Maqbarat Al-Baqi’ (مقبرة البقيع, Pemakaman Al-Baqi’) Jannatul Baqi‘ merupakan sebuah komplek pemakaman di kota Madinah, Arab Saudi, yang letaknya persis melewati Masjid Nabawi, area bagian tenggara dari masjid. Pemakaman ini juga dikenal sebagai Jannatul Baqi’ (جنة البقيع). Nama ini berarti “Taman Surga”. Nama lain yang dikenal adalah Baqi’ Al-Gharqad.

Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun tepat di mana Nabi Muhammad biasa menjalani kehidupannya dan membangun masjidnya di mana saat ini beliau dimakamkan. Karena itu pemakaman ini memiliki banyak arti penting. Di tempat itu dimakamkan jasad para sahabat dan keluarga Nabi saw. Riwayat menyebutkan bahwa Nabi melakukan doa setiap kali beliau melewati pemakaman.

Pada masa pembangunan Masjid Nabawi, As’ad bin Zararah, salah seorang sahabat Nabi wafat. Nabi Muhammad memilih daerah sebagai pemakaman dan As’ad adalah orang pertama yang dimakamkan di pemakaman Al-Baqi’ dari kalangan Anshar. Riwayat lain menyebutkan sahabat pertama yang dimakamkan di Al-Baqi’ adalah Utsman bin Madhun wafat tahun 3 H.

Makam pada Masa Utsmaniah

Perluasan makam pertama dalam sejarah dilakukan oleh Muawiyah I, pemimpin Umayyah pertama. Dia membeli tanah tetangga yang luas di mana Utsman bin Affan dimakamkan sehingga berada di dalam pemakaman Al-Baqi. Umayyah membangun kubah pertama di Al-Baqi di atas kuburan Ustman bin Affan. Beberapa waktu kemudian dalam sejarah ada begitu banyak kubah dan bangunan yang dibangun di atas kuburan terkenal Al-Baqi’.

Penghancuran Makam

Sejak 1205 H hingga 1217 H kaum Wahabi mencoba menguasai Jazirah Arabia namun gagal. Akhirnya 1217 H mereka berhasil menguasai Thaif dengan menumpahkan darah Muslim yang tak bersalah. Mereka memasuki Mekah tahun 1218 H dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci, termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam. Tahun 1221, kaum Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan Al-Baqi dan semua masjid yang mereka lewati. Usaha menghancurkan makam Rasulullah berhenti karena protes masyarakat Muslim dunia.

Pada hari Rabu 8 Syawal 1345 H bertepatan dengan 21 April 1925, pemakaman Jannatul Baqi’ dihancurkan oleh Raja Abdul Aziz bin Saudi dari Arab Saudi. Pada tahun yang sama, ia juga menghancurkan makam manusia suci di Jannatul Mualla (Makkah) di mana ibunda Nabi Muhammad (Sayyidah Aminah as), istri Nabi, kakek dan leluhur Nabi dikuburkan. Kejadian ini menimbulkan protes dari masyarakat Muslim dunia.

Penghancuran situs suci di Hijaz oleh Saudi, yang diawali oleh Muhammad bin Abdul Wahhab berlanjut hingga sekarang. Keluarga Kerajaan Arab Saudi mempraktikkan bentuk Islam kaku yang disebut Wahhabisme, dan telah melakukan pemusnahan terhadap makam tersebut. Hasilnya, kitab dan peta yang ada di makam disita oleh penguasa. Meski demikian, makam orang-orang suci ini tetap dikunjungi oleh peziarah dan pemakaman juga berlanjut di pemakaman ini.

Banyak kaum Syiah yang melanjutkan untuk mengenang hari itu ketika Dinasti Saud menghancurkan pemakaman Al-Baqi’, semata-mata karena di sanalah dimakamkan keluarga Nabi Muhammad saw. Mereka menyebut hari itu (8 Syawal) sebagai Yaum Al-Gham (Hari Kesedihan). Kaum Syiah terus melakukan protes kepada pemerintah Saudi atas penghancuran ini.

