Kehidupan Kaum Beriman dan Ahli Maksiat

Oleh: Ayatullah Mohsen Qaraati

Allah Swt. sangat mencintai para kekasih-Nya. Ketika seorang hamba yang dikasihi berbuat khilaf, Allah Yang Mahaagung langsung “marah” dan menguji mereka (seperti dengan kesusahan dan penderitaan itu) agar ia (kembali) ingat kepada-Nya. Sebagaimana dalam Alquran, Allah Swt. mengatakan: “Seandainya Nabi Muhammad saw. menisbatkan kepada Kami suatu perkataan yang tidak pernah Kami ucapkan, niscaya Kami bertindak keras terhadapnya.”

Seandainya dia (Muhammad) mengada-ngadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya. (QS. al-Haqqah: 44-45)

Demikian pula kepada orang beriman. Apabila mereka mulai melakukan penyimpangan maka dalam waktu yang tidak lama (misalnya beberapa hari kemudian) mereka akan diberi peringatan. Begitulah kasih sayang Allah Swt. kepada orang beriman.

Adapun yang terjadi pada orang-orang ahli maksiat; jika mereka berbuat dosa, maka Allah Swt. Yang Mahabijaksana, memberi tenggat waktu tertentu kepada mereka. Hingga apabila masa tenggang mereka telah habis (padahal tenggat waktu yang diberikan Tuhan itu juga dapat digunakan untuk menyadari penyimpangan dan mereka bisa segera bertaubat kepada-Nya, kembali ke jalan kebenaran), segera Allah Swt. menghancurkan mereka. “…dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.” (QS. Al-Kahfi: 59)

Dan apabila tidak ada harapan untuk perbaikan bagi mereka, Allah pun menangguhkan hisab mereka sampai datang hari kiamat. Allah Swt., Yang Maha Memelihara, mengulurkan waktu untuk mereka sampai pada batas waktu tertentu.

“Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka…” (QS. Ali Imran: 178)

Perhatikanlah permisalan ini: Jika setetes air teh memercik ke lensa kaca mata Anda, tentu Anda langsung mengusapnya. Tetapi kalau percikan air teh itu menodai baju Anda, (mungkin) Anda akan bersabar sampai Anda pulang ke rumah kemudian berganti baju. Dan kalau Anda menemukan percikan noda di atas karpet yang terasa mengenai telapak kaki Anda, (mungkin) Anda akan membiarkannya sampai, misalnya, datang malam lebaran dan Anda seperti biasa membawanya ke tempat pencucian karpet.

Allah Swt. memperlakukan tiap-tiap individu juga dengan cara-cara tertentu. Dan penyegeraan atau penundaan hukuman itu berdasarkan suci atau nistanya seseorang.


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

8 tanggapan atas “Kehidupan Kaum Beriman dan Ahli Maksiat”

  1. iman Avatar

    alhamdulillah. bagus sekali perumpamaan nya dan sangat mengena. syukron atas pencerahannya.

  2. jumhi Avatar
    jumhi

    Begitu Rahman & RahimNya Dia. KeadilanNya hanya bisa tersingkap oleh mrk yg sll tercerahkan.

  3. bimek Avatar

    Ya Allah bimbinglah hambamu yang hina ini ke jalan yang Engkau ridhoi……..

  4. SHIDIQ Avatar
    SHIDIQ

    alhamdulillah saya sempat baca tulisan ini, semoga bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat saya dan semoga yg menulis artikel ini dan yg menyebarkannya mendapat pahala yg etimpal dari ALLOH SWT, AMIIN

  5. Adhi Avatar
    Adhi

    Maha besar allah…Dgn sgala nikmatny..KebaikaNy sUngguh tak terbeLi..

  6. Rani binti Husni Fikri Avatar
    Rani binti Husni Fikri

    Alhamdulillah akhirnya saya menemukan blog bermanfaat ini. Terima kasih atas tulisan2 anda yang memberitahu tanpa menggurui maupun menghakimi.

  7. Hendra Avatar
    Hendra

    SubhanAlloh . . .^_^

Tinggalkan Balasan ke iman Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Saya Ali Reza!

Selamat datang di islah, ruang kecil untuk esai dan refleksi tentang warna-warni keragaman Islam yang saya pahami. Tempat berbagi makna, bukan sekadar menyusun kata, agar kita menemukan pemahaman yang hidup dan relevan sepanjang masa.

Let’s connect

“Saya berharap seluruh masa hidup ini saya jalani untuk mewujudkan persatuan kaum muslim dan kematian yang akan saya alami juga demi persatuan kaum muslim.”

— Ayatullah Ali Khamenei