Berbeda dengan yang disebutkan oleh Albayyinat dalam situsnya yang menyebutkan bahwa Habib Umar bin Hafiz mengatakan Syiah sebagai “sesat dan menyesatkan”, dalam pertemuan dengan habaib dan ustaz Syiah di Jakarta, Habib Umar mempunyai jawaban yang berbeda. Berikut transkrip pertemuan tersebut pada Februari 2008.

editsmall

Habib Zen Umar bin Smith (Ketua Umum Rabithah Alawiyah Indonesia):

Terima kasih atas kedatangan saudara-saudara, ikhwan semua. Maksud pertemuan kita ini, saya sengaja atas nama Rabithah dan atas nama saya secara pribadi menginginkan pertemuan ini dan sengaja meminta Habib Umar berada pada lingkungan kita untuk jalsah bersama-sama dan bisa sedikit banyak menyarankan segala sesuatu permasalahan yang sekarang menyelimuti kita saat ini. Di mana saat ini kita berada pada posisi yang, terutama Rabithah, menghadapi berbagai masalah yang ada di kalangan Bani Alawi atau Alawiyyin dan masing-masing mempunyai pendapat.

Bagi kami sebenarnya perbedaan itu pasti akan ada di mana-mana karena biar bagaimana saudara sekandung pun bisa berbeda tetapi mudah-mudahan tidak menyebutkan perpecahan karena ini yang kita inginkan bahwa semua kita ini satu. Kita harus menghormati. Kita beda baik beda tetapi saling menghormati perbedaan masing-masing. Ini yang kita inginkan. Dalam kaitan ini sengaja saya harapkan kepada ikhwan yang ada di sini tafadhal karena ada Habib Umar, ada habaib yang lain kita bisa berdiskusi secara bebas, rileks.

Fadhal kalau ada pertanyaan yang kami mintakan bahwa segala sesuatunya harus didasari dengan husnuzhan, ikhlas, dan tentunya dengan akhlak ini yang menjadi persyaratan bagi kita karena kalau kita bertanya, kita mengajukan suatu pendapat ada permasalahan di mana kita tidak bisa menghormati perbedaan akan sulit kita kembali kepada Thariqah Bani Alawi, Thariqah Alawiah yang didasari dengan tentunya ‘ilm, amal, ikhlas, lalu wara’, lalu khauf. Hal ini menjadi dasar bagi kita semua.

Nah untuk itu saya persilahkan bagi saudara-saudara kita yang ada di sini tanpa canggung bertanya. Apabila kita sependapat, alhamdulillah. Apabila kita tidak sependapat mari kita hormati perbedaan masing-masing. Ini yang kita harapkan jangan sekali-kali kita merasa yang paling benar sendiri karena kalau itu sudah menjadi permasalahan akan timbul permasalahan yang baru lagi. Kadang-kadang kita lupa bahwa kita menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah baru. Nah ini yang terjadi. Tafadhal dan saya yakin karena kita semua berada pada zuriah Rasulullah saw., kita menjadi cucu Fatimah Az-Zahra pasti kita akan menonjolkan pada akhlak yang mulia dan saya tidak yakin bahwa di antara kita itu ada yang didasari dengan kedengkian, insya Allah.

Di sini kita mulai tafadhal kalau ada pertanyaan. Di sini ada sudah beberapa pertanyaan masuk tapi saya harapkan nanti ada pertanyaan yang akan diajukan dan kita minta bahwa permasalahan keluar dari tempat kita ini, insya Allah. Kita tidak ada lagi ganjelan-ganjelan yang ada di hati, insya Allah dan saya harapkan bahwa ini permintaaan saya sebagai ketua Rabithah Alawiyah dan juga sebagai sahibulbait… Fadhal

Ustaz Hasan ‘Daliel’ Alaydrus:

Bismillâhirrahmânirrahîm. Pecintamu Hasan bin Ahmad bin Husain Alaydrus. Hari ini kami sangat bergembira sekali, ceramahan antum (Habib Umar bin Hafiz), arahan-arahan antum, membuat gembira dan sejuk kami. Sayyidah Nisa’il Alamin, Fatimah binti Rasulillah ‘alaihâ salâmullâh dan keturunan Sayidah Fatimah di Indonesia banyak sekali sebagaimana antum ketahui. Adalah sebuah realitas wahai Habib, bahwa keturunan Sayidah Fatimah saat ini… dan mereka adalah saudara-saudara antum kami ingin tentu perkataan antum di dengar karena itu kami bertanya di depan saudara-saudara kita, agar apa? Agar tidak ada lagi sesuatu yang samar atau tidak jelas. Agar jelas, hari ini, sebelum kita keluar dari rumah kediaman Sayid Zen bin Smith, sebelum kita berpisah dan kembali ke rumah kita masing-masing, masalah ini harus jelas terlebih dahulu.

Tentu kami mengharapkan dari antum bimbingan-bimbingan antum, perkataan dan fatwa antum, agar menjadi jelas. Kami ingin mencintai karena Allah Swt. Wahai Habib, kami menangisi perpecahan ini, kami sedih, kami malu kepada Allah, kepada Rasul… kami ingin… antum baru saja katakan bahwa ridha Allah, ridha Rasul saw. akan turun dengan adanya jalinan hubungan antarsesama dan kami menginginkan hal itu. Akan tetapi ada suatu hal penting, di setiap majelis, di atas mimbar-mimbar yang diberkati, antum perlu selalu menyerukan persatuan ya Habib. Menyerukan persatuan barisan, khususnya diantara kita sesama Alawiyin.

Karena itu ya Habib, berilah kami pengetahuan, semoga Allah menganugrahi Antum pengetahuan, kita menemukan sebuah realitas di masyarakat Alawiyin saat ini, bahwa sebagian dari mereka bermazhab Syiah ya Habib. Saya adalah seorang bermazhab Syiah. Saya adalah salah seorang murid Almarhum Al-Habib Abdullah Syami’, khususnya saya berguru kepada Habib Hadi bin Ahmad Assegaf dan Syekh Hadi bin Sa’id Jawwas. Mereka semua tahu bahwa saya seorang Syiah. Saya duduk bersama mereka. Mereka mencintai saya. Banyak dari saudara-saudara kita menyaksikan. Saya, Ustaz Othman Shihab, Ustaz Muhammad bin Alwi Bin Syekh Abu Bakar.