Gambaran Pemakaman Jannatul Baqi’

Umar bin Jubair melukiskan Al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata, “Al-Baqi’ terletak di Timur Madinah. Gerbang Al-Baqi’ akan menyambut Anda saat tiba di Al-Baqi’. Saat Anda masuk kuburan pertama yang Anda lihat di sebelah kiri adalah kuburan Shafiah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari situ terletak pusara Malik bin Anas, salah seorang Imam Ahlus Sunnah dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah, Ibrahim.

Di sebelah kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal sebagai Abu Syahma. Abu Syahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga mati. Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan kuburan Abu Syahma adalah makam Aqil bin Abi Thalib dan Abdulah bin Ja’far Ath-Thayyar. Di muka kuburan mereka terbaring pusara istri Rasul dan Abbas bin Abdul Mutalib.

Makam Imam Hasan bin Ali, terletak di sisi kanan dari gerbang Al-Baqi’. Makam ini dilindungi kubah tinggi. Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib. Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa digunakan Fatimah binti Rasulullah as. Biasa disebut “Bait al-Ahzân” (Rumah Duka Cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung mengenang kepergian ayahnya tercinta Rasulullah saw. Di ujung penghabisan Al-Baqi’ berdiri kubah kecil tempat Utsman dimakamkan. Di dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib, Fatimah binti Asad.”

Satu setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi Al-Baqi’ dan menemukan Al-Baqi’ tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan Ibnu Jubair. Ia menambahkan, “Al-Baqi’ adalah kuburan sejumlah kaum Muhajirin dan Anshar dan sahabat nabi lainnya. Kebanyakan mereka tidaklah dikenal.” (Hakikat Wahabi)

Atas (Makam Abbas) – Kiri ke Kanan (Makam Imam Hasan, Ali Zainal Abidin, Muhammad Al-Baqir, Ja’far Ash-Shadiq)

Pribadi Penting di Jannatul Baqi’

Di antaranya adalah keluarga langsung Nabi Muhammad saw: Seluruh istri Nabi yang disebut Ummul Mukminin termasuk Aisyah, Hafshah, Zainab, dan lain-lain terkecuali Khadijah binti Khuwailid dan Maimunah binti Al-Harits. Makam Fatimah Az-Zahra, putri Nabi yang tidak diketahui posisinya, begitu juga dengan Ruqayah putri Nabi yang lain.

Kemudian Ibrahim, putra Nabi Muhammad dari Maryam Al-Qibthiah. Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi saw. Bibi dari Nabi Muhammad seperti Shafiah dan Atikah. Begitu juga dengan bibi Nabi Muhammad yang lain, Fatimah binti Asad, yang juga ibu dari Ali bin Abi Thalib. Dari keluarga Ahlul Bait: Hasan bin Ali, cucu Nabi, putri Fatimah dan Ali (Imam Kedua Ahlul Bait), Ali Zainal Abidin (Imam Keempat), Muhammad Al-Baqir (Imam Kelima), Ja’far Ash-Shadiq (Imam Keenam).

Baca Juga:

Catatan: Kerajaan Saud dan diamnya ulama Wahabi, lebih menghendaki dibangunnya jam raksasa disamping Kakbah yang dibawahnya terdapat hotel mewah milik Barat, daripada harus membangun dan memperbaiki makam keluarga dan sahabat Nabi saw.

Last modified: 26 August, 2010

50 tanggapan atas “Makam Kerabat Nabi Dihancurkan”

  1. mantap. banyak ilmunya nih.

  2. Kata Wahabi Salafi beserta raja-raja bodoh di sana, “Mari kita hancurkan makam sahabat dan keluarga (yang mengaku) Nabi dan kita bangun Hilton di Madinah! Oia, jangan lupa, kalahkan juga kemegahan Rumah Allah dengan membangun Abraj Al-Bait!”

    maaf, apa benar kaum yg di maksud wahabi berkata demikian atau hanya fitnah saja untuk memecah belah Islam..??

    1. Silakan saja melihat realitas (sejarah dan foto) yang ada… Anda yang menilai ;)

  3. sedih,kubur pemimpin yahudi ,kristian,hindu berdiri megah,tapi sejarah org islam hilang,bila kita pergi kebaqi masuk kawasan kubur siapa siapa pun kita tak tahu,bila tanya pak arab mereka jawab wallahuaalm.

