-
Continue reading →: Dilema Suni-Syiah (16): Setelah Wafatnya NabiSetelah bertemu dengan ulama Syiah, Raya Shokatfard kembali ke rumah singgahnya. Di kamar, dia duduk termenung cukup lama—memikirkan bahwa dirinya seolah sedang melakukan perjalanan melintasi zaman serta merenungi sejarah agama ini. Bagaimana mungkin agama besar ini memiliki konflik berkepanjangan di antara pengikutnya?
-
Continue reading →: Dilema Suni-Syiah (15): Bertemu Ulama SyiahRaya Shokatfard masih berada di kompleks makam Fatimah Al-Masumah, Qom. Berdiri di samping wanita Iran saat salat memberikan Raya perasaan hangat. Raya suka berada di sana, tapi bagaimana kalau dia tidak menggunakan tanah (turbah) yang biasa digunakan untuk sujud?
-
Continue reading →: Dilema Suni-Syiah (14): Berdoa di MakamTidak sedikit yang mengira Islam di Atas Mazhab hanyalah blog yang mengkampanyekan mazhab Syiah. Dilema Suni-Syiah merupakan kisah Raya Shokatfard, wanita asal Iran, yang berusaha mencari tahu kebenaran di antara kedua mazhab. Raya mempertanyakan sikap pengikut Syiah yang kerap berdoa di makam. Mengapa tidak langsung berdoa pada Allah? Namun pada…
-
Continue reading →: Dilema Suni-Syiah (13): Fitnah Tidak MenyelesaikanWanita yang dulu menganggap Raya Shokatfard sebagai umi, dengan segala niat baiknya, menghubungi berbagai organisasi keislaman di Malaysia. Dia mengatakan bahwa Raya adalah seorang agen Syiah yang sedang menyamar dan meminta seluruh organisasi untuk tidak mengundangnya sebagai pembicara.
-
Continue reading →: Dilema Suni-Syiah (12): Tuduhan di MalaysiaPenelitian suni-Syiah yang dilakukan Raya Shokatfard mengantarkannya pada Malaysia yang kini menjadi rumah berikutnya. Selama bertahun-tahun, Raya berusaha meyakinkan putranya untuk meninggalkan Amerika Serikat menuju Mesir. Beberapa kali kunjungan ke sana membuat putranya tak menyukai Mesir. Berulang kali pula putranya mengatakan pada Raya kalau dia tidak menyukai orang Arab. Tapi,…