Kami bermazhab Syiah, namun sangat disayangkan, kadang-kadang sebagian orang berkata: “Mereka orang Syiah meninggalkan turats datuk-datuk mereka dari kalangan habaib dan para wali di Hadramaut.” Tidak! Kami membaca ratib, doa-doa, munajat-munajat. Bahkan terkadang kami mengutip ucapan antum dalam Adh-Dhiya’al Lami’. Kami ingin membangkitkan semangat para Alawiyyin, maka kami mengutip ucapan Antum dalam Adh-Dhiya’al Lami’: “Demi Allah, tidak disebut sang kekasih oleh pecinta, melainkan ia dibuatnya mabuk kepayang. Manakah gerangan para pecinta yang bagi mereka mengerahkan segenap jiwa dan hal-hal berharga adalah sesuatu yang tidak berarti.”

Kami tidak meninggalkan Hadramaut. Akan tetapi, terus terang, pada kenyataannya kami katakan bahwa kami bermazhab Syiah. Kami menganut mazhab Imam Jakfar As-Sadiq alaihi salam. Kami menukil ilmu fikih, ushûluddîn, dan lain-lain, sebagaimana Antum singgung tadi. Karena itu, saya ingin bertanya kepada Antum, dengan segala takzim dan hormat saya: Apakah Syiah kafir atau tidak? Inilah pertanyaan saya ya Habib, agar apabila jawabannya keluar dari lisan Antum yang diberkahi, insya Allah saudara-saudara akan mendengar, dan tidak akan lagi ada ketidakjelasan, dan insya Allah, besok saya akan mengunjungi Habib Naqib bin Syekh Abu Bakar, dan besok saya… ringan bagi saya insya Allah. Saya pergi mengucapkan salam dan duduk bersama Habib siapa saja… seluruhnya. Maka, karena itu, ya Habib, berilah kami pengetahuan, semoga Allah menganugrahi Antum pengetahuan, terima kasih untuk Antum.

Habib Umar bin Hafiz:

Semoga Allah memberkati dan memberi taufik-Nya kepada Anda dan kita semua. Apa yang Anda sebutkan, pada ucapan Anda, mengenai adanya tali hubungan (ittishal) dengan dengan Sayid Abdullah Syami’ atau yang lainnya, semua itu insya Allah akan tetap berlangsung. Seperti Anda ketahui, bahwa di antara kewajiban seorang yang muttashil (menyambungkan diri) dengan seorang guru, atau siapa pun, begitu pula berkaitan dengan mazhab Imam Ja’far Ash-Shadiq, perlu anda ketahui bahwa tidak ada seorang pun dari syekh-syekh Anda, syekh-syekh dan datuk-datuk kita semua, yang keluar dari manhaj Sayidina Ja’far Ash-Shadiq atau bertentangan dengannya.

Berkaitan dengan penukilan masalah-masalah yang bersifat fiqhiyyah, maka dalam hal ini terdapat banyak jalur (periwayatan) dan menjadi bahan diskusi di antara apara ulama. Terdapat banyak jalur dalam hal metode penukilannya. Maka jika kita telah mengetahui demikian, kita katakan bahwa Sayidina Ali Al-Uraidhi ra. adalah penggalan jiwa ayahandanya, seperti saudara (Imam) Musa Al-Kazhim ra. apa yang berada pada keduanya tidak ada yang keluar dari manhaj ayah mereka, Sayidina Ash-Shadiq ra.

Seperti Anda singgung dalam pembicaraan Anda, bahwa Anda berpegangan pada mazhab yang di pegang oleh mereka, kemudian, cabang-cabang ilmu fikih dalam syariat Islam sangat luas sekali, dan bukan masalah dalam mengambil satu dari sekian banyak cabang ilmu fikih, bahkan tak jarang ditemukan sebuah pendapat yang menjadi pegangan mazhab tertentu dan terdapat padanannya pada mazhab-mazhab lain yang populer di kalangan ahlusunah.

Karena itu di tempat kami terdapat kelompok zaidiah di Yaman. Zaidiah adalah salah sebuah firqah Syiah, mereka adalah firqah Syiah yang paling dekat dengan ahlusunah. Kelompok ini hidup selama ratusan tahun, di antara mereka dengan kalangan ulama dan masyarakat kita terjalin hubungan baik, kehidupan bertetangga yang baik, dan akhlak yang baik, diantara mereka juga terjalin hubungan surat-menyurat dan saling kunjung mengunjungi, dan lain sebagainya. Mereka hidup berdampingan, di masjid-masjid mereka, mereka shalat dengan selain mereka tanpa ada perselisihan, masalah atau pertentangan.

Mereka memiliki banyak cabang dalam masalah fikih, bahkan sebagian mereka dinilai sebagai para penganut mazhab Hanafi karena banyaknya kesamaan dalam masalah-masalah fikih mereka dengan mazhab Imam Abu Hanifah. Padahal mereka bukan para penganut mazhab Hanafi. Terdapat banyak kesamaan pendapat di antara dua mazhab tersebut dan hal ini tidak masalah. Kalau hal ini Anda ketahui, maka jawaban atas pertanyaan Anda adalah bahwa kami tidak mengkafirkan suatu kelompok pun dari sekian banyak kelompok Islam kecuali yang secara terang-terangan menunjukkan pertentangan terhadap sebuah persoalan agama yang diketahui secara pasti, lalu mereka mengingkarinya.

Karena itu, kita tidak bisa menghukumi secara umum. Banyak dari pengikut ahlusunah yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kekufuran, apabila salah seorang dari mereka mengerjakan sesuatu yang dapat menyebabkan kekufuran yang disepakati secara ijmak, disepakati dapat mengeluarkan pelakunya dari Islam maka status “pengkafiran” ini untuk pelaku perbuatan penyebab kekufuran tersebut, bersifat umum. Adapun dalam menindak si pelaku secara khusus, itu adalah tugas walî amr. Sedangkan penyebutan status “kafir” tidak dilakukan dengan menyebutkan nama individu terkait. Namun dengan cara menyebutkan perbuatan penyebab kekufuran, dan keyakinan penyebab kekufuran, karena itu orang-orang seperti Anda yang berpendapat apa pun, misalnya Anda berkata, “Saya Syiah, saya pengikut Imam Ja’far Ash-Shadiq,” tidak boleh dikafirkan, dengan ucapan ini, pandangan ini, tidak bisa dikafirkan.

