Mengapa Tuhan Mencipta?

Oleh: Ayatullah Muhsin Qaraati

Ketika ada seorang berilmu dan fasih berbicara mengomentari suatu masalah dengan cara tertentu, sebagian orang mempertanyakan, “Mengapa Anda berbicara dan berkomentar seperti itu?” Padahal, tentu saja, komentar dan pandangan ilmiah yang dilontarkan orang tersebut keluar berlatar belakang tuntutan ilmu dan kefasihan yang dimilikinya.

Tapi sebaliknya, apabila orang berilmu dan fasih tersebut (dengan segala kesempurnaan ilmu dan kefasihan yang dimilikinya) tidak memberikan komentar apapun terhadap suatu peristiwa tertentu dan memilih menyembunyikan pandangannya, dia pun akan dipertanyakan: “Mengapa Anda tidak berbicara dan berkomentar (terhadap hal tersebut)?”

Allah Yang Mahakuasa, Mahabijaksana, dan Maha Penyayang mampu menciptakan galaksi, matahari, dan planet-planet. Dia juga mampu menciptakan gandum dari tanah, sperma dari gandum atau padi, dan juga menciptakan manusia dengan tahapan-tahapan yang menakjubkan, dari sperma, embrio, janin, dan seterusnya, hingga wujud sempurna. Maka justru menjadi pertanyaan besar jika Dia tidak mencipta. Orang-orang tentu akan bertanya: “Mengapa Engkau, ya Tuhan, Yang Mahakuasa dan Bijaksana, tidak memanfaatkan kekuatan dan kesempurnaan-Mu untuk menciptakan ini dan itu?”


Discover more from islah.blog

Berlangganan untuk mendapatkan tulisan terbaru lewat email.

Satu tanggapan untuk “Mengapa Tuhan Mencipta?”

  1. don koping Avatar
    don koping

    Tuhan mencipta karena Dia Maha Hidup Kekal.

Tinggalkan Balasan ke don koping Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Saya Ali Reza!

Selamat datang di islah, ruang kecil untuk esai dan refleksi tentang warna-warni keragaman Islam yang saya pahami. Tempat berbagi makna, bukan sekadar menyusun kata, agar kita menemukan pemahaman yang hidup dan relevan sepanjang masa.

Let’s connect

“Saya berharap seluruh masa hidup ini saya jalani untuk mewujudkan persatuan kaum muslim dan kematian yang akan saya alami juga demi persatuan kaum muslim.”

— Ayatullah Ali Khamenei