  4. kurang-kurang pun letaklah nama kat kubur tu supaya kita tahu ini kubur siapa,kat siapa kita nak bagi salam dan kita dpt menghayati siapa sahabat atau sahabiah punya perjuangan,

    inilah yahudi punya dendam,mereka tidak boleh turun utk menghancurkan tempat tempat tu tapi mereka menimbulkan alasan tauhid dan menjadikan dan menggunakan org islam sendiri sebagai pemusnahnya

    anak anak dan cucu kita pun lama lama tidak akan tahu kerana semua tmpat yg mulia dan bersejarah telah dihancurkan.

  5. hotel boleh berdiri megah dan tinggi tapi kubur sahabat dan tmpat tmapt sejarah lain tak boleh

  6. syiah sadarlah, apa salah sahabat nabi, apa salah khulafaurrosyidin, rosulullah telah menjamin masuk surga, kalian mengkafirkan mereka, lantas apakah kalian lebih benar di banding rosulullah muhammad saw???tanya diri kalian, jujurlah pada fitrah kalian, semoga Alloh menunjuki qt semua ke jalan yang benar menurut Alloh dan RosulNya, bukan menurut kaum ini ataupun kaum itu, amiin.

    1. Sahabatku, sadarlah juga. Allah dan rasul-Nya telah menjamin setiap orang yang masuk surga jika mereka menaati perintah Allah dan rasul-Nya dengan sepenuh hati dan tanpa keraguan sedikit pun dalam hati mereka.

      Jaminan dalam hadis yang termasyhur (sesuatu yang masyhur belum tentu sahih) itu kemudian dapat diperbebatkan dengan hadis lain serta sejarah. Terakhir sahabatku, jangan gunakan generalisir.

      Semoga Allah menunjuki kita ke jalan yang lurus. Ilahi amin. Terima kasih.

  7. Asslm wr wb. Masuklah islam secara total perbaiki ibadah, ilmu dan amalan, kembalikan ke qur’an dan sunnah yang sahih, serta berhati-hatilah terhadap tipu daya setan…buat apa kuburan megah2 kalo penghuninya masuk neraka trus kalo perluasannya utk kepentingan ibadah bgmn? Dan sebenarnya di setiap shalat kita semuanya telah mendoakan rasul beserta keluarganya di tahiyat akhir… Wassalam wr. wb.

    1. Wslm. Wr. Wb. Penghuninya masuk neraka tuh siapa? Keluarga dan sahabat?

  8. yang menjamin masuk syurga/ neraka seseorang itu hanya lah Allah SWT, maka jangan lah kita sebagai makhluk menjatuhkan hukum kepada siapapun, baik atau buruknya perbuatan orang tersebut..
    tapi, permasalahn makam, alangkah lebih baik jika tanah makam tersebut di jadikan sebagai sarana perluasan tempat Ibadah..
    dan kalaupun ada yang berpendapat, sebaiknya makam itu tidak usah dihilangkan dan dimasukkan di dalam area Masjid, maka apa bedanya Islam dengan Yahudi dan nasrani yang menjadikan makam “Imam” mereka sebagai tempat ibadah..
    sedangkan Allah dan Rasulnya telah melarang kita umat Islam untuk menjadikan makampara Imam sebagai tempat ibadah…

    salam dari Ahlussunah…

    1. Menjatuhkan hukuman memang hak Allah Swt., tapi kita hanya diberi tahu tanda-tandanya jika melanggar/melakukan apa yang diperintahkan-Nya.

      Contoh tempat ibadah Yahudi/Nasrani yg ada “imam” mereka di mana? Siapa imamnya?