Tidak yang diyakini orang-orang seperti Anda kecuali bahwa Anda mengagungkan Allah Swt., mengagungkan rasul-Nya, mengagungkan Alquran, mengagungkan umumnya kaum mukminin dan kalangan khusus dari mereka, serta keinginan untuk mensucikan diri Anda dari berbagai bentuk cacian, laknat dan makian kepada yang kecil dan besar. Inilah yang diyakini dan diduga berada pada orang seperti Anda, dan dikenal pada Anda. Ini tentu tidak membuat Anda keluar dari maslak keislaman. Yakni seperti ucapan Anda, “Saya adalah seorang Syiah,” dari sini Anda tahu, bahwa kami, serta para ulama dan manusia-manusia terbaik umat ini, khususnya salaf shaleh kita dari Âl Abi Alawi, mereka adalah orang-orang yang paling jauh dari kebiasaan mengkafirkan, khususnya terhadap umat Islam, sampai seperti bunyi redaksi hadis Nabi saw., “Sampai kalian lihat mereka menunjukkan kekufuran secara benar-benar jelas.” Yakni tidak lagi perlu di takwil.

Namun demikian, mereka mengatasi perkara ini (kekufuran seseorang yang benar-benar jelas) tidak dengan atau dengan mencaci dan memaki, tetapi dengan memintanya bertaubat, dan menjelaskan masalah kepadanya, jika ia tidak juga bertaubat maka di serahkan kepada walî amr. Penyelesaian masalah oleh mereka hanya sampai di sini saja. Inilah cara yang di tempuh oleh para salaf saleh kita.

Maka, kami sedikit pun tidak membenarkan takfir (pengkafiran) yang merupakan budaya kaum khawarij yang telah mengkafirkan para sahabat, mengkafirkan Sayidina Ali dan para pengikutnya dan siapa saja yang bersamanya, meski demikian, Imam Ali tak mau mengkafirkan mereka. Maka kami bersama mazhab Imam Ali tersebut. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka (kaum khawarij) adalah orang-orang kafir?” Imam Ali menjawab, “Tidak , mereka lari dari kekufuran.” “Apakah mereka orang munafik?” tanya mereka lagi. “Tidak, orang-orang munafik tidak berzikir menyebut nama Allah, sedangkan mereka banyak berzikir menyebut-Nya.” “Lalu kami namakan apakah mereka?” tanya mereka. “Mereka adalah saudara-saudara kita yang telah memerangi kita.”

Dalam riwayat lain Sayidina Ali berkata, “Mereka telah ditimpa fitnah, maka mereka buta dan tuli…” Beliau tidak mau menyebut mereka kafir atau munafik. Maka manhaj Sayidina Ali inilah yang juga merupakan manhaj Al-Faqih Al-Muqaddam, Sayidina Assegaf, Sayidina Al-Muhdhar, dan juga berarti manhaj kita semua. Inilah yang kita anut dan pegang teguh. Padahal, orang-orang khawarij membawa pedang dan memerangi Imam Ali. Mereka telah memerangi manusia-manusia terbaik dari umat ini yang begitu jelas disaksikan keutamaan mereka oleh Alquran dengan sebutan as-sâbiqûn al-awwalûn; as-sâbiqûn al-awwalûn berada pada barisan pasuka Imam Ali. Kaum Khawarij memerangi mereka, mereka mengangkat senjata mereka memerangi manusia-manusia terbaik umat ini. Namun Imam Ali tak mau mengkafirkan mereka, karena sifat wara’ dan ketakwaannya, serta karena keluasan ilmunya, dan beliaulah pintu masuk kota ilmu. Maka manhaj inilah yang kita gunakan, dan inilah manhaj para salaf kita, semoga Allah Swt. meridhai mereka semua.

Paling penting yang harus kita perhatikan banyak sekali dari kalangan putra-putri kita yang menjadi sasaran kristenisasi dan target incaran orang-orang Nasrani. Seperti apa upaya Anda dalam menghadang gerakan ini? Wajib bagi Anda sekalian untuk memikirkan secara serius dalam menghadapi fitnah dan bencana besar ini, dimana putra-putri kita menjadi target kristenisasi, di kepulauan manapun di kawasan Indonesia secara khusus. Kedua, sejumlah putra-putri kita biasa meninggalkan salat-salat fardu, tidak mengerjakannya, ada juga yang menunda-nunda pelaksanaannya, tiga waktu, empat waktu, dan tidak mempedulikannya. Mereka salat setelah lewat waktu-waktu shalat fardu yang ditetapkan, di antara mereka ada juga yang tidak mengetahui kewajiban-kewajiban yang bersifat fardhu ‘ain, dan ada juga dari mereka yang saling memutuskan silaturahmi, pelanggaran-pelanggaran mereka itu berdampak pada siapa?

Barangkali, beberapa bencana yang turun di tengah-tengah kita, yang dialami beberapa saudara kita adalah peringatan dan sanksi atas kelalaian Anda sekalian terhadap kewajiban yang seharusnya Anda tunaikan. Karena Anda lalai, maka dampaknya kembali kepada Anda sekalian dengan lebih dahsyat. Maka, persoalan ini adalah di antara sekian banyak persoalan yang menuntut kerja sama dan kekompakan kita semua, demi melindungi putra-putri kita dari bahaya kekufuran dan melindungi mereka dari berbagai bentuk kemungkaran yang disepakati khususnya dalam lingkup kalangan zuriah suci, kemudian untuk saudara-saudara kita yang lain. Ini adalah satu di antara sejumlah kewajiban utama yang patut menjadi bahan perhatian sejauh kemampuan kita sejauh.

Adapun dalam menyikapi apa yang terjadi berupa munculnya sejumlah perbedaan pendapat, adalah menyikapi dengan bijaksana, dan memberikan bimbingan dengan rahmat dan kasih sayang, serta dengan berusaha untuk menjelaskan hakikat permasalahan semaksimal mungkin, merekatkan kembali perpecahan, dan meredam fitnah semampu kita. Inilah seharusnya sikap yang harus kita miliki. Marilah semaksimal mungkin kita berusaha agar jangan ada di antara kita pencaci, pemaki, pelaknat, dan yang sering mengkafir-kafirkan.

