Powered by
WordPress
  • Mazhab adalah Pemikiran, Persatuan adalah Praktik

    Tema kedua dalam seminar Vahdat-e Ummat adalah Religious Basis of Unity yang disampaikan oleh Ahmad Moballeghi. Dalam pembicaraannya, Moballeghi mengatakan bahwa masalah politik telah mengekspolitasi perbedaan yang terjadi di dalam suni, Syiah, maupun di antara keduanya. Perbedaan dan pengkotak-kotakkan ini semakin diperkuat dengan sifat fanatik kesukuan.

  • Tulus dalam Konferensi Persatuan Islam

    Saed Qasemi, seorang dosen Universitas Tehran dan pengkaji pemikiran Imam Khomeini, mengatakan bahwa manusia saat ini berada di era yang meyakini akan terjadinya perang akhir zaman. Revolusi yang terjadi di berbagai tempat pada hari ini layaknya letusan gunung berapi yang menumbangkan para pemimpin satu per satu. Alquran meyakinkan kita bahwa kekuatan kecilpun mampu mengalahkan kekuatan besar.

  • Membuka Hati, Menutup Kecurigaan

    Bersama delapan orang dari Forum Indonesia Muda, pada hari Selasa (3/7) saya berangkat menuju Tehran untuk menghadiri workshop internasional yang membahas mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi dunia Islam. Jumlah peserta ini berkurang dengan beragam alasan. Alasan yang paling tak biasa adalah kekhawatiran tidak bisa pergi ke Amerika Serikat karena pernah berkunjung ke Iran sampai kecurigaan terhadap masyarakat Iran.…

  • Mantan Pemain Arsenal Memeluk Syiah?

    Alhamdulillah. Itulah kalimat pertama yang terlintas ketika pesepak bola profesional asal Swiss yang pernah bermain di Arsenal, memeluk Islam. Tapi ternyata, ada segelintir muslim yang justru meresponnya dengan negatif. Kenapa? Karena Philippe Senderos yang kini membela klub Liga Premier Inggris Fulham memilih Syiah ahlulbait sebagai mazhabnya. Senderos mendeklarasikan keimanannya di sebuah Islamic Center yang terletak di kota Manchester, Inggris.

  • Ketika Emas Jadi Azab: Tafsir Ekonomi Surah At-Taubah Ayat 34

    Suatu hari di Madinah, seorang sahabat berdiri di hadapan Khalifah Utsman bin ‘Affan dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Wajahnya letih, tetapi suaranya tetaplah lantang. Ia bukan panglima perang, bukan pula pejabat kerajaan. Dia hanya seorang lelaki sederhana bernama Abu Dzar al-Ghifari. Setiap pagi dan petang, dia terus mengulang satu ayat yang membuat penguasa gelisah: tentang emas,…