-
Continue reading →: Syekh Bin Bayyah: Mari Bekerja Sama dengan Muslim SyiahTanggal 5 Januari 2005, seorang wartawati asal Perancis bernama Florence Aubenas ditawan di Irak. Pemerintah Perancis mencoba berbagai upaya untuk menyelamatkan warganya dan hampir putus asa. Sampai akhirnya, rombongan diplomat dan pejabat Perancis menyampaikan surat kepada seseorang bernama Abdallah bin Bayyah. Ulama itu lalu mengirim pesan kepada para penculik dan…
-
Continue reading →: Hubungan Segitiga Syiah, Suni, Sufi di Makam QalandarBanyak tokoh sufi berasal dari suni; begitu juga dengan peziarah mereka juga banyak yang suni. Kalau kebanyakan pengunjung makam seperti Shahbaz Qalandar adalah suni, mengapa salafi jihadi, yang juga suni, membunuh mereka dengan kejam? Penyebabnya bukan sekedar karena pengikut sufi menggabungkan musik, tarian, dan tradisi lokal ke dalam praktik keislaman.…
-
Continue reading →: Gagasan Rafsanjani Mengenai Relasi Suni-SyiahGaung revolusi Islam Iran yang meletus pada tahun 1979, terdengar hingga ke Indonesia. Banyak orang terinspirasi dengan perjuangan para ulama dalam meruntuhkan kekaisaran Persia terakhir. Segelintir orang di Indonesia bahkan menamai anak mereka dengan tokoh-tokoh arsitek di balik revolusi Iran tersebut. Ada Khomeini, Syariati, Muthahhari, Kamenei—alih-alih Khamenei—dan juga Rafsanjani. Nama…
-
Continue reading →: ‘Pernikahanku dengan Orang Syiah Tidak Membutuhkan Opinimu’Bercadar dan memegang teguh ajaran ahlusunah, Tuscany Bernier yakin bahwa suaminya adalah orang yang taat. Karena baginya mereka berdua memiliki tujuan hidup yang sama. Meski suaminya kerap dituduh pembohong, pernikahan mereka berdua semakin kuat. Mereka terus berusaha untuk mendidik masyarakat dan menjembatani perbedaan. Pernikahan mereka berdua adalah bukti jika persatuan…
-
Continue reading →: Pelajar Singapura di Iran: Kehidupan di Seminari SyiahAhmad Murtadha Rosli tidak seperti pelajar Singapura kebanyakan. Dia datang ke kelas dari jam 8 pagi hingga 5 sore, dari hari Sabtu sampai Kamis. Di asrama, dia berbagi kamar dengan sembilan pelajar lainnya. Guru-gurunya semua laki-laki yang memakai jubah dan serban; mengajarkan buku-buku klasik yang tebal. Itu semua karena Ahmad…