Sedangkan mengenai kapan hasilnya dapat kita wujudkan, apakah dalam satu-dua hari, satu bulan, atau satu tahun, hal itu sesuai kadar ketulusan kerja keras kita, Insya Allah hasilnya dapat kita wujudkan. Alhamdulillah, setiap individu dari kita sungguh jauh sekali dari keraguan kitabullah atau sunah Rasul saw. atau petunjuk para salaf saleh masing-masing dari Anda sekalian jauh sekali dari keraguan akan Kitab Tuhannya dan sunah Nabinya, serta ajaran salaf salehnya. Lalu bagaimana mungkin (salah seorang dari Anda) dapat diberi cap kafir, yang berarti keluarnya seseorang dari Islam, seperti ketika saya jawab pertanyaan Anda, karena takfir (pengkafiran) adalah sesuatu adalah sesuatu yang paling keji di alam wujud ini. Tidak ada yang paling keji melebihi takfir dan lebih buruk lagi adalah kemusyrikan, yakni mempersekutukan sesuatu bersama Allah. Inilah hal terburuk.

Pentranskrip: Ali Reza Aljufri © 2009

Catatan: Terima kasih untuk fl0weriest & bsa_fatimah

Last modified: September 21, 2010

126 tanggapan atas “Habib Umar bin Hafiz Bicara tentang Syiah”

  1. Ass..wr wb..Smoga limpahan rahmat ALLAH swt.tetap tercurah atas Alhabib Umar BSA,amiin.adalah lebih baik jk kita dahulukan ahlak daripada Mashab..nggak usah kita berdebat ttg perbedaan antara syiah dan sunni,yang salah itu yg nggak sholat,ga’puasa,dll(dlm hal kebaikan),imam khomeni syiah tp sungguh sgt bijak /kataanya :tdk timur atau barat islam,islam,islam,tdk sunni atau syiah islam,islam,islam..ane adalah sunni tp byk teman2 ane dr syiah,mereka jg sholat,puasa,bersedekah..

    1. teman ane juga katolik puasa, sedekah bantu orang dan lain2. Jadi mari kita beragama bebas saja terserah masing2 toh sudah akhir zaman ini, biarkan Allah Yg Menghakimi kita nanti…. ya kan mat ?

  2. AllAHHUAKBAR, Apapun jenis ajarannya dan pandangannya yang penting mengikuti ajaran dasar dari Rasulullah Salallah’alaihiwassalam.

  3. firdaus al-hasani Avatar

    dari semua ajaran syiah ane bersikap slng brtoleransi dan menghormati dlm mnjalankn syariat masing2 tapi 1 hal aja yg tidak ane setujui dr syi’i KAWIN MUT’AH bagi ane adalah HARAM ZADAH,
    wanita tidak boleh di nikah kontrak karna itu kebiasaan jahiyah dan Rasul saw. melarang kawin mut’ah setelah perang khaibar, wanita adalah lambang kehormatan dan harus di muliakan, ibu ane seorang wanita ane sgt menghormati dan memuliakanya, ibarat pribahasa surga berada di telapak kaki ibu
    (ane sunni alsy’ri)

    1. na’am.. seperti halnya tayamum, dimana jika ada air maka kita tidak boleh tayamum.. sama dengan mut’ah itu sendiri ada aturan dan syarat-syaratnya.. afwan.. antum bisa baca lagi..

    2. hram dari mna ya akhi. cba anda teliti kmbali. mut’ah adlh solusi bagi umat islam…trutama generasi muda agar tidak trjerumus dlm peradaban barat yg brupa prgaulan(seks)bebas
      bgmna bisa diktakan zina? sdngkan mut’ah adl prnkahan lyaknya prnkahan pd umunya. ada persyrtannya ada prstujuan dr ke2 pihak, ada mharnya dll. jd ada kerangka tnggungjwabnya. iya klo zina semena2 tnpa ada aturan. org zman skrg tdk tabu lg mlkukan seks bebas…ttp mreka sngt tabu dengan hal2 yg dianjurkan syariat. knp? krna mereka tlh terbwa oleh arus zamannya. & karna krg mngertinya terhdp agmanya sndiri. Justru dgn Mut’ah seorang wnita merasa di hargai & di muliakan…krn ada janji & prsyratan di dlmnya. Mut’ah Halal karna nabi sndri yg mengatakannya. akan ttp pd masa khlifa umar di hrmkan…?atas dasar apa umar mnghrmkan ssuatu yg telah di halalkan oleh nabi? apkh ia lbh baik dr seorng nabi utusan tuhan? bknkah perkataan nabi adlh wahyu? jika dmikian adanya…berarti menolak printah rasul adlh mnolak printah Allah…apa lagi merubahnya!!. coba anda simak perkataan syyidina Ali smga Allah mlmpahkan rahmat atasnya : sesungguhnya mut’ah adalah rahmat Allah yg di limpahkan atas hmbanya. kalaulah umar tidak melarangnya maka perzinaan tdk akan terjdi.
      Ya Allah kami berlindung kepadamu dari menolak hukum2Mu…apa lagi merubahnya. sungguh besar dosa kami…smga kita smua umat islam apapun madzhabnya di beri petunjuk dan di ampuni dosanya

    3. bknkah perkataan nabi adlh wahyu? jika dmikian adanya…berarti menolak printah rasul adlh mnolak printah Allah…apa lagi merubahnya!!.

      Giliran urusannya mut’ah ga mau menolak perintah Nabi, giliran haknya di rebut Abu Bakr , Ali ra mau ber baiat krn di bawah ancaman pedang yg berarti menolak perintah nabi utk menjadi penggantinya? Dasar ahli mut’ah. Maha Suci Allah yg telah mengilhami Umar ra utk berpandangan jauh dg melarang mut’ah agar kaum wanita terlindungi dari jerat prostitusi terselubung. Dg di bolehkannya mut’ah, maka laki2 akan bisa nikah setiap hari dan minimal punya istri 100 dalam hidupnya, lantas akhirnya anak2nya akan saling mut’ah juga nantinya sehingga manusia2 akhir zaman berkualitas rendahlah yg tinggal dibumi ini. Ngomong2 nt punya saudara perempuan ga yg bisa ana mut’ah ? boleh ga?

    4. Antum tidak setuju dengan hukum fikih Syiah (tentu antum menolak hukum halal mut’ah) tapi bertanya “bisa ana mut’ah?” Perhatikan ucapan antum sebelum bicara!!