    2. Gereja St Paul Vatikan, hampir semua imam (paus/pope) mereka dimakamkan di ruangan bawah tanahnya.

  9. Mohon maaf sebelumnya, setelah saya membaca artikel anda, melihat sedikit ketimpangan yg sangat riskan. dalam hal ini anda tidak menjelaskan apa maksud dan tujuan penghancuran2 tersebut, saya rasa anda sedikit sekali memperoleh referensi dan tidak mengolah lagi informasi yg anda dapat(sangat disayangkan sekali).
    coba dilengkapi lagi referensi nya, dan setau yg sudah saya pelajari dan amati, tujuan penghancuran2 itu adalah untuk menghindari kemusyrikan2 yg terjadi setelah jaman ke Khalifahan.
    CMIIW

  10. Tentang bangunan diatas kuburan, Nabi SAW sendiri berkata:
    #1
    Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu menurut riwayat Muslim: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang untuk menembok kuburan, duduk di atasnya, dan membangun di atasnya. (Bulughul Maram, Hadits No. 602)
    #2
    “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangun dan ditulisi.” (HR Muslim & Tirmidzi)

    Jadi, perataan bangunan diatas makam tidak menyalahi ketentuan Nabi dan tidak melecehkan para sahabat yg dimakamkan disitu (kecuali tanah kuburnya digali dan diacak-acak).

  11. Terima kasih untuk komentar dan sarannya. Butuh artikel lengkap (di atas hanya sejarah) untuk menjelaskan mengenai hukumnya, begitu juga mengenai analisa kualitas hadis yg rentan diperselisihkan. Jika ada waktu luang akan dimuat, insya Allah. Untuk sementara ada beberapa hal yg patut diketahui, dari ayat Quran yg (cenderung) tidak rentan diperselisihkan:

    Jika unta yg disembelih menjadi syiar Allah (QS. 22: 36), apatah lagi makam para nabi, syuhada, dan orang-orang salih.

    Salah satu cara melindungi dan memuliakan tempat yg berkaitan dng orang-orang saleh di jalan Allah adalah dng mendirikan bangunan dan tempat ibadah, sebagaimana dikisahkan tentang Ashabul Kahfi (QS. 18: 21)

    “Di dalam rumah-rumah yg Allah telah diizinkan untuk ditinggikan dan diingat nama-Nya di dalamnya…” (QS. 24: 36) Buyût tidak hanya berarti masjid, tapi rumah para nabi dan kekasih Allah. Kemudian turfa’ (ditinggikan) bisa berarti dua, fisik bangunan yg ditinggikan dan juga nonfisik yakin meninggikan atau mengagungkan keruhanian kepada Allah.

    Sementara itu, wallahulam.

    NB: Melihat hadis yg Anda bawakan, patutkah makam Nabi saw. dibongkar?

  12. Assalammualaikum wr wb sengan segala kerendahan hati ini apakah mereka tidak takut berada di atas kiblat mereka

  13. Perlu dikaji lagi dari referensi yang berimbang mengenai perataan bangunan makam itu tujuannya apa pada saat itu, saat ini saja bisa dijumpai di berbagai daerah makam para ulama banyak didatangi orang untuk minta berkah, minta kekayaan dan jabatan tergantung anda sekalian apakah hal seperti itu dinilai baik atau tidak.

    Mengenai pembangunan menara dan hotel2 disekitar Ka’bah saya juga tidak setuju, alangkah baiknya jika bangunan2 itu dijadikan madrasah, semoga prosesnya menuju kesana.

  14. Asad Bin Abdullah Shamlan Avatar
    Asad Bin Abdullah Shamlan

    Assalamualaikum,

    antum yang memulai thread, maka antum yang harus siap dengan segala refensi yang komplit. antum tidak bisa mengandalkan satu dalil untuk berdalih atau sebagai tameng dari suatu masalah. dua pedoman dalam islam(al-quran dan sunnah) itu datangnya tidak sekaligus sempurna. alquran dan hadits itu turunnya bersifat step by step dan continously, jadi hadits “a” bisa berbanding terbalik dengan Hadits “b” dalam masalah yang sama. karena itu kita wajib mengetahui riwayat dari hadits tersebut atau dari dalil tersebut. jadi memang tidak mudah bagi kita mem-fatwakan seenak hati kita. perlu adanya ilmu untuk mengkaji suatu masalah.

    dan masalah anda memojokkan wahabi dll, saya bisa bilang gaya bahasa anda disini cukup “memprovokasi”. memang tidak patut bagi seorang muslim untuk meninggikan kuburan. karena sesungguhnya yang hanya bisa kita kenang setelah kematian seseorang adalah amalan2nya, ilmu nya selama di dunia.
    sebenarnya saya juga kurang setuju kalau dihancurkan, tetapi setelah menilik alasan-alasan yang ada, ternyata lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya. dan mudharat yang terkandung di dalamnya adalah fatal, yakni besar peluang untuk berbuat syirik akbar.

