Puisi Negeri Para Bedebah!

Karya: Adhie Massardi

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

Lihat Puisi Negeri Para Bedebah: MetroTV

“Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu cegahlah dengan lisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan hatinya. Yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR.  Muslim)


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

7 tanggapan atas “Puisi Negeri Para Bedebah!”

  1. fatih Avatar

    Setelah mendengar transkrip pembicaraan para bedebah yang diputar pada sidang Mahkamah Konstitusi kemaren, puisi mas Adi ini jadi obat pelipur lara. Mas Adi dengan lantang berani menyebut “Bedebah” manusia-manusia kotor dan hina itu, walau berbalut jabatan tinggi.

    Salut buat mas Adi.

  2. Ayank Avatar
    Ayank

    Keren dh,,
    brani bgd,
    jd mwakili smua suara hati rakyat indonesia..
    Salut..

  3. hendra Avatar
    hendra

    puisi yang harus ditindaklanjuti, ……..karena kita bukan bedebah yang makan daging mentah rakyat miskin…sebelum datang burung condor.. sebelum laknat datang…
    top markotop adhi massardhie….

    1. doni Avatar
      doni

      saudara hendra kamu jangan sok tahu dech, kamu dalami dulu maksud puisi itu!!
      apakah kamu tahu seluk bekuk rakyat indonesia yang menderita karena para pemimpinnya????????????????????????

  4. yunita Avatar
    yunita

    Bagus banget puisinya….sampe merinding aku, ini adalah realita kehidupan di negri ini

  5. Nunung Prihartono Avatar
    Nunung Prihartono

    Hebat…..sangat mengena…mudah2 an para bedebah segera insyaf…dan tdk membuat sesuatu yg tdk sesuai aturan Allah itu menjadi lumrah..

  6. frie Avatar
    frie

    salut buat puisi nya,,,,,

Tinggalkan Balasan ke frie Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Saya Ali Reza!

Selamat datang di islah, ruang kecil untuk esai dan refleksi tentang warna-warni keragaman Islam yang saya pahami. Tempat berbagi makna, bukan sekadar menyusun kata, agar kita menemukan pemahaman yang hidup dan relevan sepanjang masa.

Let’s connect

“Saya berharap seluruh masa hidup ini saya jalani untuk mewujudkan persatuan kaum muslim dan kematian yang akan saya alami juga demi persatuan kaum muslim.”

— Ayatullah Ali Khamenei