    5. bknkah perkataan nabi adlh wahyu? jika dmikian adanya…berarti menolak printah rasul adlh mnolak printah Allah…apa lagi merubahnya!!.
      sdh jelas2 menolak bahkan merubah masih aja di bela. ya akhi yg di tolak itu bkn perintahnya presiden!! tpi Allah Azza Wa Jalla dan Nabinya. ilham dr mna?sdh gamblang gara2 tndakan umar, perzinaan terjadi dimna2? berarti itu sama halnya umar dan anda yg membelanya membuka peluang org untk berbuat mungkar. coba orang lain selain pribadi yg Allah percayakan agama ini di embannya tidak ikut campur. tdk akan kacau umat ini. kalau saya sendiri lebih membela rasul saww. jiwaku tebusan bagimu yabna Abdillah
      saya tanyakan kembali kepada anda!!mohon di jawab dengan tegas?
      1.lebih mulia spa antara Nabi saw dan umar?
      2.lebih suci spa antara nabi saw dan umar?
      3.lebih mengerti spa Nabi saw dan umar atas kondisi umat?
      4.untuk siapakah ayat yg mengatakan” tidaklah kami utus engkau kecuali rahmat untuk segenap alam semesta. Nabi saw atau umar?
      pak hadis tentang nabi membolehkan mut’ah(yg membolehkan seseorang menikah walau dengan sehelai kain. dr pd zina) itu ada di bukhari kitab hadis anda. ya pa anda ini? ngaku Ahlu sunnah tp gak tau!!! mkanya jgn sok…baru tau sdikit sdh ngarasa pling pinter. udah gtu salah lagi…apa2 itu di cek, di teliti jgn di telan mentah2…ada org bilang kuda terbang percaya…cek dulu baru percaya. ada org bilang mut’ah haram..percaya!! cek dulu benar atau tidak. gak tw masalah mut’ah yahannu kalam…bukankah ciri2 orang yg berakal dlm Al-Qur’an selalu berfikir sebulum mengambil keputusan

      anda mengutip tulisan saya yg ada selewengkan maknanya. coba anda baca & renungkan…
      umar ra itu melarang(mnolak) sesuatu yg telah rasul tetapkan…pngikut macam apa itu!! yg brani merubah printah seorang nabi islam yg berada dalam kontrol tuhan…yg dzatnya sndiri berfirman : “ssungguhnya pd diri nabi terdapat budi pekerti yg agung”

      ya Akhi Sayyidina Ali tdk menolak amanat dr nabi…beliau menerimanya…spa yg mrgukan pribadi Ali.
      sya tnyakan kmbali kpd anda?
      1.spakah yg mmbela nabi pd masa awal islam Ali ra atau umar?
      2.spkah yg memeluk islam terlbh dahulu Ali ra atau umar?
      3.spakah yg mmbela nabi di setiap perangnya Alir ra atau umar?
      tidakkah anda mngetahui peristiwa ghadir khoum(hari pengangkat imam Ali sebagai penggati beliau saw). akan tetapi jabatan sayyidina di rampas oleh khalifa pertama, sehingga beliau hrs menunggu hingga ke-2, ke-3…dan akhirnya beliau mnjdi khalifa yg ke-4.
      kalau dulu saya jdi guru sejarah islam anda. saya kasih anda nilai 3.
      buka dan baca kmbali sejarah islam yg benar. apa yg terjadi pd masa lampau…jgn menutup diri atas kebenaran.
      saya tidak minta anda masuk syiah..tidak usah. cukup anda tau sejarah bgmana suka cita nabi dan keluarganya begitu jg pngikutnya yg SETIA, dlm mengemban misinya sebagai utusan Tuhan…….

    6. hadoooooooooooooooh… streeees ini anak menghujat sahabat…. gak boleh tau, Su’udzzon it nmnya…. apakah kamu tidak pernah membaca hadis-hadis tentang Nabi memuji sahabat Sydina abu bakar, sydna umar , Sydina ustman…. kamu ini taunya pujian Nabi kepada Saydina Aly aja…
      Sydna Aly it gk mungkin merasa diambil jabatannya, karena beliau adalah orang yang alim, sopan santun, mulia dan mempunyai pemikiran yang panjang. Begitu juga dengan shabat yang lain, mereka tidak mungkin berisi keras untuk menjadi khalifah pertama atau merampas, karena mereka orang yang berilmu, mulia dan sangat mencintai Rasulullah SAW… sejarah yang anda baca itu hanya luapan sangkaan yang tidak baik. Para sahabt tidak mungkin seperti yang dibicarakan sejarah, karena mereka orang yang mulia, yang selalu dipuji-puji Nabi Saw. dan sejarawan yang menyatakan sahabt yg tiga itu adalh perampas khalifh, itu adalh sejarawan yang tidak suka degan sahabat.
      berbicara tentang kemuliaan, Nabi Muhammad dan ke 4 sahabt adalah orang yang mulia, Nabi MUhammad adalh orang yang termulia didunia, para sahabat itu orang yang mulia, karena Nabi selalu memuji sahabt abu bakar, umar, usma, aly…
      Rasulullah Saw pernh bersbda, “bhw sesudah kematianku, 30 tahun pemerintahan dari periode Abu bkr sampai saydina H adalh kepemimpinan yg tidak zalim, setelah lewt 30 thun adlh kepemimiinan yg keras”. Hal ini menggambarkan bhw abu bkr, umar dan ustman adalah diridhai Allah SWT dn Rasulnya atas kepemimpinannya.
      para sahabt waktu meninggal Nabi, Saydina Aly itu mengurus pemandian RasulAllah dan para sahabt yang berunding siapa yg pantas untuk menjadi kahlifah. setelah itu smua sahabt berkumpul, dan saling suruh menyuruh untuk menjadi khalifah, dan sama-sama bilang bhw antum yg lebih pantas dan mulia untuk menjadi khalifah.

  4. firdaus al-hasani Avatar

    dari semua ajaran syiah ane sunni bersikap brtoleransi dan slng menghormati dlm mnjalankn ibadat masing2 tapi 1 hal aja yg tidak ane setujui dr syi’i KAWIN MUT’AH bagi ane adalah HARAM ZADAH,
    wanita tidak boleh di nikah kontrak karna itu kebiasaan jahiyah, Rasul saw. melarang kawin mut’ah setelah perang khaibar, wanita adalah lambang kehormatan dan harus di muliakan,ibu ane seorang wanita ane sgt menghormati dan memuliakanya,ibarat pribahasa surga berada di telapak kaki ibu
    (sunni alsy’ri mahzab safi’iah)

  5. Yang penting taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya.

    Meneladani Rasul-Nya juga penting (QS Al-Ahzab 21) misal bacaan dzikir setelah sholat fardhu ada di kitab Riyadhus Shalihin bab 244 hadits ke 8, 9, 10 dan 12.
    Mulailah dari yang sepele, yakni meneladani bacaan dzikir sesudah sholat fardhu.

    Masalahnya adalah Syiah dan para habib tidak mau bacaan dzikir meneladani Rasul-Nya.