    1. Alaikumsalam. Terima kasih atas tanggapannya. Referensi komplit? Ini adalah blog dan bukan sebuah buku. Sejak awal saya sudah mengatakan bahwa artikel ini masih berbicara tentang sejarah, dan bukan atau belum berbicara tentang hukum membangun kuburan dan sebagainya. Itu sebabnya, saya katakan butuh tulisan baru.

      Namun setelah saya pikir-pikir, membahas tema tersebut hanya dng artikel di-blog tidak cukup. Sebagaimana di komentar saya sebelumnya, saya baru memulai dng ayat Quran di mana tidak ada perbedaan tentangnya. Sedangkan pembahasan hadis termasuk kritik sanad (hadis riwayat Abul Hayyaj dan Jabir) dan kritik matan (apa makna meratakan kuburan?) sangat tidak sederhana jika dimuat dalam artikel blog.

      Karena itulah, saya upload kitab karya Syekh Ja’far Subhani berjudul “الوهابية في الميزان“. Pembahasan kita tentang kuburan di mulai dari halaman 14. Selamat mengunduh di sini.

  15. mujahidin indonesia Avatar
    mujahidin indonesia

    menangis kecil pedih skt hati ini,,, melihatnya… kuburan keluarga ahlil bait nabi ku tercinta ,,,MUHAMMAD SAW. di hancurkan,,,,, tanpa beliau dan sahabtnya… kita tidak akan seperti ini,,,hidup denagn damai,,,…ingat kaum wahabi,,kamu itu manusia kepala anjing,,,,,biadap laknat,,pemghuni neraka jahanam……kelak ..kau merasakan,,,di kubur dan akhirat nanti,,,dan ku tanamkan kebencian kepada kaum wahabi, sampai keturunanku, untuk membenci kaum biadap seperti kamu sekalian

  16. saya yakin kalau wahabi sejak dahulu menguasai nusantara ini mungkin kita sudah tidak akan mengenal sejarah para wali , karena makamnya sudah dihancurkan oleh mereka , saya masih menghargai kaum yahudi daripada wahabi,dalam hal penghormatan pada tokoh yg dikaguminya,mereka menjaga dan memakmurkan kuburan leluhurnya, penghancuran rumah Nabi dengan berbagai alasan yg tak masuk akal sehat, mungkin mereka ingin mengubur contoh 2 kesederhanaan Nabi supaya dapat menutupi kerakusan akan duniawi , saya berdoa semoga saudaraku seiman tidak terkecoh akan slogan 2 wahabi,karena sejarah tak akan hilang akan kebiadapan kaum wahabi terhadap saudaranya sendiri yg seiman dalam mencapai tujuannya .

  17. Astagf,Umat islam pecah dari dalam diri sendiri,bersoraklah umat lain.Hanya Allah yang Maha tahu Segala Kebenaran.Sediiih melihat kerukunan Umat Islam yang semakin rapuh

  18. firdaus malie Avatar

    Bismillah…mari melihat dengan kebeningan hati…persaudaraan hukumnya wajib, kedepankan rasa saling hormat menghormati, jangan ada rasa dendam di dalam dada, mari saling memaafkan…satukan langkah dan cita-cita kita lii’laai kalimatillah, mari mencari persamaan jangan memperuncing perbedaan…bersatulah umat islam!!! bersatulah saudara-saudaraku!!!yaa Allah satukan hati kami semua, jangan berpecah belah…

  19. Assalamualaikum.. Indonesiakan berpenduduk muslim terbesar di dunia kenapa ga angkat bicara ya..???

    1. Alaikumsalam. Ada yang mengatakan, K.H. Hasyim Asyari yang melakukan lobbying mencegah penghancuran makam Rasulullah saw.

