Provinsi Sistan-Baluchestan merupakan provinsi terluas di Iran. Pegunungan bebatuan yang kering membatasi langsung provinsiย tersebut dengan Provinsi Balochistan, Pakistan. Memiliki ibu kota dengan nama Zahedan, wilayahย iniย merupakan area rawan akan penyelundupan opium dan heroin. Sorang petugas perbatasan asal Iran bernama Jamshid Danaeifarย dan empat rekan lainnya sedang bertugas menjaga negaranya pada awalย Februari 2014. Namun, mimpi buruk terjadi ketika mereka diculik dan ditawan oleh Jaish ul-Adl.
Jaish ul-Adl merupakan sebuahย kelompok teroris asal Sistan-Baluchistan yang dibentuk oleh anggotaย Jundullahย pada tahun 2012.ย Dua tahun sebelumnya, pemimpin Jundullah bernama Abdolmalek Rigi, dieksekusi mati oleh pemerintah Iran atas kasus beberapa kejahatanย terorisme yang menewaskanย ratusan warga Iran.ย Sebelum dieksekusi, Rigi mengakui telah mendapat dukungan dana dari Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat.
Jutaan warga Iran mengkampanyekan pencarian Jamshid dan empat rekannya yang lain. Pemerintah Iran meminta para pemimpin di Provinsi Sistan-Baluchestan yang mayoritas bermazhab ahlusunah untuk segera melakukan mediasi. Salah satu tokoh yang menjadi anggota tim mediasi tersebut adalah imam Jumat kota Zahedan, Molavi Abdolhamid Ismaeelzahi.

Menurut Abdolhamid, penculikan dan penyanderaan merupakan tindakan yang tidakย manusiawi. Apalagi jika hal itu dilakukan terhadapย para penjaga yangย melindungi perbatasan dan memberikan keamanan pada masyarakat. Bagi dirinya, ada sebuah beban dan tanggung jawab khusus terhadap negara dan agama untuk membantu membebaskan mereka.
Langkah pertama yang dilakukan oleh Abdolhamid adalah mengutus orang-orang yang dihormati oleh Jaish ul-Adl. Berdasarkan hasil mediasi, kelompok teroris tersebut menuntut pembebasanย rekan-rekan mereka di penjara. Utusan Abdolhamid membawa Alquran dan meminta pembebasanย Jamshid dan rekan-rekannyaย atas nama rakyat Iran.
Bagiย pemimpin suni Iran kelahiran 1947, kekerasan, teror, dan seluruh permasalahan harus diselesaikan dengan dialog. Kekerasan hanya akan memunculkan kekerasan. Baginya, siapapun yang percaya pada undang-undang Iran dan Republik Islam Iran dapatย meraih keinginan mereka melalui dialog.ย Pemerintahan Rouhani yang beraniย membuka dialog dengan Amerika Serikat, membuatย semua kelompok dapat berharap akan adanya perubahan situasi.
Abdolhamid Ismaeelzahi mengatakan, sejak terjadi kekisruhan di Suriah dan Irak, kelompok Jaish ul-Adl memperoleh dukungan keuangan dari negara-negara asing. Negara-negara asing yang dimaksud adalah beberapa negara Arab yang membangun komunikasi dengan mereka.
Perselisihan antaraย pengikut Syiah danย ahlusunah juga membawa permasalahanย tersendiri baginya.ย Dalam konferensi hak asasi manusia dan Islam di Mekah, Molavi Abdolhamid menekankan pentingnya “dialog persatuan”.ย Selama umat Islam tidak bersatu, tidak mungkin ada kesepakatan atasย semuaย perbedaan.ย Satu-satunya solusi adalah kelompok Syiah dan suni di Suriah dan Irak duduk bersama untuk bernegosiasi. Menurutnya,ย dunia harus melihatย kapasitas Iran dalam melerai perselisihan Syiah dan suni. Namun, beberapa orang berpikiran sempit di Iran masih meragukan hal tersebut.
Sayang sekali jika pada hari ini negara-negara Islam tidak dapat duduk bersama untuk berdiskusi membahasa masalah yang ada. Kami memiliki solusi atas permasalahan di Iran dan juga Suriah. ย Dialog antara pengikut Syiah dan suni telah terbuka.
Republik Islam Iran dan Arab Saudi memiliki posisi penting dalam masalah ini. Status mereka dapat dimanfaatkan untuk mengakhiri perselisihan.ย Negara-negara Barat bukanย hanya mengambilย manfaat dari perselisihan suni dan Syiahย tapi juga memperkuatnya. Mereka justru mengambil manfaat dari krisis yang terjadi di sana.

Usahaย Molavi Abdolhamid Ismaeelzahi dan tim untuk membantu membebaskan penjaga perbatasan Iran dari kelompok teroris patut diapresiasi. Padaย akhir bulan Maret 2014, empatย penjagaย perbatasan kembaliย ke tanah air mereka dengan selamat. Sementaraย Jamshid Danaeifar, penduduk asli Sistan-Baluchestan kelahiranย 28 Desember 1987,ย dieksekusi mati oleh Jaish ul-Adl. Jamshid meninggalkan istri dan seorang putra yang baru berusia beberapa hari dan belum pernah dilihatnya.
Sumber:
Massoumi, Sara (9 April 2014). “Need For Shiite-Sunni Dialogue”. Iran Front Page.









Tinggalkan komentar