    1. Terima kasih buat Abu Dias yang (seolah-olah) mengaku meneladani bacaan zikir Rasul saw.

  6. yang pasti kalau syiah mengkafirkan sahabat,sayd.Abubakar, sayd.Umar dan sayd,ustman, dan memaki istri nabi aisyah, pasti dia sudah kafir.!!!

    1. Sahabat termasuk rukun iman? Kalo gitu mengkafirkan muslim tanpa bukti bisa jadi kafir juga. “Barang siapa mengkafirkan seorang atau ia panggil dia ‘Hai musuh Allah!’ padahal tidak ia begitu, melainkan kembalilah (panggilannya) itu kepadanya sendiri (HR. Muslim)

    2. Itu betul haditsnya …jika ia tidak begitu…disitu kata kuncinya….tp jika memang syiah musuh Allah yg hobi melaknat orang2 yg mula2 masuk islam (tersebut dlm alquran) ya ga kembali panggilannya.

    3. Kemula-mulaan masuk Islam tidak selalu menjadi bukti keutamaan iman. Kalau demikian adanya, Sayidina Ali (semoga Allah memuliakan wajahnya) lebih utama karena paling awal mengikuti Rasulullah saw. ketika lainnya masih menyembah berhala.

    4. saya setuju bang ejajufri..coba bang zainal baca2 sejarah islam dimasa lampau yg banyak orang lupa bahkan tidak pernah tahu sama sekali..sejarah ini banyak diriwatkan oleh perawi2 dari mazhab manapun..

  7. Saya katakan “KALAU” (bisa iya,bisa tidak)
    tapi kalau memaki sahabat NABI MUHAMMAD S.A.W. Pernah saya dengar,dianggap merampas kepemimpinan setelah NABI MUHAMMAD S.A.W. meninggal, Mestinya mereka yang memaki sahabat Rasul belajar lagi perjuangan sahabat rasul, yang mana sahabat rasul itu yang dijamin masuk surga.

    1. yang menarik dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga ada nama ustman dan abu dzar.. kalo’ nt baca sejarah, nt tau yang mengasingkan abu dzar hingga meninggal itu ya ustman.. terus 22 masuk surga??
      Baca lagi bosz.. jangan asal telen riwayat aja.. afwan..

    2. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia (para shahabat) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kemuliaan para Shahabat). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”
      (QS Al Fath:29). cukuplah ayat diatas sebagai bukti kemuliaan, keutamaan, kewalian dan tazkiyah Allah thdp para shahabat. ayat diatas juga sbg hukum bahwa telah kafirlah orang yg membenci para sahabat.

    3. Sahabat memang mulia, minimal kemuliaan karena telah melihat wajah suci Rasul saw. dan bertemu dengannya. Tapi klaim bahwa semuanya tulus, adil dan tanpa kritik menurut saya terlalu “berlebihan”.

    4. coba anda pahami kembali ayatnya…yg beriman & beramal shaleh…ya akhi sahabat juga manusia biasa yg dapat berbuat salah dan lupa. mereka tidaklah ma’sum. mereka bukanlah nabi. dan tidak semua sahabat itu sama kedudukannya. tidak masuk akal…tidaklah sama kududukannya antara sahabat yg masuk islam pada fase awal dakwah islam di makah, dengan shbat yg masuk islam stelah fatthu makkah. tidak mungkin seorang seperti ALI yg masuk islam di awal kmunculan islam sama sperti muawiyah yg baru masuk islam stelah fatthu makkah…
      kebersamaan mereka dengan rasul jg tak seragam sehingga mnjdikan tingkat keilmuan sahabat berbeda2, begitu pula smagat mereka, & juga pemhaman mereka terhadap Al-qur’an…dengan demikian shbat tdklah terbebas dari dosa..mereka dapat bertengkar satu sama lain & berdebat layaknya manusia pada umumnya.

    5. tidak usah terlalu jauh ke Muawiyyah, Abu Bakr dan Umar ra saja, apakah mereka tidak termasuk orang2 yg mula2 masuk Islam ?? apakah mereka tidak masuk ke dalam ayat dlm surat al-Fath itu ? lantas knp kalian cap mereka pengkhianat ? zindiq…. afala ya tafakkaruun. Cobalah berfikir qurani bukan kitabi krn kitab2 itu karangan manusia, hanya alquran yg terjaga kemurniannya sebagaimana janji Allah di dalamnya.

    6. Semua akan kembali dipahami jika membaca sejarah yang ada..

      Berfikir Qurani yang bagaimana? Quran itu butuh pemahaman dan penafsiran yang juga dilakukan oleh manusia. Pertanyaan selanjutnya adalah manusia yang bagaimana? Tentu tidak seluruh manusia, karena itu Nabi bersabda, “Aku tinggalkan dua perkara berat, Alquran dan keluargaku [Ahlulbait].” (HR. Muslim)

    7. Pasti masuk surga bagi sahabat yang mulia..

    8. Itu hadits versi syiah….kalau menurut sunni haidts tsb berbunyi “Kitabullah dan sunnah ku” bukan ahlulbayt…..sebab jika keluarga Nabi berarti buat umat jaman skr yg ada cuma Al-quran krn keluarga nabi sudah tdk ada lagi. Atau keluarag Nabi yg suka mabok2 /zina di diskotik2 yg nt maksud ? Fikirkan lagi dong jgn telan mentah2 aja hadits karangan ayatollah2 itu..

    9. Mas, pernah baca Shahih Muslim enggak? Silakan Mas telan mentah-mentah hadis dari Shahih Muslim, bab Fadhail Ali bin Abi Thalib:

      وأنا تارك فيكم ‏ ‏ثقلين ‏ ‏أولهما كتاب الله فيه الهدى والنور فخذوا بكتاب الله واستمسكوا به فحث على كتاب الله ورغب فيه ثم قال وأهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي أذكركم الله في أهل بيتي

      Itu tiga kali Nabi saw. ingatkan tentang Ahlulbait. Tiga kali (kalau Anda bisa baca)!

    10. harusnya kita selektif dalam mendalami sesuatu yg diawali dgn perbandingan/pembanding. banyak hadist yg bertentangan dgn hadist yg lain disitulah kita dianugrahi akal untuk membandingkan dan berpikir..

    11. tidak ada hadits -shohih&hasan- yg saling bertentangan! tdk ada hadits yg btentangan dgn alQur’an. kalaupun terkesan bertentangan, maka itulah keterbatasan otak&ilmu yg kita miliki.