  20. asslm….kalian memperdebatkan masalah hadist shahih atau tidak….kita telusuri lebih dalam,mengapa yg meriwayatkan begitu banyak hadist shahih hanya dari Abu Hurairah yg hanya bertemu dgn Nabi saw hanya selama 2 tahun,sedangkan Ali bin Abi Thalib yg tidak lain menantu dan sepupu nabi,salah satu sahabat yg paling dekat dgn nabi saw,dmna berita dari langit turun dan naik di rumah beliau (Nabi saw dan Ali kw) hanya 50 hadits saja yg dishahihkan oleh para ulama begitupun dgn sahabat Nabi lainnya seperti Abu Bakar,Umar dan lainnya hanya sekitar seratusan hadist yg dirawayatkan…apa kita tak berpikir berapa ratus ribu hadist shahih yg hilang??
    mari kita sesama umat muslim,berpikir ke depan utk tidak saling menghujat….kita pikirkan apa hadist yg sampai ke kita benar2 dijaga keshahihannya…..
    terima kasih…wasslm

  21. aslamualikum wr.wb.
    saudaraku yang dirahmati Allah,
    amat disayangkan ada sebagian kecil saudara – saudara kita sesama muslim yang memahami agama hanya secara tekstual saja. mereka belajar pada seseorang yang tidak memiliki sanad keguruan yang tidak bersambung kepada para imam, apalagi sampai kepada Rasulullah. padahal berkata imam syafii: tiada ilmu tanpa sanad (jalur keilmuan)

    nah, sekedar untuk tambahan saja:
    ini saya kutip ceramah Habib Munzir Bin Fuad Almusawa (semoga Allah merahmatinya dan memberkahi jalan dakwahnya) :

    “Anda ingat peristiwa Adam as?, mengapa malaikat diperintahkan sujud pada makhluk?, karena para malaikat itu sujud pada Adam as bukan menyembah Adam as, tetapi menyembah Allah.. karena jutsru sujud pada Adam itu adalah ketaatan, namun apa yang dilakukan Iblis?, pada dasarnya Iblis hanya ingin sujud kepada Allah semata, tak mau memuliakan makhluk yang dimuliakan Allah, dan jatuhlah ia kepada Laknat Allah, maka orang yang tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah swt adalah para pengikut Iblis, naudzubillahi min dzalik.”

  22. Malah ada yang berpandapat ” lebih baik saya keluar dari agama ini (Islam?) dari pada saya kembali ke Sunni (keluar dari Syi’ah)” ini saya dengar sendiri dari orangnya meskipun tidak langsung ( dia menuliskan keyakinannya itu lewat Facebook)… Masya Allah….

  23. ROHMAN SUPARMAN Avatar

    Memang aneh kalau makam-makam orang-orang mulya di hancurkan,tapi itulah Arab Saudi dengan dalih menghindari kemusyrikan, untuk orang -orang awam sy ingin kasih tau, logika sprti itu ngga ada sejak jaman rosululloh, para sahabat, tabi`in tabi`it tabi`in, justru ada sejak jaman kerajaan orang-orang munafik,generasi penguasa para pembantai,aneh memang ada negara islam tp sejak jaman pr sahabat di negri itu tak pernah melahirkan ulama-ulama hebat sampe sekarang, malah melahirkan taliban (osama orang sana),senoc horgronye,bahkan yg lebih spektakuler dan patut di acungi jempol yaitu jalinan kerjasamanya dengan orang-orang zionis israel n amerika.
    Para penyebar agama islam yg hampir ke sepertiga dunia itu semuanya ga ada yg punya pemikiran seperti wahabi,baca dong reperensi yah,wahabi adalah ajaran baru sejak ibnu taimyah memunculkan pendapat-pendapat yg bertentanagn dgn pr ulama generasi sahabat – tabi`it tabi`in.
    contoh sederhana Rosululloh saw bersabda ” Hasan dan Husein adalah Penghulu surga ”
    eh ibnu Taimyah malah bilang bahwa Imam Husein inin ketika memerangi Penguasa Yajid adalah sebagai yg melakukan ” Bughot ” . Kalau menurut sy orang sakit yg bilang gitu mah

  24. Lho, koq malah meributkan kuburan??? Padahal Rasul cuma mewariskan Al Qur’an dan As-Sunnah??

Tinggalkan Balasan ke VENDRA Batalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Hi 👋🏻

Baca cerita dan pengalaman yang lain di sini.

Be Part of the Movement

Saya berbagi pengalaman dan pandangan—straight to your inbox.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