Avatar
    cavin

    artikel bagus

  16. binsegaf Avatar
    binsegaf

    tidak heran karena alam ini tunduk kepada para hujjahnya, jika hujjahnya disakiti… tak heran jika darah mengucur dari bumi ini… “jika sudah tak ada lagi hujjah, maka bumi akan hancur”

    1. Toing Avatar
      Toing

      Wah Ilmu apalagi ini ? ..bumi tegak krn hujjahnya, lebay tong

  17. Zainul Avatar
    Zainul

    ngapunten mas….
    Sayyidina Ali bi Abi Thalib Punya berpa putara n putri????

    1. Toing Avatar
      Toing

      Putra syaidina Ali banyak mas, tapi jgn menuduh/memfitnah salah satunya adalah anak hasil mutah. krn setelah diharamkan Allah dan RasulNya beliau adalah manusia mulia yg membenci prilaku (sewa /menyewa kemaluan) itu

Tinggalkan komentar