    12. Ada hadits yg bertentangan dg al-quran…. yakni hadits2 israiliyyat yg bertujuan merusak Islam dr dalam krn alquran terjamin kemurniannya maka Ahli Kitab/Yahudi mencoba utk merusaknya dr dalam sebagaiaman Paulus merusak Injil.

  8. Ada hal yg menggelitik benak saya dari penjelasan/jawaban habib Umar bin Hafidz di atas, dan ini juga sering saya jumpai di kalangan habaa-ib, khususnya ketika berbincang soal Syi’ah.
    Spt dikatakan oleh habib Umar di atas bahwa “tidak ada seorang pun dari syaikh-syaikh Anda, syaikh-syaikh dan datuk-datuk kita semua, yang keluar dari manhaj Sayyidina Ja’far Ash-Shadiq atau bertentangan dengannya….”.
    Atau yg biasa saya dengar di kalangan habaa-ib, “kami mengikuti orang-2 tua kami, yg mengambil dari orang tua mereka, dari kakeknya dan seterusnya yg bersambung kepada Ahlulbayt dan Rasulullah saw….”
    Padahal sepanjang pengetahuan saya yg bodoh ini, kalangan habaa-ib mempraktekkan fiqih berdasarkan kaidah Imam Syafi’i dan meyakini pokok-2 agama/aqidah beradasarkan teologi Imam Asy’ari dan Imam Maturidi, yg notabene kesemuanya ini bukan anggota A-immatil Ahlulbayt.
    Kalaupun kemudian diklaim bahwa mereka ini menyandarkan keilmuannya kepada A-immatil Ahlulbayt, bisakah diklarifikasi secara ilmiah ?
    Apakah ada di dalam kitab para Imam tsb yg menyebutkan, misalnya dalam masalah wudhu’, tertulis “qoola sayyidinal Imaam Ja’far ash-Shodiq bla…bla…bla… “ ??
    Atau misalnya di dalam menjelaskan masalah Tauhid, disebutkan “qoola sayyidinal Imaam Muhammad il-Bagir bla…bla… bla… “ ??
    Adakah ? di kitab apa ?
    Mohon pencerahan.

  9. inilah yang disebut sebagai orang mulia yang tahu sejarah. Salam atas Datukmu ya Habib, yaitu yang Mulia Nabi besar Muhammad saw dan Ahlul Baitnya, agar engkau ya Habib, dimuliakan oleh Allah swt, kami salut dengan perkataan serta besarmu dan lapangnya hatimu dalam menyikapi sebuah perbedaan, kami pun butuh petunjuk darimu ya Habib. Kami memohon kepada Allah swt agar engkau dan keluargamu dan pengikutmu dan orang-orang disekitarmu yang mecintaimu agar dipanjangkan umurnya, disehatkan selalu, serta senantiasa dalam lindungan Allah swt. Amin.

  10. Javad Al-Kadzim Avatar
    Javad Al-Kadzim

    Maaf copas dari salafytobat.wordpress.com

    abu salma, on February 18, 2009 at 3:27 am Said:

    perpecahan salafy (bingung sama salafy)

    ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

    ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

    ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

    ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

    Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

    Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

    Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

    salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

    pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

    ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

    ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

    mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

    yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

    jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

    jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

    jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

    sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

    gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

    1. Pencatutan nama salafi/salafus salih membuat orang tertipu. Masing-masing mengaku paling ngikut salaf. Akhirnya banyak yang tertipu tetapi merasa paling benar.

  11. Koq belum ada yg kasi pencerahan ke saya ya ???

    1. Menyebut nama imam ahlulbait takut dituduh Syiah.

  12. Allahummasholi ‘ala Muhammad wa alih..
    izin kutip ya..

  13. Mahluk ciptaan Allah Avatar
    Mahluk ciptaan Allah

    Ketika para Imam,Ulama dan Umara antar Mazhab sibuk memperjuangkan persatuan, kenapa para makmumnya sibuk bersikap bertolakbelakang dari pimpinannya? Ono opo?

    1. LIKE IT

    2. Gak ada ulama salaf dan umara yg berilmu ( dari maliki.hambali hanafi,syafii..hingga ibnu taymiah dan sampai muhamad ibnu abdul wahab) menganjurkan persatuan dg syiah…justru mrk mengatakan syiah ibarat kotoran najis yg dibelah dua dan zindik.

  14. Mahluk ciptaan Allah Avatar
    Mahluk ciptaan Allah

    siapa yg harus kita lbh percaya? Para Imam, Ulama dan Umara yang memperjuangkan persatuan atau para makmum dan Imam yang memperjuangkan perpecahan? Waspadalah2!

  15. persatuan dalam islam harus ditegakkan, jangan sampai tidak tegak. krena bil pech kapan islam akan bangkit?

  16. Ass.wr.wb. Maaf wahai saudaraku janganlah kalian permasalahkan jaman dulu tapi hati2lah didalam memilih islam yang sebenarnya, dan kalian adalah saudara

  17. Usup Supriyadi Avatar
    Usup Supriyadi

    Sepertinya, Pak Ali Reza, ini paham betul soal Syiah, atau memang yang sepaham dengan aliran theologi ini?

    terus terang saya belum tahu betul, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, kenapa kalangan Syiah tidak mengakui atau katakanlah juga agak membenci, Abu Bakar as-Shiddiq Radhyallahu anhu, Umar bin Khathab Radhyallahu anhu, dan Ustman bin Affan Radhyallahu anhu, serta istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Aisyah Radhyallahu anha?

    dan, mengagungkan Ali bin Abi Thalib Radhyallahu anhu?

    kenapa Imam-imam Syiah di”gelari”, Alaihissalam? apakah itu tidak berlebihan?

    dan, apa bedanya sih keturunan Nabi dengan bukan keturunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam?

    kok, kalangan Syiah sangat mengagungkan keturunan Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam

    kalau saya lihat dari segi rukun Islam-nya saja sangat beda, ya, mas…

    wa allahu a’lam….

    saya mencoba mengikuti ahlussunnah saja…., yakni Al-Qur’an dan Shahih Bukhari

    1. Usup Supriyadi Avatar
      Usup Supriyadi

      Mohon Maaf dan Terima Kasih

    2. Maaf, saya tidak pernah mengakui paham betul atau yang semakna dengannya. Pertanyaan seperti ini butuh penjelasan panjang dan tidak cukup per komentar; mungkin butuh tulisan baru.

      Mengenai posisi sahabat, kaum Syiah memiliki dalil ayat dan sabda Nabi saw. (juga terdapat dalam kitab suni) mengenai pengganti beliau, yakni Sayidina Ali. Sejarah juga merekam beberapa perlakuan sahabat yang tidak menyenangkan Nabi saw. Saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak mencantumkan beberapa perlakuan sahabat yang tidak menyenangkan di blog ini. Lihat link 1 dan link 2.

      Anggapan “pengagungan” berkaitan dengan akidah mengenai imamah, karena beliau bukan sekedar sahabat tapi imam, yakni penjaga risalah kenabian.

      Penyematan alaihi salam bukan sesuatu yang berlebihan. Hanya saja kita “terbiasa” bahwa as. hanya untuk malaikat (padahal kita juga memiliki keyakinan bahwa manusia yang bertakwa bisa melebihi malaikat). Bukhari juga menyebut Fatimah putri Nabi dengan alaiha salam. Link komentar saya sebelumnya dan link riwayat Bukhari.

      Masalah keturunan Nabi, ada riwayat yang menyatakan keutamaannya. Berikut ini link pendapat dari seorang ustaz suni.

      Wallahualam. NB: Saya mengikuti ulama adil yang memahami Alquran dan sunah yang pasti.

  18. Afwan sebelumny, kl ana salah mohon di koreksi. Saya tidak hadir pd wkt acr tsb, ttp saya perna melihat rekaman acr tsb. Setahu saya Hb Umar jg mengatakan, Kl ada seseorang yg meyakini bhw al-quran yg sekarang ini msh kurang, ato blm lgkp, ato yg lainny (yg berarti Al-quran skrg ini tdk sempurna) dan seseorang yg meyakini bhw sahabat kafir maka org tsb adalah keluar dari Islam. Mhn koreksi jk ada kesalahan dlm penulisan ana ini. Syukron.

  19. Dalam alQuran Allah SWT berfirman “Inna akromakum indallahi atqoqum” yang maknanya seseorang dinilai mulia oleh Allah disebabkan karena ketaqwaannya kepada Allah SWT. buat apa membanggakan keturunan dari ahlul bait tetapi mempunyai akhlaq yang buruk. Apakah anda mau mengatakan bahwa orang di luar ahlul bait derajatnya di bawah ahlul bait walaupun tinggkat ketaqwaannya melebihi ahlul bait? agama islam agama yang mulia bukan seperti agama hindu yang mengenal kekastaan, agama ini dibina dengan membebaskan orang dari penindasan dan menjamin memerdekakan haq individunya sebagai manusia, jadi jangan terlalu berharap lebih dan mengambil resiko dalam beribadah dengan acuan sebagai ahlul bait itu mulia dan dimuliakan. Jadilah manusia yang sempurna secara kejiwaan dengan mengutamakan ajaran agama sebagai acuan dalam bertindak dan berperilaku sehingga kita menjadi manusia yang betul2 seperti yang difirmankan oleh Allah SWT.

  20. siapa yang mengatakan qur’an mukharrof dia K A F I R……….
    siapa yang mengkafirkan ahlus sunnah dia K A F I R………
    siapa yang mengkafirkan sayidina abu bakar,umar,usman dia K A F I R……….
    siapa yang mengkafirkan Ummul Mu’minin A’isyah Tholhah dan Zubayr dia K A F I R….
    siapa yang mengkafirkan Abu Hurayroh dia K A F I R………..
    siapa yang menyatakan jibril salah kirim wahyu dia K A F I R………..
    siapa yang menyatakan kesemua itu adalah musuh islam………
    IHDZARU AQIDAH SABAIYYAH YAHUDIYYAH…….

    1. Assalamu’alaikum

      Sudah saatnya kita Belajar membuka wawasan dan berhusnudzon dengan sesama muslim lainnya walaupun berbeda mazhab.
      Kenapa kita tidak menyerukan persatuan ?
      Ketika dunia menyerukan persatuan Islam, sebagian kita malah menumbuhkan perpecahan.

      Assalaamu’alaikum wa rahmatullah !

    2. ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.
      ALLAAAAAAAHU AKBAR.

  21. Fatwa pemimpin agama syi’ah tertinggi khamenei : haram menghujat simbol-simbol yang di muliakan Ahlul Sunnah wal jama’ah. http://m.kompasiana.com/?act=r&id=274446

    @hameed assegaf : statement-nya tolol banget sih pake mengkafir-kafirkan segala. Ente Pake nama palsu yah ?.

    1. Terima kasih, tapi tulisan dari linknya tidak muncul. Saya sudah muat di-blog ini beserta latar belakangnya: http://wp.me/pyhQ9-1eC

    2. shia and sunni must be united,.. (qaala imam alkhomeini ra).. wa hakadza qaala al-Habib ali al-jufri, wa habibuna al-mukarrom assayyid umar bin hafedz,.. ra… :D

  22. ada yang tahu alamat email ustad othman shihab gak?

  23. “memulai dari apa yang sama, jangan memulai dari apa yang beda”

  24. @ price..mungkin udah telat banget nih. ….sedikit penjelasan tak seberapa dari saya, dalam kitab2 pegangan salaf habaib,(yang saya tahu) bermazhab Syafii, disana tertulis dalil2 mengenai berbagai hal sebagai landasan yang menguatkan suatu ketetapan hukum atas satu masalah, biasanya ucapan (dalil) tersebut langsung dari Rasulullah s.a.w yang diriwayatkan oleh para sahabat,,bahkan ada yang sanadnya melalui Imam Ali kwjh. disitu juga ada sanadnya lengkap, terkadang dalam kitab lain, di tuliskan siapa saja orang-orang yang meriwayatkannya ( apakah tsiqat atau tidak) dan apakah riwayat tersebut sahih atau tidak. dan pastinya riwayat2 ( hadits2) diketahui bahkan melalui jalur ahlul bait. lalu apakah perlu ahlul bait (yang tidak mendengar secara langsung dari Nabi ) memasukkan Nama beliau di jalur riwayat tersebut …?

  25. syiah itu agama kotor bukan agama islam..ana tau habib umar sangat pintar,wara,tawadu dan saya menghormatix seperti aba saya tp mungkin beliau belum pernah baca buku2 syiah..mohon datang kerumah biar tau buku syiah yang sesat da menyesatkan

Tinggalkan Balasan ke Zain ALi ya Ali MUhammad Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Hi 👋🏻

Baca cerita dan pengalaman yang lain di sini.

Be Part of the Movement

Saya berbagi pengalaman dan pandangan—straight to your inbox.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